BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa madrasah di Kabupaten Cilacap.
Kali ini, siswi MI Ma’arif 03 Gentasari, Kecamatan Kroya, berhasil meraih juara dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah (Porsadin) tingkat Kabupaten Cilacap.
Adalah Ananda Varisa Laelatul Munawaroh, siswi MI Ma’arif 03 Gentasari sekaligus santri Madin Al Anwar, yang berhasil naik podium setelah meraih juara 2 cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Putri.
Dalam kompetisi tersebut, Varisa mewakili Kecamatan Kroya pada cabang MTQ Putri.
Kemampuan dan persiapan yang dilakukan sebelumnya berhasil mengantarkannya meraih posisi kedua dalam ajang yang mempertemukan para peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Cilacap tersebut.
Keberhasilan Varisa menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan bagi MI Ma’arif 03 Gentasari.
Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi, termasuk dalam bidang seni membaca Al-Qur’an.
Sebagai siswi madrasah sekaligus santri Madin Al Anwar, Varisa mendapatkan pembinaan dalam lingkungan pendidikan yang tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga pendidikan keagamaan.
Keikutsertaannya dalam Porsadin menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman berkompetisi.
Dengan mewakili Kecamatan Kroya, Varisa membawa nama daerah dan lembaga pendidikan tempatnya belajar.
Prestasi juara 2 MTQ Putri tersebut juga menjadi hasil dari proses latihan dan persiapan yang dilakukan sebelum mengikuti perlombaan.
Kepala MI Ma’arif 03 Gentasari, Siti Fatonah SPd I, mengaku bersyukur sekaligus bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya.
Menurut Siti Fatonah, pencapaian Varisa menjadi bukti bahwa kerja keras, latihan, serta dukungan dari madrasah dan Madin dapat memberikan hasil positif.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi Ananda Varisa. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras, latihan, serta dukungan dari madrasah dan Madin dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan,” ujar Siti Fatonah.
Ia menilai keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Varisa secara pribadi.
Prestasi itu juga menjadi kebanggaan bagi keluarga, MI Ma’arif 03 Gentasari, Madin Al Anwar, serta Kecamatan Kroya yang diwakilinya dalam ajang Porsadin tingkat Kabupaten Cilacap.
Siti Fatonah berharap prestasi yang diraih Varisa dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya.
Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang tepat.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus bersemangat belajar, mengembangkan bakat, dan berani berkompetisi membawa nama baik madrasah,” katanya.
Ia mendorong para siswa untuk tidak takut mengikuti berbagai perlombaan. Kompetisi dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun keberanian dan pengalaman.
Bagi madrasah, prestasi siswa juga menjadi salah satu hasil dari proses pendidikan dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Karena itu, dukungan terhadap pengembangan bakat siswa diharapkan terus dilakukan, baik dalam bidang akademik maupun keagamaan.
Selain mengapresiasi prestasi yang diraih Varisa, Siti Fatonah juga menyambut baik kepercayaan kepada Kecamatan Kroya sebagai tempat pelaksanaan Porsadin tingkat Kabupaten Cilacap pada 2028 mendatang.
Menurutnya, penunjukan tersebut menjadi kesempatan bagi Kecamatan Kroya untuk mempersiapkan penyelenggaraan kegiatan dengan sebaik mungkin.
Momentum tersebut juga diharapkan dapat semakin meningkatkan semangat para santri dan peserta didik untuk berprestasi.
“Kami tentu menyambut baik karena Kecamatan Kroya dipercaya menjadi tempat pelaksanaan Porsadin pada tahun 2028. Semoga nantinya dapat dipersiapkan dengan baik dan menjadi momentum untuk semakin meningkatkan semangat serta prestasi para santri,” pungkasnya.
Kepercayaan kepada Kecamatan Kroya sebagai lokasi penyelenggaraan Porsadin 2028 diharapkan dapat menjadi dorongan tambahan bagi lembaga pendidikan dan madrasah di wilayah tersebut untuk terus mengembangkan potensi para siswa dan santri.
Sementara itu, prestasi yang diraih Ananda Varisa Laelatul Munawaroh menjadi contoh bahwa pembinaan kemampuan keagamaan sejak dini dapat menghasilkan capaian positif.
Keberhasilannya meraih juara 2 MTQ Putri Porsadin Kabupaten Cilacap diharapkan menjadi awal dari prestasi-prestasi berikutnya.
Madrasah pun diharapkan terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakat masing-masing.
Dengan dukungan sekolah, keluarga, lembaga pendidikan keagamaan, dan lingkungan sekitar, para siswa dapat semakin percaya diri untuk mengikuti berbagai kompetisi.
Bagi MI Ma’arif 03 Gentasari, capaian Varisa menjadi tambahan motivasi untuk terus mendorong siswa agar berani tampil dan membawa nama baik madrasah dalam berbagai ajang.
Prestasi tersebut sekaligus memperkuat semangat untuk menjadikan pendidikan keagamaan sebagai bagian penting dalam pembentukan kemampuan dan karakter peserta didik. (wln/stch/dda)














