Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Rupiah Menguat terhadap Dolar AS, Sentimen Damai AS-Iran Jadi Pendorong
BPS Banjarnegara Kerahkan 1.217 Petugas Guna Mutakhirkan Data Strategis Ekonomi 2026

BPS Banjarnegara Kerahkan 1.217 Petugas Guna Mutakhirkan Data Strategis Ekonomi 2026

BPS Data Usaha Warung hingga Industri BesarBPS Data Usaha Warung hingga Industri Besar
SEREMONIAL: Kepala BPS Kabupaten Banjarnegara, Edwin Triyoga, saat menghadiri Pencanangan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 di Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dalam upaya menyusun kebijakan pembangunan yang berlandaskan data yang akurat dan terpercaya, Kabupaten Banjarnegara mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan mengerahkan sebanyak 1.217 petugas lapangan.

Pendataan ini akan berlangsung dari tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, dan bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai pelaku usaha, aktivitas ekonomi masyarakat, serta memutakhirkan sejumlah data strategis yang sangat penting sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.

Jumlah petugas yang terlibat dalam sensus kali ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah kegiatan pendataan yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Banjarnegara.

Para petugas tersebut akan mengunjungi berbagai jenis usaha, mulai dari skala mikro hingga usaha besar, yang tersebar di seluruh pelosok desa maupun kawasan perkotaan.

Kepala BPS Banjarnegara, Edwin Triyoga, menyampaikan bahwa seluruh petugas telah menjalani pelatihan intensif selama tiga hari sebelum mereka terjun ke lapangan.

Pelatihan ini dirancang untuk memastikan bahwa petugas memiliki pemahaman mendalam tentang instrumen pendataan serta kemampuan berkomunikasi dengan responden.

“Petugas dibekali pemahaman konsep, definisi pertanyaan, teknik pengisian kuesioner, hingga cara melakukan pendekatan kepada responden agar data yang diperoleh benar-benar sesuai kondisi di lapangan,” ungkap Edwin pada Sabtu (13/6/2026).

Keberadaan Sensus Ekonomi 2026 ini berbeda dengan sensus sebelumnya karena cakupannya yang lebih luas.

Selain memetakan kondisi dunia usaha saat ini, BPS juga akan memperbarui data mengenai usaha pertanian masyarakat serta sejumlah data sosial ekonomi lainnya yang relevan.

Hasil dari sensus ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang sangat penting bagi pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan ke depan.

Data yang diperoleh dari sensus ini nantinya akan digunakan untuk menganalisis struktur ekonomi daerah, perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), potensi investasi, penciptaan lapangan kerja baru, serta kebutuhan program pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.

Di tingkat nasional, tahapan Sensus Ekonomi 2026 sudah dimulai sejak bulan Mei lalu untuk kategori usaha besar dan menengah.

Proses ini menggunakan metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) atau pengisian data berbasis web.

Untuk membantu para pelaku usaha yang mungkin mengalami kesulitan dalam proses pengisian data, BPS juga menyediakan layanan pendampingan.

Hal ini menunjukkan komitmen BPS dalam memastikan bahwa proses sensus berjalan lancar dan hasilnya akurat.

Hasil awal dari sensus ini ditargetkan untuk mulai dipublikasikan pada akhir tahun 2026 dalam bentuk profil usaha sampai ke tingkat wilayah terkecil.

Sementara itu, data yang lebih rinci akan diumumkan setelah proses pengolahan dan validasi selesai dilakukan.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, turut menyampaikan harapannya agar masyarakat dan pelaku usaha memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus.

Ia menekankan pentingnya akurasi data dalam menentukan kualitas kebijakan pembangunan yang akan dihasilkan oleh pemerintah daerah.

“Dengan data yang lengkap dan akurat, pemerintah bisa merancang program yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi daerah,” ujar Amalia.

Pentingnya Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya terletak pada pengumpulan angka-angka statistik semata tetapi juga pada dampaknya terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.

Data yang akurat akan memberikan gambaran nyata tentang keadaan ekonomi lokal dan membantu pemerintah dalam mengambil keputusan strategis terkait pembangunan infrastruktur, program sosial serta pemberdayaan ekonomi.

Proses pendataan ini juga menjadi momen penting bagi masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam pengembangan daerah mereka melalui penyampaian informasi yang tepat kepada petugas sensus.

Ketika masyarakat sadar akan perannya dalam pengumpulan data ini, hal tersebut tidak hanya mendukung keberhasilan Sensus Ekonomi tetapi juga menciptakan rasa kepemilikan terhadap hasil pembangunan daerah mereka sendiri.

Masyarakat diharapkan tidak merasa ragu atau segan untuk menjawab pertanyaan dari para petugas sensus.

Setiap informasi yang diberikan sangat berharga dan akan digunakan untuk kepentingan bersama demi kemajuan daerah Banjarnegara ke depan.

Sensus Ekonomi adalah bagian integral dari upaya pemerintah dalam memahami dinamika ekonomi suatu daerah secara mendalam.

Dengan mengetahui kondisi riil dunia usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat, pemerintah dapat lebih baik merumuskan kebijakan-kebijakan strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Rupiah Menguat

Rupiah Menguat terhadap Dolar AS, Sentimen Damai AS-Iran Jadi Pendorong