BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Puskesmas Maos baru-baru ini melaksanakan kegiatan yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat di Desa Glempang, Kecamatan Maos, pada Rabu (3/6).
Kegiatan ini berfokus pada Active Case Finding (ACF) untuk Tuberkulosis (TBC) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebagai bagian dari inisiatif untuk mendeteksi lebih awal penyakit TBC serta memantau kondisi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang efektif dan efisien bagi masyarakat setempat.
Kepala Puskesmas Maos, Armiza, mengungkapkan bahwa sebanyak 112 warga berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Setiap peserta menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan yang komprehensif, termasuk skrining TBC yang dilakukan menggunakan layanan rontgen.
Melalui pemeriksaan tersebut, tim kesehatan berhasil mengidentifikasi 31 orang sebagai terduga TBC.
Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, sebanyak 25 orang di antara mereka menunjukkan hasil positif TBC berdasarkan analisis rontgen.
“Melalui kegiatan ini kami dapat menemukan kasus TBC lebih awal sehingga penanganan dan pengobatan bisa segera dilakukan. Ini menjadi bagian dari upaya memutus rantai penularan TBC di masyarakat,” ungkap Armiza dengan penuh harapan.
Selain itu, dalam upaya memastikan diagnosis yang tepat, sebanyak 29 orang menjalani pemeriksaan dahak.
Dari total peserta acara tersebut, tujuh orang mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
Salah satu temuan menarik selama kegiatan adalah adanya 14 warga yang menunjukkan hasil pemeriksaan yang mengarah pada pembesaran jantung atau cardiomegaly.
Temuan ini menyoroti pentingnya skrining kesehatan secara menyeluruh dalam mendeteksi masalah kesehatan yang mungkin tidak terdeteksi sebelumnya.
Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan di kalangan masyarakat lanjut usia, Puskesmas Maos juga melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bersamaan dengan ACF.
Dari 112 peserta yang hadir, mayoritas adalah kelompok lanjut usia dengan jumlah mencapai 85 orang.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebanyak 20 warga mengalami tekanan darah tinggi, sedangkan 89 orang memiliki tekanan darah normal dan tiga orang mengalami tekanan darah rendah.
Selain itu, tim kesehatan juga menemukan lima warga dengan kadar gula darah sewaktu (GDS) tinggi, sementara 107 lainnya berada dalam batas normal.
Hal ini mengindikasikan perlunya perhatian lebih terhadap kondisi kesehatan masyarakat terutama seiring dengan meningkatnya angka penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.
Armiza menjelaskan bahwa kegiatan ACF dan CKG merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar untuk memeriksakan kesehatannya secara berkala sehingga penyakit dapat terdeteksi lebih dini dan penanganannya lebih optimal,” pungkasnya.
Kegiatan seperti ini menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk tidak hanya mendapatkan informasi tentang kesehatan tetapi juga melakukan tindakan nyata untuk menjaga kesehatannya sendiri.
Dengan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam program-program kesehatan tersebut, Puskesmas Maos berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan meningkatkan kualitas hidup warga Desa Glempang. (jul/stch/dda)
















