BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen telah mengambil langkah penting dalam pengembangan sarana dan prasarana pendidikan dengan merintis pembangunan kampus berbasis modular.
Inisiatif ini tidak hanya menjadi terobosan bagi institusi pendidikan tersebut, tetapi juga digadang-gadang sebagai konsep masa depan yang akan mengubah cara kita memandang infrastruktur pendidikan.
Konsep kampus modular ini menawarkan sistem pembangunan yang cepat, praktis, hemat biaya, dan fleksibel, sehingga menjadi pilihan ideal di era modern saat ini.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UMNU Kebumen berkolaborasi dengan tim instruktur dan perusahaan penyedia rumah modular.
Mereka terlihat aktif di lokasi pembangunan, di mana puluhan komponen bangunan modular diturunkan dari kendaraan pengangkut dan dirakit langsung di area kampus.
Rektor UMNU Kebumen, Dr Imam Satibi, menjelaskan bahwa bangunan modular tersebut dipesan langsung dari China.
Desain modern ini kini banyak diterapkan di Indonesia, terutama untuk berbagai kebutuhan proyek, termasuk fasilitas pendidikan dan perkantoran.
“Kami menciptakan ruang akademik yang lebih terpusat dan efisien,” ungkapnya saat wawancara pada Rabu (20/5).
Proyek pembangunan kampus modular di UMNU Kebumen meliputi sekitar 20 ruang berukuran 3×6 meter yang akan difungsikan sebagai sentral akademik dan pusat pelayanan kampus.
Dengan adanya kawasan ini, layanan akademik dapat dipusatkan di satu tempat strategis.
“Ruang dosen, pengembangan riset, hingga office center akan ditempatkan di bangunan modular ini agar layanan menjadi lebih nyaman dan efektif,” lanjut Imam Satibi.
Pembangunan ini bukan sekadar tentang fisik bangunan semata. Bangunan modular juga memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya semakin menarik.
Beberapa fitur unggulan dari bangunan ini antara lain kedap suara, tahan panas, tahan api, serta kemudahan dalam pemindahan jika lokasi penggunaan berubah.
“Kalau suatu saat lahannya digunakan untuk kebutuhan lain, bangunan ini bisa dipindahkan lagi ke tempat berbeda,” jelasnya.
Fleksibilitas interior juga menjadi salah satu aspek menarik dari bangunan modular tersebut.
Desain interior dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna secara efektif.
Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi mahasiswa dan staf pengajar di UMNU Kebumen.
UMNU Kebumen mengalokasikan dana lebih dari Rp700 juta untuk merealisasikan proyek pembangunan sekitar 20 ruang modular tersebut.
Anggaran yang signifikan ini menunjukkan komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas layanan akademik mereka melalui adopsi teknologi modern dalam infrastruktur pendidikan.
Inovasi ini sejalan dengan tren global yang semakin mengarah pada penggunaan solusi konstruksi yang efisien dan ramah lingkungan.
Pembangunan modul tidak hanya memenuhi kebutuhan ruang belajar yang baik tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dengan menggunakan bahan-bahan yang lebih efisien.
Sistem kampus modular ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa tetapi juga bagi seluruh pihak terkait dalam ekosistem pendidikan di Kebumen.
Dengan adanya ruang-ruang yang dapat dipindahkan sesuai kebutuhan, universitas memiliki fleksibilitas tinggi untuk menanggapi perubahan kebutuhan pendidikan atau penambahan jumlah mahasiswa di masa mendatang. (cah/stch/dda)
















