BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Masyarakat Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap kini semakin mudah memperoleh layanan penukaran uang rupiah tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju Kota Cilacap.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto kembali menghadirkan layanan Kas Keliling di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) sebagai upaya memperluas akses layanan kas bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan.
Layanan tersebut disambut antusias warga karena memberikan kemudahan untuk menukarkan uang yang sudah lusuh atau rusak dengan uang rupiah layak edar.
Selain menghemat waktu dan biaya perjalanan, kehadiran Kas Keliling juga membantu masyarakat memperoleh uang dengan kondisi yang lebih baik untuk mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Mahdi Abdillah, mengatakan layanan Kas Keliling 3T merupakan salah satu program rutin Bank Indonesia dalam rangka memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil, tetap mendapatkan akses terhadap uang rupiah yang layak edar.
“Ini yang ketiga tahun ini dan rencananya akan dilaksanakan empat kali. Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah 3T tetap mendapatkan uang rupiah layak edar,” kata Mahdi, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, Desa Ujung Alang dipilih karena memiliki karakteristik geografis yang berbeda dibanding wilayah lain.
Akses menuju desa tersebut hanya dapat ditempuh menggunakan transportasi air sehingga layanan perbankan belum dapat dijangkau secara optimal oleh masyarakat.
Kondisi tersebut membuat layanan Kas Keliling menjadi solusi yang efektif untuk mendekatkan pelayanan Bank Indonesia kepada masyarakat.
Dengan mendatangi langsung wilayah terpencil, warga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan maupun meluangkan waktu panjang hanya untuk menukarkan uang.
Selain melayani penukaran uang layak edar, petugas Bank Indonesia juga menarik uang yang sudah tidak layak edar dari masyarakat.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas uang rupiah yang beredar sekaligus memastikan masyarakat menggunakan uang dalam kondisi baik saat melakukan transaksi.
Mahdi menjelaskan, menjaga kualitas uang rupiah bukan hanya menjadi tanggung jawab Bank Indonesia, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
Karena itu, melalui kegiatan Kas Keliling, pihaknya juga memberikan edukasi mengenai pentingnya merawat uang rupiah agar tidak cepat rusak.
“Melalui kegiatan Kas Keliling 3T, masyarakat di wilayah terpencil semakin mudah memperoleh uang rupiah layak edar, sekaligus meningkatkan kecintaan dan kepedulian masyarakat terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan negara,” ujarnya.
Program Kas Keliling di wilayah Kampung Laut menjadi salah satu bentuk komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pemerataan layanan keuangan hingga ke daerah yang sulit dijangkau.
Kehadiran layanan ini diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir yang setiap hari melakukan berbagai transaksi menggunakan uang tunai.
Tidak hanya memberikan kemudahan bagi warga, layanan tersebut juga membantu menjaga kelancaran peredaran uang di daerah terpencil.
Uang yang sudah lusuh, sobek, atau tidak layak edar dapat segera diganti dengan uang baru sehingga kualitas uang yang beredar tetap terjaga.
Bank Indonesia berencana kembali menghadirkan layanan serupa di wilayah 3T lainnya sesuai jadwal yang telah disusun sepanjang tahun 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BI untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, memperoleh pelayanan yang sama dalam mendapatkan uang rupiah layak edar.
Melalui program tersebut, Bank Indonesia berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan penukaran uang sekaligus semakin memahami pentingnya menjaga dan merawat rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dan simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (jul/stch/dda)
















