BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari tindak kekerasan, Universitas Putra Bangsa (UPB) telah mengambil inisiatif penting dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) untuk periode 2026–2028.
Pelantikan Satgas ini dilaksanakan pada hari Selasa, 2 Juni 2023, dan dihadiri oleh berbagai unsur civitas akademika serta pihak terkait lainnya.
Satgas PPKPT yang baru dilantik ini beranggotakan sebanyak 15 individu yang terdiri dari 4 dosen, 3 tenaga kependidikan (tendik), dan 8 mahasiswa.
Keberagaman anggota Satgas ini mencerminkan representasi berbagai unsur di lingkungan kampus, dengan tujuan untuk memberikan pendekatan yang komprehensif dalam menangani masalah kekerasan.
Rektor Universitas Putra Bangsa, Dr Gunarso Wiwoho SE MM, menekankan betapa pentingnya peranan Satgas PPKPT dalam menjaga iklim kampus yang sehat dan kondusif.
Dalam sambutannya, Gunarso menyampaikan bahwa tugas yang diemban oleh Satgas ini sangat strategis dan beragam.
“Mulai dari melakukan sosialisasi, menampung berbagai keluhan terkait kondisi di kampus, hingga melakukan penanganan terhadap kasus-kasus yang terjadi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor Gunarso juga menggarisbawahi pentingnya peran Satgas dalam memberikan pendampingan kepada pihak-pihak yang membutuhkan bantuan.
Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan Satgas tidak hanya sebatas pada tindakan reaktif terhadap kekerasan yang terjadi, tetapi juga proaktif dalam menanamkan kesadaran akan pencegahan kekerasan di kalangan seluruh civitas akademika.
Sementara itu, Ketua Satgas PPKPT Periode 2024–2026, Dr Sulis Riptiono SE MM, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota satgas pada periode sebelumnya.
Apresiasi tersebut sangat penting sebagai bentuk pengakuan atas usaha-usaha yang telah dilakukan oleh mereka dalam menangani isu kekerasan di lingkungan kampus.
Pembentukan Satgas PPKPT ini tidak hanya menandai langkah maju bagi Universitas Putra Bangsa dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya untuk mengikuti jejak serupa.
Dengan adanya satgas ini, diharapkan tidak hanya masalah kekerasan dapat diminimalisir, tetapi juga kesadaran akan pentingnya menciptakan atmosfer positif di perguruan tinggi semakin meningkat. (cah/stch/dda)
















