Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

115 Mustahik di Purbalingga & Pemalang Dapat Bantuan Modal Usaha

115 mustahik dapat bantuan modal usaha115 mustahik dapat bantuan modal usaha
Wakil Bupati Purbalingga, Ketua BAZNAS Jateng, dan Kepala Kanwil Kementerian Agama Jateng, menyerahkan bantuan secara simbolis.

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam upaya memperkuat ekonomi umat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan modal usaha kepada 115 mustahik produktif dari Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Pemalang.

Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Hotel Grand Braling, Purbalingga, pada hari Selasa (12/8/2025).

Sebanyak 100 mustahik binaan BAZNAS Jateng menerima masing-masing modal usaha sebesar Rp3 juta. Sementara itu, 15 penerima lainnya terlibat dalam program pemberdayaan ekonomi umat berbasis Kantor Urusan Agama (KUA) yang dijalankan oleh Kementerian Agama.

Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, memberikan apresiasi kepada BAZNAS Jateng dan Kemenag atas sinergi yang terus terjalin dalam upaya ini. Ia menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya sekadar santunan tetapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi umat.

Dimas mengungkapkan rencana peningkatan kerja sama dengan BAZNAS Purbalingga, tidak hanya dalam penyaluran zakat tetapi juga optimalisasi penerimaan zakat.

“Kami akan mendorong partisipasi ASN di lingkungan Pemkab Purbalingga untuk berzakat melalui BAZNAS,” ujar Dimas.

Selain itu, ia juga berpesan agar para penerima dapat menggunakan bantuan modal usaha tersebut dengan bijak dan bertanggung jawab.

“Bantuan ini adalah amanah dari para muzaki yang menunaikan zakatnya dengan penuh keikhlasan. Gunakan untuk kegiatan usaha yang benar-benar produktif,” tambahnya.

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Darodji, menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan untuk memberikan bantuan modal usaha kepada 3.500 mustahik pada tahun 2025.

Hingga saat ini, jumlah total penerima bantuan dari BAZNAS Jateng telah mencapai 17.500 orang. Darodji juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap para mustahik agar mereka dapat mengelola modal dengan baik dan tidak cepat habis.

“Mereka tidak hanya menerima bantuan tetapi juga pendampingan. Kalau tidak didampingi, modal bisa habis begitu saja. Harapan kami, mustahik yang dibina akan berkembang menjadi muzaki,” ungkap Ahmad Darodji.

Di sisi lain, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyatakan bahwa zakat memiliki potensi besar untuk mendorong kemandirian ekonomi umat Islam di Indonesia.

Saat ini, zakat nasional yang terkumpul baru mencapai Rp41 triliun jauh dari potensi sebenarnya yang diperkirakan bisa menembus Rp300 triliun per tahun.

“Kementerian Agama berjalan sejajar dengan BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat. Jika kesadaran berzakat tumbuh Insya Allah ekonomi umat Islam akan berkembang lebih baik,” tegas Saiful.

Acara simbolis penyerahan bantuan yang dilakukan oleh Wakil Bupati Purbalingga bersama Ketua BAZNAS Jateng dan Kepala Kanwil Kementerian Agama Jateng mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan perekonomian kaum muslimin melalui pemanfaatan dana zakat secara tepat guna.

Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berzakat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan agama yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat luas khususnya mereka yang kurang mampu secara ekonomi.

Sebagai lembaga yang bertugas menghimpun dan menyalurkan zakat infak serta sedekah masyarakat sesuai dengan amanah undang-undang BAZNAS terus berupaya meningkatkan efektivitas pengelolaan dana zakat agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi penerimanya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah lembaga keagamaan serta masyarakat umum diharapkan program-program seperti ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak mustahik yang terbantu dalam meningkatkan taraf hidup dan keluar dari jeratan kemiskinan.

Keberhasilan program ini tentunya sangat bergantung pada komitmen semua pihak termasuk para muzaki yang telah berkontribusi melalui pembayaran zakat serta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan lembaga terkait lainnya.

Dalam jangka panjang diharapkan semakin banyak orang sadar akan pentingnya partisipasi aktif dalam kegiatan filantropi keagamaan seperti zakat infak sedekah sehingga lebih banyak lagi saudara-saudara kita bisa merasakan manfaat nyata dari dana-dana tersebut.

Kolaborasi semacam ini menunjukkan betapa pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun kesejahteraan bersama melalui pendekatan-pendekatan strategis berbasis nilai-nilai keagamaan dan solidaritas sosial demi tercapainya kehidupan yang lebih sejahtera adil makmur bagi seluruh rakyat Indonesia. (*/stch)

Berita Sebelumnya
Layanan publik di pati kembali normal

Usai Aksi Unjuk Rasa, Layanan Publik di Pati Kembali Berjalan Normal

Berita Selanjutnya
Keseruan lansia lomba makan kerupuk

Melihat Keseruan Lansia Lomba Makan Kerupuk di Panti Jompo Soekinto Banjarnegara