Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Pemerintah Siapkan 18,9 Triliun untuk Gaji PPPK, Ini 3 Skema Pembayarannya
26 Tahun Tekuni Bisnis Bibit Lele, Heri Wibowo Kini Layani Pesanan hingga Luar Kebumen

26 Tahun Tekuni Bisnis Bibit Lele, Heri Wibowo Kini Layani Pesanan hingga Luar Kebumen

Dari Karangglonggong, Bibit Lele Tembus Luar DaerahDari Karangglonggong, Bibit Lele Tembus Luar Daerah
PERAWATAN: Heri Wibowo melakukan perawatan indukan ikan lele yang menjadi bagian dari usaha pembibitannya di Desa Karangglonggong, Kecamatan Klirong

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Bisnis pembibitan ikan lele menjadi pilihan Heri Wibowo, warga Dukuh Karangtalun, Desa Karangglonggong, Kecamatan Klirong, Kebumen, untuk mengembangkan usaha selama lebih dari dua dekade.

Konsistensi selama 26 tahun membuat usaha yang dirintisnya terus berkembang hingga mampu melayani permintaan bibit lele dari berbagai daerah.

Berbekal pengalaman panjang dalam merawat indukan dan menghasilkan benih, Heri kini memiliki lebih dari 300 ekor indukan lele.

Indukan tersebut dipelihara secara rutin untuk menghasilkan benih yang kemudian dipasarkan kepada para pembudidaya ikan.

Perjalanan usaha Heri tidak berlangsung singkat. Selama 26 tahun menekuni bisnis bibit lele, berbagai tantangan harus dihadapi.

Namun, ketelatenan dan kemauan untuk terus belajar membuat usaha pembibitan tersebut mampu bertahan hingga sekarang.

Saat ini, lebih dari 300 ekor indukan lele menjadi bagian penting dari usaha pembibitan milik Heri.

Indukan tersebut dirawat secara konsisten agar dapat menghasilkan benih lele yang berkualitas.

Menurut Heri, menjaga kualitas benih menjadi salah satu kunci untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan.

Perawatan indukan juga menjadi perhatian karena kualitas indukan berpengaruh terhadap keberlangsungan produksi bibit.

“Kepercayaan pelanggan dibangun melalui komitmen menjaga kualitas benih dan perawatan indukan secara konsisten,” tutur Heri, Senin (3/8).

Dari usaha tersebut, Heri tidak hanya melayani pembeli yang berada di sekitar Desa Karangglonggong.

Bibit lele hasil pembibitannya telah dipasarkan ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Kebumen.

Beberapa wilayah yang menjadi pasar bibit lele Heri di antaranya Kecamatan Kuwarasan dan Bonorowo.

Permintaan juga datang untuk mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pasar usaha pembibitan lele Heri kini tidak hanya berada di Kabupaten Kebumen.

Benih dan indukan lele dari Desa Karangglonggong juga telah dikirim ke sejumlah daerah di luar Kebumen.

Purworejo dan Cilacap menjadi beberapa wilayah yang menerima pasokan bibit maupun indukan lele dari usaha Heri.

Perluasan pasar tersebut menjadi salah satu tanda bahwa usaha pembibitan yang dijalankan selama puluhan tahun mampu membangun kepercayaan pelanggan.

Permintaan dari luar daerah juga membuka peluang bagi usaha pembibitan ikan untuk terus dikembangkan.

Terlebih, budidaya lele masih menjadi salah satu kegiatan usaha yang banyak dilakukan masyarakat karena ikan tersebut relatif mudah dibudidayakan dan memiliki pasar konsumsi yang luas.

Bagi pembudidaya, ketersediaan bibit berkualitas menjadi salah satu faktor penting sebelum memulai proses pembesaran ikan.

Karena itu, keberadaan usaha pembibitan seperti milik Heri memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan benih bagi pelaku budidaya.

Heri menyediakan bibit lele dalam beberapa ukuran sesuai kebutuhan pelanggan.

Salah satunya adalah bibit berukuran 3 hingga 5 sentimeter yang dipasarkan dengan harga Rp120 per ekor.

Sementara itu, bibit dengan ukuran lebih besar, yakni 4 hingga 6 sentimeter, dijual dengan harga Rp150 per ekor.

Perbedaan ukuran tersebut memberikan pilihan bagi pelanggan sesuai kebutuhan budidaya masing-masing.

Pembeli dapat menyesuaikan jenis dan ukuran bibit dengan rencana pembesaran ikan yang akan dilakukan.

“Saya menjual benih lele ukuran 3 hingga 5 centimeter seharga Rp120 per ekor. Sementara ukuran 4 hingga 6 sentimeter dipasarkan dengan harga Rp150 per ekor,” ucap Heri.

Menjalankan usaha pembibitan ikan selama 26 tahun tentu bukan perkara mudah. Heri mengaku telah menghadapi berbagai tantangan selama menjalankan bisnis tersebut.

Namun, semangat pantang menyerah menjadi salah satu alasan usaha pembibitan lelenya tetap bertahan.

Pengalaman yang terus bertambah juga membantunya memahami cara merawat indukan serta menjaga kualitas benih.

Konsistensi menjadi bagian penting dalam mempertahankan usaha. Tidak hanya dari sisi produksi, Heri juga berusaha menjaga hubungan dengan pelanggan melalui kualitas benih yang ditawarkan.

Kini, usaha pembibitan lele di Desa Karangglonggong tersebut telah memiliki pasar yang lebih luas.

Dari awalnya melayani kebutuhan pembudidaya di sekitar wilayah Kebumen, pemasaran berkembang hingga Purworejo dan Cilacap.

Perjalanan Heri menunjukkan bahwa bisnis budidaya ikan, khususnya pembibitan lele, dapat dikembangkan secara bertahap dengan pengalaman, ketelatenan, dan konsistensi.

Selama kebutuhan terhadap benih tetap ada, usaha pembibitan memiliki peluang untuk terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pemerintah Siapkan Tiga Skema Gaji PPPK

Pemerintah Siapkan 18,9 Triliun untuk Gaji PPPK, Ini 3 Skema Pembayarannya