Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Merasa Dibohongi Sony Sanjaya, Elza Syarief Mundur dari Kasus Korupsi MBG
Festival Nelayan Cilacap 2026 Digelar 6 Hari, Hadirkan Kirab Jolen Tunggul dan Larung Jolen

Festival Nelayan Cilacap 2026 Digelar 6 Hari, Hadirkan Kirab Jolen Tunggul dan Larung Jolen

Bakal Ada Kirab Jolen TunggulBakal Ada Kirab Jolen Tunggul
ARAK JOLEN : Kegiatan Festival Nelayan Cilacap pada tahun 2025

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Festival Nelayan 2026 di Kabupaten Cilacap akan berlangsung selama enam hari, dari tanggal 6 hingga 11 Juli 2026.

Acara tahunan ini tidak hanya bertujuan untuk mempertahankan tradisi budaya yang telah ada sejak lama, tetapi juga menghadirkan sejumlah inovasi yang dirancang untuk meningkatkan daya tarik wisata dan memberdayakan ekonomi masyarakat setempat.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Cilacap, Budi Narimo, menyatakan bahwa festival tahun ini akan memiliki agenda baru yang menarik perhatian.

Salah satu inovasi yang akan diperkenalkan pada Festival Nelayan 2026 adalah Kirab Jolen Tunggul.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung sebelum prosesi tasyakuran di Pendopo Wijayakusuma Cakti.

“Pada 6 Juli 2026, kegiatan diawali dengan ziarah ke Karangbandung dan dilanjutkan dengan tasyakuran di Pendopo Wijayakusuma Cakti,” jelas Budi Narimo.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, festival kali ini akan menampilkan Kirab Jolen Tunggul yang direncanakan mengambil rute dari Titik 0 Kilometer Cilacap menuju Pendopo Wijayakusuma Cakti pada sore hari.

Prosesi puncak Festival Nelayan 2026 akan dilaksanakan pada tanggal 7 Juli 2026 dengan acara Larung Jolen.

Kegiatan ini akan dimulai dari Pendopo Wijayakusuma Cakti dan berlanjut dengan arak-arakan menuju Pantai Teluk Penyu.

Tradisi Larung Jolen merupakan simbol rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut serta wujud pelestarian budaya maritim yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh generasi sebelumnya.

Festival ini juga akan diramaikan oleh Expo dan Bazar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang digelar di Alun-alun Cilacap sepanjang periode festival, dari tanggal 6 hingga 11 Juli.

Acara ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk mereka sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Selain itu, Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Cilacap juga akan diselenggarakan pada tanggal 8 Juli 2026.

Melalui ajang ini, diharapkan generasi muda dapat berkontribusi dalam promosi pariwisata daerah.

Budi Narimo berharap seluruh rangkaian kegiatan Festival Nelayan 2026 dapat berjalan lancar, tertib, aman, serta memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

“Dengan penambahan agenda baru tahun ini, kami berharap Festival Nelayan mampu menarik lebih banyak wisatawan,” lanjutnya.

Ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya maritim Cilacap serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Dalam konteks lebih luas, Festival Nelayan bukan sekadar perayaan tradisi lokal.

Acara ini juga menjadi momentum penting bagi masyarakat nelayan dan pelaku pariwisata untuk saling bersinergi dalam memajukan potensi wisata yang ada di Kabupaten Cilacap.

Dengan latar belakang kekayaan alam laut yang melimpah serta budaya yang kaya, festival ini berpotensi besar untuk menarik minat wisatawan baik domestik maupun internasional. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kejagung Dalami 26 Nama dari Sony

Merasa Dibohongi Sony Sanjaya, Elza Syarief Mundur dari Kasus Korupsi MBG