Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

TPA Kalipancur Purbalingga Diprediksi Penuh pada 2026, Pemerintah Siapkan Solusi Terpadu

Tpa kalipancur terancam overload di 2026Tpa kalipancur terancam overload di 2026

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang terletak di Kalipancur, Desa Bedagas, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, diperkirakan akan penuh pada akhir tahun 2026.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Purbalingga, yang pada Selasa, 3 Juni 2025, diwakili oleh Bupati Fahmi Muhammad Hanif bersama rombongan untuk meninjau langsung keadaan TPA tersebut.

TPA seluas 6,3 hektare ini saat ini sudah menghadapi masalah kapasitas yang terus meningkat.

Mengingat pentingnya pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga telah mengambil langkah preventif dengan melarang penggunaan metode open dumping (pembuangan sampah terbuka) di TPA tersebut.

Sebagai solusi sementara, sampah-sampah yang masuk ke TPA ditutup menggunakan tanah urug untuk mencegah penumpukan yang berlebihan.

Bupati Fahmi menyatakan bahwa solusi jangka panjang untuk permasalahan ini sudah mulai disiapkan, yaitu dengan merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang lebih modern.

Konsep TPST tersebut tidak hanya bertujuan untuk menampung sampah, tetapi juga untuk mengolah sampah menjadi material yang dapat dimanfaatkan kembali secara produktif.

Pendekatan ini, yang dikenal dengan istilah ekonomi sirkular, diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPA sekaligus menciptakan nilai tambah dari sampah yang ada.

“Solusi jangka panjang ini sangat penting, terutama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan di Purbalingga. Dengan TPST, sampah bisa dikelola dengan cara yang lebih efisien dan berdampak positif bagi ekonomi dan lingkungan,” jelas Bupati Fahmi.

Selain itu, pemerintah juga sedang mempersiapkan sistem desentralisasi pemrosesan sampah, yang berarti sampah akan diolah lebih dekat dengan sumbernya, mengurangi kebutuhan untuk pengangkutan sampah dalam jarak jauh.

Selama peninjauan, rombongan Bupati juga meninjau titik pembuangan liar sampah yang berada dekat SPBU Kalimanah Wetan. Bupati Fahmi sangat prihatin dengan masih adanya kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Mari kita jaga lingkungan kita dengan membuang sampah pada tempatnya,” tegas Bupati Fahmi, mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dalam peninjauan tersebut, pihak pemerintah berhasil membersihkan sekitar 7 ton sampah yang tercecer di berbagai lokasi. Pembersihan dilakukan di tiga titik utama, yakni wilayah Karangsari, aliran Sungai Pejaten, dan Jalan Gerilya di Desa Kalimanah Wetan.

Lokasi-lokasi ini memang dikenal sebagai area rawan pembuangan sampah liar. Dengan adanya pembersihan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan mereka.

Kegiatan peninjauan ini juga menjadi bagian dari inisiatif Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk meningkatkan komitmen terhadap masalah lingkungan hidup, seiring dengan pembangunan infrastruktur yang tengah berlangsung.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Road Trip motor yang melibatkan berbagai lintas wilayah teknis di Kalimanah, Bedagas, dan sekitarnya.

Dengan cara ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap dapat menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi masalah sampah, sekaligus mendorong warga untuk lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah di lingkungan mereka.

Selain itu, Bupati Fahmi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga berkomitmen untuk terus bekerja keras dalam menyediakan fasilitas yang memadai untuk mengolah sampah, namun masyarakat juga harus berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Tantangan pengelolaan sampah di Purbalingga memang cukup besar, namun dengan langkah-langkah konkret yang telah direncanakan, diharapkan masalah ini dapat diatasi dengan baik.

Pembangunan TPST dan penerapan ekonomi sirkular diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang dapat membawa Purbalingga menjadi kota yang lebih bersih, hijau, dan ramah lingkungan. (amr/stch)

Berita Sebelumnya
Nelayan cilacap hilang kontak

Sempat Hilang Kontak, Nelayan Cilacap Ditemukan Selamat Setelah 21 Jam di Laut Selatan

Berita Selanjutnya
53 ribu kpm dicoret

Pembaruan Data Bansos, 53 Ribu KPM di Banyumas Tak Lagi Dapat Bantuan Sosial