BANYUMASEKSPRES.ID, Piala Dunia 2026 mencatat sejarah baru yang tidak diharapkan oleh negara-negara penyelenggara.
Untuk pertama kalinya sejak turnamen digelar bersama oleh tiga tuan rumah, tidak ada satu pun negara penyelenggara yang berhasil menembus babak perempat final.
Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sama-sama tersingkir di babak 16 besar setelah gagal mengatasi lawan masing-masing.
Edisi Piala Dunia 2026 memang menjadi tonggak bersejarah dalam dunia sepak bola.
Turnamen terbesar FIFA itu untuk pertama kalinya diselenggarakan secara bersama oleh tiga negara di kawasan Amerika Utara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sebanyak 16 kota menjadi lokasi pertandingan dengan harapan atmosfer kandang mampu memberikan keuntungan bagi ketiga tim nasional tersebut.
Namun, kenyataan di lapangan berbicara berbeda. Ketiga tuan rumah justru gagal memanfaatkan dukungan puluhan ribu suporter dan harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat sebelum memasuki babak delapan besar.
Kanada menjadi tim tuan rumah pertama yang tersingkir setelah kalah 0-3 dari Maroko pada babak 16 besar yang berlangsung Minggu (5/7/2026) WIB.
Meski gagal melangkah lebih jauh, perjalanan Kanada tetap mendapat apresiasi karena mampu mencatat sejumlah sejarah baru bagi sepak bola negaranya.
Tim asuhan Jesse Marsch tampil cukup menjanjikan meskipun tidak diperkuat kapten sekaligus pemain andalan mereka, Alphonso Davies.
Kanada bermain dengan pressing tinggi, agresif, dan berani menghadapi lawan yang lebih berpengalaman.
Sepanjang turnamen, Kanada berhasil meraih poin pertama dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Tidak hanya itu, mereka juga membukukan kemenangan pertama di ajang tersebut sekaligus kemenangan perdana di fase gugur, sebuah pencapaian yang sebelumnya belum pernah diraih.
Pelatih Jesse Marsch menilai performa anak asuhnya menjadi fondasi penting untuk masa depan sepak bola Kanada.
“Ini adalah awal dari sesuatu yang lebih besar,” ujar Marsch usai pertandingan.
Keberhasilan tersebut diyakini akan meningkatkan kepercayaan diri Kanada untuk bersaing dengan negara-negara elite dunia pada turnamen internasional berikutnya.
Sementara itu, Meksiko harus menerima kenyataan pahit setelah kalah dramatis 2-3 dari Inggris di Stadion Azteca, Senin (6/7/2026).
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena terjadi di stadion kebanggaan mereka yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai benteng sulit ditembus lawan.
Inggris tampil sangat efektif sejak awal pertandingan. Jude Bellingham menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol dalam waktu kurang dari dua menit.
Julian Quinones sempat memperkecil ketertinggalan sebelum turun minum sehingga membuka harapan bagi El Tri.
Memasuki babak kedua, Harry Kane memperbesar keunggulan Inggris melalui titik penalti.
Meksiko kemudian memperoleh keuntungan setelah bek Inggris Jarell Quansah menerima kartu merah langsung sehingga The Three Lions harus bermain dengan 10 pemain.
Raul Jimenez sempat memperkecil skor menjadi 2-3 melalui tendangan penalti.
Sayangnya, keunggulan jumlah pemain tidak mampu dimanfaatkan Meksiko untuk mencetak gol penyeimbang hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri rekor impresif Meksiko yang hanya tiga kali kalah di Stadion Azteca dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.
Tidak lama setelah pertandingan berakhir, pelatih Javier Aguirre mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi pelatih tim nasional.
Federasi Sepak Bola Meksiko kemudian menunjuk legenda El Tri, Rafael Márquez, sebagai penerus Aguirre.
Mantan bek Barcelona tersebut sebelumnya dikenal sebagai salah satu pemain terbaik Meksiko dengan pengalaman tampil di lima edisi Piala Dunia.
Amerika Serikat menjadi negara tuan rumah terakhir yang tersingkir. Tim besutan Mauricio Pochettino harus mengakui keunggulan Belgia dengan skor telak 1-4 pada babak 16 besar yang berlangsung Selasa (7/7/2026).
Belgia langsung mengendalikan jalannya pertandingan sejak menit-menit awal. Charles De Ketelaere tampil luar biasa dengan mencetak dua gol sekaligus menyumbangkan satu assist.
Gol pertama Belgia lahir pada menit kesembilan setelah lini belakang Amerika Serikat gagal mengantisipasi bola di dalam kotak penalti.
Amerika Serikat sempat menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas Malik Tillman yang berubah arah. Namun Belgia kembali mengambil kendali permainan.
De Ketelaere mencetak gol keduanya sebelum turun minum, sedangkan Hans Vanaken memanfaatkan kesalahan kiper Matt Freese untuk menambah keunggulan.
Romelu Lukaku kemudian memastikan kemenangan Belgia melalui gol pada masa injury time.
Mauricio Pochettino sempat memasukkan Giovanni Reyna untuk meningkatkan daya serang Amerika Serikat, tetapi perubahan tersebut tidak mampu membendung dominasi Belgia.
Hasil ini memastikan Piala Dunia 2026 berlangsung tanpa satu pun wakil tuan rumah di babak perempat final.
Meski gagal memenuhi harapan publik sendiri, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tetap meninggalkan sejumlah catatan penting selama penyelenggaraan turnamen.
Sementara itu, Belgia, Inggris, dan Maroko sukses melangkah ke babak delapan besar dengan membawa ambisi untuk terus melaju dalam perebutan gelar juara Piala Dunia 2026. (*/stch/dda)
















