BANYUMASEKSPRES.ID, Universitas Terbuka (UT) terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Indonesia dengan menyediakan sedikitnya 20 ribu kuota beasiswa pada tahun akademik mendatang.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Rektor UT, Prof. Ali Muktiyanto, dalam acara UT Media Days 2025 di UT Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat, 28 November 2025.
Menurut Ali, beasiswa diberikan melalui berbagai skema yang bersumber dari pemerintah, mitra UT, lembaga perbankan, hingga komunitas alumni.
“Kita berikan tidak kurang dari 20 ribu porsi beasiswa kita berikan kepada masyarakat dan ini akan terus bergulir,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa beasiswa tersebut disiapkan untuk memastikan mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial tetap dapat menyelesaikan pendidikannya di UT.
Skema Beasiswa UT
UT terlibat aktif dalam sejumlah program beasiswa nasional maupun internal kampus. Salah satu yang terbesar adalah Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, program bantuan pendidikan dari pemerintah pusat.
Sebagai perguruan tinggi negeri berbasis pembelajaran jarak jauh, UT menjadi salah satu penyalur resmi beasiswa tersebut.
Selain itu, UT juga membuka Beasiswa Prestasi yang ditujukan bagi mahasiswa dengan capaian akademik maupun non-akademik.
Beasiswa ini dapat diikuti oleh mahasiswa yang meraih juara 1, 2, atau 3 dalam kompetisi tingkat nasional atau internasional.
Penerima beasiswa dapat berasal dari bidang akademik, olahraga, seni, hingga lomba kreatif lainnya. Mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi juga mendapat kesempatan mengajukan beasiswa ini.
“Pertama kita terlibat aktif dalam beasiswa KIP K. Kemudian beasiswa prestasi, kemudian beasiswa CS Karimitra,” ujarnya.
Berikutnya, UT menyiapkan Beasiswa CS Karimitra, yaitu bantuan biaya pendidikan yang berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) mitra perbankan.
Program ini ditujukan untuk mendukung mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial tambahan.
Rektor UT menyampaikan bahwa dukungan beasiswa juga datang dari alumni UT, yang secara rutin menyalurkan bantuan pada setiap periode wisuda.
“Kita kemudian beasiswa alumni kita yang hari ini kita tahu bersama di seluruh tanah air secara serentak setiap wisuda dan sebagainya paling tidak 20 porsi beasiswa itu diberikan,” jelasnya.
Setiap gelombang wisuda, setidaknya 20 penerima memperoleh beasiswa dari para lulusan UT yang tersebar di berbagai daerah.
Tidak hanya itu, terdapat pula beasiswa dari pemerintah daerah serta program beasiswa yang disediakan oleh mitra strategis UT di berbagai sektor.
Beasiswa untuk Wartawan
Dalam kesempatan yang sama, UT juga memperkenalkan skema beasiswa baru khusus untuk kalangan wartawan. Program ini dibuka untuk jenjang S1 di seluruh program studi yang tersedia di UT.
Ali menjelaskan bahwa beasiswa ini diberikan untuk mendukung insan media yang dinilai memiliki prestasi dan komitmen dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Kami ingin insan media yang masih memenuhi kriteria secara kompetitif untuk mendapatkan beasiswa,” tuturnya.
Lebih lanjut, UT kini tengah mempersiapkan program studi S2 Ilmu Komunikasi, sehingga wartawan atau peminat kajian media dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi setelah program tersebut resmi dibuka.
Melalui penyediaan 20 ribu kuota beasiswa ini, UT berharap dapat memperkuat komitmen dalam memperluas kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang menghadapi keterbatasan biaya maupun hambatan geografis.
“Saya ingin mohon maaf hari ini prodi S2 komunikasi sedang dalam proses tapi kalau ada yang ingin menikmati pendidikan beasiswa S1, prodi apapun silahkan nanti dibikin mekanismenya kita akan siapkan kursi untuk beasiswa wartawan yang berprestasi dan bertanggung jawab,” kata Ali.
Berbagai skema bantuan tersebut diharapkan mampu membuka jalan bagi lebih banyak masyarakat untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang berkualitas, fleksibel, dan terjangkau melalui Universitas Terbuka (UT). (mwp)
















