Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Penyidik Polda Metro Jaya Periksa Paula Verhoeven dalam Kasus Travel Hanania Group
SPMB Banjarnegara Belum Dibuka, SMP Negeri 1 Purwareja Klampok Hadapi Lonjakan Pendaftar

SPMB Banjarnegara Belum Dibuka, SMP Negeri 1 Purwareja Klampok Hadapi Lonjakan Pendaftar

SPMB Belum Dibuka Pendaftar MembludakSPMB Belum Dibuka Pendaftar Membludak
Ilustrasi gerbang SMPN 1 Purwareja Klampok

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Masyarakat menunjukkan minat yang tinggi terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.

Fenomena ini tampak jelas di SMP Negeri 1 Purwareja Klampok, di mana jumlah calon peserta didik yang terdata pada pendataan awal telah melampaui batas kuota yang ditetapkan.

Kepala SMPN 1 Purwareja Klampok, Hari Teguh Wibowo, mengungkapkan bahwa hingga menjelang pelaksanaan SPMB, jumlah calon murid yang tercatat dalam data peminatan telah mencapai lebih dari 340 siswa.

Dalam hal ini, kuota yang tersedia untuk tahun ini hanya mencapai 256 siswa.

“Itu sesuai ketentuan rombongan belajar yang berlaku,” ujarnya.

Menghadapi pelaksanaan SPMB yang semakin dekat, Hari menekankan pentingnya persiapan matang.

Ia mengungkapkan bahwa panitia penerimaan murid baru sudah dibentuk jauh-jauh hari untuk menyusun tahapan dan skema pelayanan selama proses pendaftaran berlangsung.

Sekolah berkomitmen untuk melaksanakan SPMB sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Proses seleksi direncanakan akan dilakukan melalui beberapa jalur, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.

“Kami berkomitmen melaksanakan SPMB sesuai juknis yang ada. Nantinya sistem yang akan menentukan hasil seleksi,” tegasnya.

Keseriusan sekolah dalam menghadapi pelaksanaan ini terlihat dari upaya mereka untuk memastikan bahwa seluruh proses penerimaan berjalan lancar dan sesuai aturan.

Salah satu inisiatif yang diambil ialah menyiapkan layanan pendampingan bagi calon peserta didik dan orang tua, terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan saat melakukan pendaftaran secara daring.

Di era digital seperti sekarang ini, meskipun sistem pendaftaran dilakukan secara online, pihak sekolah tetap membuka layanan bantuan bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital.

“Kami memberikan dua pilihan. Bisa mendaftar mandiri dari rumah atau datang langsung ke sekolah untuk mendapatkan bantuan dari tim yang sudah kami siapkan,” jelas Hari.

SMPN 1 Purwareja Klampok juga mengambil langkah tambahan untuk mendukung kelancaran proses pendaftaran agar tidak terjadi penumpukan antrean di lokasi pendaftaran.

Pengaturan layanan pendaftaran dibagi ke beberapa ruang dengan dukungan operator yang bertugas membantu proses input data.

Setiap ruang akan melayani hingga 25 calon peserta didik dengan dua operator per ruang.

Skema ini diharapkan mampu mempercepat pelayanan serta mengurangi antrean saat pendaftaran berlangsung.

Dengan antusiasme masyarakat yang meningkat dan persiapan matang dari pihak sekolah, harapan untuk pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berjalan dengan baik semakin besar. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Saksi dalam Kasus Hanania Group

Penyidik Polda Metro Jaya Periksa Paula Verhoeven dalam Kasus Travel Hanania Group