Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Update Longsor Situkung Banjarnegara: 7 Korban Ditemukan di Medan Labil

Tujuh Korban Ditemukan di Medan LabilTujuh Korban Ditemukan di Medan Labil
EVAKUASI: Tim Sar saat mengevakuasi jenazah korban longsor di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum yang ditemukan di area sektor C2

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Upaya pencarian korban longsor di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum, terus berlanjut memasuki hari kelima dengan temuan signifikan.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan tujuh korban baru yang terkubur di bawah timbunan tanah dan bebatuan.

Meski demikian, medan pencarian tetap menantang. Kondisinya masih labil dan rawan longsor susulan. Cuaca yang berubah-ubah juga menjadi faktor yang mempersulit operasi ini.

Penemuan korban ini menambah bobot operasi yang telah berlangsung dalam tekanan waktu dan risiko keselamatan tinggi sejak hari pertama.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menekankan bahwa setiap jenazah yang ditemukan segera menjalani proses identifikasi oleh tim Postmortem DVI Polri di posko utama.

“Langkah cepat ini penting untuk memberi kepastian kepada keluarga yang menunggu kabar perkembangan pencarian,” ujarnya kepada awak media pada Kamis (20/11) malam.

Syafii menjelaskan lebih lanjut bahwa dari tujuh korban longsor Situkung yang ditemukan, lima di antaranya telah teridentifikasi sebagai Esiah, Maruni, Karti, Warjono Lamar, dan Lipah. Kelimanya merupakan warga Dusun Situkung.

Dengan identifikasi ini, total jenazah yang berhasil dikenali sejak awal operasi mencapai sepuluh orang. Namun demikian, masih ada 18 warga lainnya yang belum ditemukan.

“Dua dari korban sebelumnya belum bisa kami identifikasi karena kondisi jenazah tidak utuh,” tambah Syafii sambil menunjukkan tantangan besar dalam proses identifikasi akibat dampak fisik longsor tersebut.

Syafii juga merinci kondisi lapangan yang sangat dinamis. Beberapa titik pencarian masih mengalami pergerakan tanah aktif.

Hujan sporadis pada siang dan sore seringkali membuat tebing dan permukaan tanah melemah kembali sehingga potensi longsor susulan harus diwaspadai secara serius.

Dalam beberapa kesempatan, tim SAR terpaksa menghentikan sementara pencarian demi menghindari risiko terlalu tinggi.

“Cuaca yang tidak menentu dan tanah yang labil adalah tantangan serius,” ujar Syafii penuh empati sembari menegaskan pentingnya pengawasan ketat untuk menjaga keselamatan seluruh personel.

Keselamatan petugas adalah prioritas utama karena potensi longsor susulan dapat terjadi tanpa peringatan.

Hingga Kamis sore, tim SAR terus menyisir tiga sektor utama yang diperkirakan sebagai lokasi kuat para korban tertimbun.

Penyisiran dilakukan dengan kombinasi alat berat, anjing pelacak serta penempatan personel berpengalaman di posisi strategis.

Pola longsoran dan arah luncuran material dianalisis untuk menentukan titik penggalian baru berdasarkan informasi dari warga selamat.

Meskipun tekanan psikologis meningkat seiring bertambahnya hari pencarian, Syafii memastikan operasi tetap berjalan dengan pola siaga penuh.

Tim SAR menjaga ritme pencarian intens tanpa mengabaikan faktor keselamatan sekaligus membuka kemungkinan penambahan alat berat jika keadaan memungkinkan.

Di tengah segala tantangan medan dan cuaca sulit ini, harapan untuk menemukan korban lainnya masih menjadi penggerak utama bagi seluruh personel terlibat.

Operasi penyelamatan ini tidak hanya menunjukkan kesiapsiagaan namun juga dedikasi tinggi dari tim SAR demi kemanusiaan. (jud/dda)

Berita Sebelumnya
Arsenal vs Tottenham ‘Derby Cedera’ di Emirates

Prediksi Arsenal vs Tottenham : Derby London Utara di Emirates, Kedua Tim Diterpa Badai Cedera

Berita Selanjutnya
Bansos BPNT 600 Ribu

Bansos BPNT 600 Ribu Tahap 4 Cair Hari Ini di 3 Provinsi, Cek Disini!