Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Workshop Pembuatan Keris Jadi Daya Tarik Pameran Cagar Budaya Cilacap
Tasyi Athasyia Laporkan Karyawan ke Polisi, Puluhan Barang Mewah Senilai 570 Juta Dicuri

Tasyi Athasyia Laporkan Karyawan ke Polisi, Puluhan Barang Mewah Senilai 570 Juta Dicuri

Karyawan Curi Barang MewahKaryawan Curi Barang Mewah
Tasyi Athasyia

BANYUMASEKSPRES.ID, Content creator Tasyi Athasyia mengungkap pengalaman pahit setelah mendapati sejumlah barang mewah miliknya diduga dicuri oleh salah satu karyawan.

Barang yang hilang berupa tas dan sepatu mewah dengan nilai keseluruhan mencapai sekitar Rp570 juta. Tasyi mengungkap kasus tersebut melalui Threads.

Ia menceritakan bagaimana barang-barang miliknya mulai diketahui hilang sejak awal Maret 2026 ketika dirinya sedang melakukan renovasi walking closet sekaligus merapikan koleksi tas mewah.

Saat itu, Tasyi menyadari sekitar lima tas miliknya tidak berada di tempat. Ia kemudian berusaha mencari barang-barang tersebut, tetapi tidak berhasil menemukannya.

Karena belum mengetahui penyebab tas tersebut hilang, Tasyi memilih untuk mengikhlaskannya.

“Aku berpikir, kalau memang tas-tas itu rezeki aku pasti tidak akan ke mana,” tuturnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, Tasyi mulai menyadari bahwa jumlah barang mewah miliknya yang hilang semakin banyak.

Tas dan sejumlah barang lainnya diketahui tidak lagi berada di tempat penyimpanan.

Kecurigaan Tasyi akhirnya menemukan titik terang pada Kamis (6/8/2026) malam.

Salah satu stafnya menerima notifikasi email di ponsel setelah melakukan login menggunakan iMac kantor.

Email tersebut berisi pemberitahuan mengenai transaksi barang yang telah terjual di salah satu toko online melalui media sosial.

Staf Tasyi kemudian menelusuri informasi tersebut dan menemukan bukti transaksi jual beli barang-barang yang sebelumnya diketahui hilang.

Dari penelusuran awal, setidaknya terdapat 12 barang milik Tasyi yang diketahui telah dijual melalui salah satu toko jual beli barang branded di media sosial.

Barang-barang tersebut diduga berasal dari koleksi milik Tasyi yang sebelumnya hilang.

Setelah menemukan bukti transaksi, Tasyi kemudian mengonfrontasi salah satu karyawannya yang diduga terlibat. Pada awalnya, orang tersebut disebut tidak mengakui perbuatannya.

Namun, setelah bukti transaksi dan informasi mengenai penjualan barang ditunjukkan, karyawan tersebut akhirnya tidak dapat lagi mengelak.

Dalam keterangannya, pelaku bahkan disebut mengakui bahwa barang yang diambil sebenarnya lebih dari 12 item.

Kasus tersebut membuat Tasyi merasa kecewa karena persoalan yang dihadapi bukan hanya menyangkut kehilangan barang dengan nilai ratusan juta rupiah.

Ia merasa kepercayaan yang selama ini diberikan kepada orang terdekat juga ikut hancur.

“Yang bikin sakit hati adalah kepercayaan yang sudah dibangun serta berbagai memori indah yang dilewati selama ini menjadi hancur hanya karena perbuatan tersebut,” kata Tasyi.

Tasyi juga mengaku pengalaman tersebut mengingatkannya pada kejadian serupa yang pernah dialami sebelumnya.

Karena itu, ia tidak ingin menyelesaikan kasus pencurian tersebut hanya dengan permintaan maaf.

Menurut Tasyi, pengalaman masa lalu membuat dirinya lebih berhati-hati dalam menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kepercayaan.

Ia mengatakan pernah memberikan kesempatan kepada orang yang melakukan kesalahan, tetapi kemudian justru menghadapi persoalan lain.

“Dulu juga persis begini. Di depan aku, mereka minta maaf, tapi setelah dimaafkan malah memfitnah aku. Jujur, trauma ya Allah,” ungkapnya.

Tasyi kemudian memilih membawa kasus dugaan pencurian tersebut ke jalur hukum.

Ia mengaku telah melaporkan kasus tersebut kepada polisi pada 7 Agustus 2026.

Keputusan melaporkan kasus ke polisi diambil setelah Tasyi mengetahui adanya sejumlah bukti transaksi barang miliknya yang diduga dijual.

Langkah tersebut juga menjadi bentuk penyelesaian hukum atas dugaan pencurian yang dialaminya.

Tasyi mengaku tidak menyangka harus kembali menghadapi persoalan serupa.

Ia mengatakan membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun untuk kembali membangun kepercayaan terhadap orang lain setelah pengalaman sebelumnya.

Menurutnya, rasa kecewa semakin besar karena selama ini dirinya berusaha memperlakukan karyawan dengan baik.

Tasyi bahkan mengaku berusaha menganggap para pekerjanya seperti keluarga.

Ia juga menceritakan kondisi karyawan yang diduga terlibat tersebut sebelum bekerja dengannya.

Menurut Tasyi, karyawan tersebut sebelumnya tidak memiliki pengalaman dan mendapatkan gaji sekitar Rp1 juta di tempat kerja sebelumnya.

Ketika bekerja bersama Tasyi, karyawan tersebut disebut mendapatkan upah di atas UMR.

Selain gaji, Tasyi juga menyebut memberikan bonus serta fasilitas kerja yang dinilai cukup baik.

Meski demikian, persoalan tersebut akhirnya membuat Tasyi merasa kepercayaannya dikhianati.

Ia menilai nilai kerugian materi bukan satu-satunya hal yang membuatnya terpukul.

Kasus dugaan pencurian barang mewah milik Tasyi Athasyia kini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Sementara itu, Tasyi memilih menyerahkan proses selanjutnya kepada jalur hukum.

Pengungkapan kasus tersebut juga menjadi pengingat bagi Tasyi mengenai pentingnya menjaga kepercayaan sekaligus memastikan keamanan barang-barang pribadi.

Terlebih, sejumlah barang yang hilang merupakan koleksi mewah dengan nilai yang tidak sedikit.

Dengan laporan polisi yang telah dibuat pada 7 Agustus 2026, proses hukum terkait dugaan pencurian tersebut selanjutnya akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tasyi berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui proses hukum dan tidak kembali berhenti hanya pada permintaan maaf. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Workshop Pembuatan Keris Jadi Daya Tarik

Workshop Pembuatan Keris Jadi Daya Tarik Pameran Cagar Budaya Cilacap