Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kasus Diabetes Pada Remaja RI Meningkat, Inilah Pemicu Yang Wajib Dihindari

Remaja Mulai Alami DIabetesRemaja Mulai Alami DIabetes

BANYUMASEKSPRES.ID, Diabetes tipe 2 yang selama ini lebih sering dikaitkan dengan orang dewasa kini mulai ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda.

Dalam beberapa waktu terakhir, para tenaga kesehatan mengingatkan adanya peningkatan kasus diabetes tipe 2 pada remaja.

Bahkan sebagian kasus telah terdeteksi pada anak usia sekolah menengah pertama (SMP). Meski informasi ini telah disampaikan sekitar satu bulan lalu, pesannya tetap relevan hingga saat ini.

Perubahan pola hidup masyarakat, terutama di kalangan anak dan remaja, menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, termasuk diabetes tipe 2.

Diabetes Tipe 2 Kini Mulai Menyerang Usia Remaja

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono sebelumnya mengungkapkan bahwa tren diabetes tipe 2 pada usia muda terus menjadi perhatian pemerintah dan tenaga kesehatan.

Menurutnya, jika dahulu diabetes tipe 2 identik dengan usia di atas 40 tahun, kini kondisi tersebut mulai ditemukan pada remaja, bahkan pada beberapa anak yang masih duduk di bangku SMP.

Diabetes Tipe Dua merambah Ke Remaja

Fenomena ini menunjukkan bahwa diabetes tidak lagi hanya dipengaruhi oleh faktor usia. Selain itu, berikan pola hidup sehat dan awet muda dengan kebiasaan pagi yang baik.

Gaya hidup modern dinilai memiliki peran besar dalam meningkatkan risiko munculnya penyakit tersebut sejak usia dini.

Gaya Hidup Menjadi Faktor Pemicu

Selain faktor keturunan, perubahan pola hidup menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus diabetes tipe 2 pada remaja.

Beberapa kebiasaan yang dinilai berkontribusi antara lain kurangnya aktivitas fisik dan meningkatnya waktu penggunaan gawai atau screen time.

Kemudian, adanya pola tidur yang tidak teratur, serta konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan.

Tidak hanya itu, tingginya konsumsi makanan ultra-proses juga disebut dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme apabila dikonsumsi terus-menerus tanpa diimbangi pola makan yang sehat.

Di sisi lain, tekanan psikologis yang dialami remaja, baik karena aktivitas belajar maupun faktor sosial, juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan apabila tidak dikelola dengan baik.

Diabetes pada Remaja Berpotensi Berkembang Lebih Cepat

Para ahli mengingatkan bahwa diabetes tipe 2 yang muncul pada usia muda dapat berkembang lebih agresif dibandingkan kasus yang dialami orang dewasa.

Jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko berbagai komplikasi kesehatan dalam jangka panjang.

Hal ini seperti gangguan jantung, kerusakan ginjal, gangguan penglihatan, hingga masalah pada sistem saraf.

Karena itu, deteksi dini dan perubahan gaya hidup menjadi langkah penting untuk menekan risiko berkembangnya penyakit tersebut.

Pencegahan Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2 pada anak dan remaja, perubahan kebiasaan sehari-hari menjadi langkah yang paling dianjurkan.

Orang tua dapat membiasakan keluarga mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengurangi makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi, serta mendorong anak untuk lebih aktif bergerak.

Selain itu, menjaga waktu tidur yang cukup dan membatasi penggunaan gawai juga menjadi bagian penting dalam menciptakan gaya hidup sehat.

Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, berolahraga bersama keluarga, atau melakukan kegiatan luar ruangan membantu meningkatkan kebugaran sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap perangkat digital.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif jika diterapkan secara konsisten sejak usia dini sehingga menjadi kebiasaan hingga dewasa.

Pemerintah Perkuat Upaya Pencegahan

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, pemerintah terus menjalankan berbagai program pencegahan penyakit tidak menular pada anak dan remaja.

Salah satunya melalui program Cek Kesehatan Gratis yang menjangkau jutaan pelajar di berbagai daerah.

Melalui pemeriksaan tersebut, tenaga kesehatan dapat mendeteksi lebih awal berbagai kondisi yang berpotensi memengaruhi kesehatan siswa.

Selain diabetes, pemeriksaan juga menemukan sejumlah masalah kesehatan lain yang mulai banyak dialami remaja, seperti hipertensi, anemia, hingga gangguan kesehatan gigi.

Pemerintah juga terus mendorong penerapan sistem pelabelan kandungan gizi pada produk makanan dan minuman sebagai salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat.

Informasi tersebut diharapkan membantu konsumen memilih produk dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Meningkatnya kasus diabetes tipe 2 pada remaja menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan perlu dilakukan sejak usia dini.

Dengan menerapkan pola makan yang seimbang, rutin beraktivitas fisik, tidur yang cukup, serta mengurangi konsumsi makanan tinggi gula.

Maka, risiko diabetes dapat ditekan sehingga anak dan remaja memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. (*/nds)

Berita Sebelumnya
Mbanking Livin Mandiri Raih Capaian Transaksi

Livin' by Mandiri Raih Pengguna Hingga 40 juta, Transaksi Digital Terus Tumbuh

Berita Selanjutnya
Drakor Teach You a Lesson

Potensi Drama Korea Teach You a Lesson Lanjut ke Season 2