BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Di sebuah sudut yang tenang di Desa Patikraja, Kabupaten Banyumas, pagi hari datang dengan damai dan tanpa tergesa-gesa. Permukaan kolam yang jernih beriak sesekali ketika ikan gurame muncul ke permukaan.
Di tepi kolam tersebut, Andes Mailadi Sudrajat (50) memulai rutinitasnya dengan menabur pakan, memeriksa kualitas air, dan memastikan segala sesuatunya berjalan dengan baik.
Kehidupan yang sederhana ini mungkin tampak biasa bagi sebagian orang. Namun bagi Andes, di sinilah ia menemukan sesuatu yang selama ini tidak pernah ia miliki: ketenangan.
Selama lebih dari dua dekade sebelumnya, langkah hidup Andes tidak selalu seindah saat ini.
Ia menghabiskan waktu yang lama sebagai seorang debt collector, profesi yang menuntut ketegasan, keberanian dan sering kali berhadapan dengan konflik.
Jalanan yang sibuk, target-target yang harus dicapai dan adrenalin tinggi merupakan bagian dari kesehariannya yang tak terpisahkan.
“Dulu saya sebagai DC selama 23 tahun. Karena sudah merasa jenuh, kami banting setir,” kenangnya dengan nada penuh refleksi.
Dua puluh tiga tahun bukanlah perjalanan singkat. Dalam kurun waktu tersebut, Andes terbiasa menghadapi situasi yang penuh tekanan dan ketidakpastian.
Tekanan demi tekanan bertumpuk hingga ia mencapai titik jenuh. Tidak hanya lelah secara fisik, tetapi juga emosional.
Keputusan untuk meninggalkan profesi yang telah menjadi sumber penghidupan selama puluhan tahun bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.
Ada rasa khawatir tentang masa depan dan ketidakpastian akan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Namun Andes memilih untuk mempercayai satu hal: perubahan selalu mungkin asalkan kita memiliki keberanian untuk melangkah menuju sesuatu yang baru.
Pilihan ini membawanya ke dunia perikanan yang sama sekali berbeda dari kehidupannya sebelumnya.
Bukan lagi jalanan panas yang dipenuhi oleh stres dan tuntutan, melainkan kolam air segar yang tenang.
Awalnya, Andes hanya memiliki lahan kecil di halaman rumahnya dan modal seadanya untuk memulai usaha baru ini.
Meskipun keterbatasan menjadi tantangan tersendiri, keberanian dan tekadnya tumbuh melonjak dari situasi tersebut.
“Saya mulai dari halaman rumah yang sederhana, membangun satu kolam kecil dengan modal awal sekitar Rp5 juta,” ujarnya menceritakan awal mula perjalanannya dalam budidaya ikan gurame.
Saat itu tidak ada jaminan bahwa usahanya akan berhasil; hanya keyakinan dan inspirasi dari rekan-rekannya di bidang perikanan yang mendorongnya maju.
Mereka adalah contoh nyata bahwa usaha kecil bisa berkembang jika ditekuni dengan konsisten dan penuh dedikasi.
Hari-hari awal Andes dalam budidaya ikan gurame dipenuhi dengan pembelajaran baru.
Ia harus memahami perilaku ikan gurame serta mengatur kualitas air agar tetap optimal untuk pertumbuhan ikan-ikan tersebut.
Selain itu, ia juga belajar bagaimana menentukan pola pemberian pakan yang tepat agar ikan tumbuh sehat dan cepat besar.
Seiring berjalannya waktu, hasil kerja kerasnya mulai menunjukkan hasil positif.
Kolam pertama yang ia bangun kini telah berkembang menjadi lima kolam dan jumlah ikan gurame pun meningkat hingga lebih dari 1.000 ekor dalam pemeliharaannya saat ini.
Setiap kali panen tiba, Andes mampu menghasilkan sekitar 600 kilogram ikan gurame.
Dengan harga pasar berkisar Rp50 ribu per kilogram, hasil panen tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Namun bagi Andes, angka-angka tersebut bukanlah tujuan utama dari usahanya di bidang perikanan ini.
Terdapat nilai lain yang jauh lebih berharga baginya—yaitu ritme hidup baru yang berhasil ia temukan melalui aktivitas merawat kolam gurame miliknya setiap hari.
Tidak lagi dikejar oleh target atau dibayangi konflik seperti dahulu kala; kini ia menikmati setiap momen dalam kesederhanaan rutinitas barunya.
Setiap pagi adalah saat-saat berharga baginya untuk memastikan ikan-ikannya sehat dan mendapatkan pakan dengan baik—pakan sederhana berupa daun-daunan mudah ditemukan di sekitar lingkungan rumahnya tanpa ada kerumitan berlebih dalam merawatnya. Dalam kesederhanaan inilah ia menemukan kekuatan usahanya.
“Sekarang lebih tenang; nggak seperti dulu yang penuh tekanan,” ungkapnya pelan namun yakin sambil melihat ke arah kolam tempat ikannya berenang bebas.
Apa yang dilakukan oleh Andes mungkin terlihat biasa saja bagi banyak orang—hanya sekadar kolam ikan di halaman rumah—tetapi di balik itu semua terdapat perjalanan panjang tentang keberanian untuk mengubah arah hidup menuju sesuatu yang lebih baik.
Dari dunia pekerjaan yang keras menuju kehidupan baru nan damai sebagai peternak gurame, Andes telah membuktikan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dengan langkah besar; cukup satu keputusan tegas untuk merubah kehidupan melalui satu kolam kecil dan kemauan kuat untuk bertahan dan terus belajar.
Dari lahan sempit miliknya kini tumbuh bukan hanya ikan gurame tetapi juga harapan baru akan kehidupan yang bisa dijalani dengan cara berbeda—lebih sederhana namun tetap bermakna dalam setiap langkahnya sehari-hari.
Ia menyampaikan pesan penting kepada orang-orang sekitarnya bahwa keterbatasan bukanlah penghalang tetapi tantangan untuk mengolah peluang menjadi kesempatan berharga.
Kini setiap riak air di kolam gurame miliknya seakan menjadi pengingat bahwa dalam dunia serba cepat saat ini masih ada ruang untuk melambat sejenak dan menikmati momen-momen kecil dalam hidup kita.
Dan di sinilah mungkin ketenangan sejati dapat ditemukan—dalam kesederhanaan hidup sehari-hari serta usaha gigih demi mencapai impian meski harus dimulai dari nol.
Dengan kisah inspiratif ini, Andes Mailadi Sudrajat memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana kita bisa menemukan kebahagiaan sejati dalam hal-hal sederhana jika kita mau mengambil langkah pertama menuju perubahan positif dalam hidup kita sendiri.(zet/stch/dda)
















