Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Pengamanan di Jayawijaya Diperketat Pasca Penembakan Rombongan Pegawai Dinas Peternakan
Tim SAR Kerahkan Belasan Kapal dan 2 Drone Thermal Cari 5 Jurnalis di Selat Sunda

Tim SAR Kerahkan Belasan Kapal dan 2 Drone Thermal Cari 5 Jurnalis di Selat Sunda

Area Operasi Kembali diperluasArea Operasi Kembali diperluas
PENCARIAN : Tim SAR Gabungan melakukan pencarian lima wartawan atau jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Tim SAR Gabungan kembali memperluas area pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda.

Memasuki hari keempat operasi SAR pada Jumat (11/9), pencarian dilakukan dengan kekuatan yang lebih besar dan cakupan wilayah yang diperluas.

Area pencarian kini dibagi menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus.

Total luas wilayah yang menjadi sasaran penyisiran mencapai sekitar 3.243,7 nautical mile persegi.

Perluasan area dilakukan setelah Tim SAR Gabungan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi pada hari-hari sebelumnya serta mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan.

Sejumlah alat utama sistem (alutsista) dan sarana pendukung dikerahkan untuk membantu pencarian delapan orang yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten, Al Amrad, mengatakan pembagian wilayah pencarian menjadi beberapa sektor merupakan langkah untuk membuat proses penyisiran lebih terarah.

Selain empat sektor utama, Tim SAR juga menetapkan satu sektor khusus di sekitar lokasi yang menjadi perhatian dalam operasi pencarian.

“Memasuki hari keempat, kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor khusus di sekitar lokasi yang menjadi perhatian,” kata Al Amrad.

Dengan pola tersebut, masing-masing unsur pencarian dapat menjalankan penyisiran berdasarkan wilayah yang telah ditentukan.

Tim SAR juga terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan operasi untuk menentukan langkah berikutnya.

Luas wilayah pencarian yang mencapai sekitar 3.243,7 nautical mile persegi membuat operasi membutuhkan koordinasi dan dukungan berbagai unsur.

Untuk mendukung pencarian di perairan Selat Sunda, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah kapal dan sarana laut.

Beberapa unsur yang dilibatkan antara lain KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, KRI Lepu, KP Sanjaya, KP Hayabusa, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta TB Gunung Santri.

Selain armada laut, Tim SAR juga menurunkan dua unit drone thermal. Teknologi tersebut menjadi salah satu sarana pendukung dalam upaya menemukan korban, terutama ketika pencarian membutuhkan pemantauan dari udara.

Berbagai sarana darat dan pendukung lainnya turut disiagakan untuk memperkuat operasi pencarian.

Al Amrad memastikan seluruh unsur dan sarana yang tersedia akan dioptimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian.

“Kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan dalam setiap pergerakan tim. Kondisi cuaca dan gelombang terus kami monitor, sementara pencarian dilakukan secara terkoordinasi dan maksimal di seluruh sektor yang telah ditentukan,” tegasnya.

Delapan orang yang hingga hari keempat masih dicari terdiri dari tiga kru speedboat dan lima jurnalis.

Tiga kru yang masih dalam pencarian yakni Warta (55) yang merupakan kapten kapal, Surakman (60) selaku anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto (49) yang berperan sebagai guide.

Sementara lima lainnya merupakan jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan.

Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis Antara; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu; serta Donal, jurnalis freelance.

Kedelapan orang tersebut menjadi sasaran utama pencarian Tim SAR Gabungan yang terus diperluas sejak operasi memasuki hari keempat.

“Kami berharap perluasan area dan penambahan kekuatan unsur pencarian ini dapat memberikan titik terang,” harap Al Amrad.

Dalam pelaksanaan operasi SAR di wilayah perairan, faktor keselamatan menjadi salah satu perhatian utama.

Tim SAR tidak hanya berfokus pada perluasan area, tetapi juga terus memantau kondisi cuaca dan gelombang di lokasi pencarian.

Al Amrad menegaskan, setiap pergerakan unsur pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan petugas.

Kondisi lapangan dapat memengaruhi pola penyisiran maupun pergerakan kapal yang dikerahkan.

Tim Gabungan juga terus melaksanakan penyisiran berdasarkan sektor yang telah ditentukan.

Pembagian sektor tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia sehingga pencarian terhadap delapan orang dapat dilakukan secara maksimal.

Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat ini dilakukan setelah mereka dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda.

Kelima jurnalis diketahui berada di lokasi untuk menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Memasuki hari keempat, Tim SAR Gabungan masih berupaya menemukan keberadaan seluruh korban.

Perluasan wilayah pencarian menjadi salah satu langkah yang diambil untuk memperbesar peluang menemukan titik keberadaan mereka.

Dengan pengerahan kapal dari berbagai unsur, dua unit drone thermal, serta sarana pendukung lainnya, operasi SAR diharapkan segera menemukan titik terang dan memberikan kepastian mengenai keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian.

Tim SAR Gabungan akan terus melakukan penyisiran sesuai sektor yang telah ditentukan dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh petugas yang terlibat dalam operasi. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pengamanan di Jayawijaya Diperketat

Pengamanan di Jayawijaya Diperketat Pasca Penembakan Rombongan Pegawai Dinas Peternakan