BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pada Senin sore, 15 Juni, aliansi mahasiswa dari berbagai elemen di Kebumen melaksanakan demonstrasi di depan Pendopo Kabumian Kebumen.
Aksi yang penuh semangat ini bertujuan untuk menuntut penghentian dua program pemerintah yang mereka anggap tidak efektif: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Para demonstran, yang terdiri dari mahasiswa dan beberapa perwakilan masyarakat sipil, terlihat membawa sejumlah poster dengan surat terbuka ditujukan kepada presiden.
Aksi ini sempat memanas ketika para peserta berusaha menerobos barikade kepolisian yang menghalangi akses ke halaman pendopo.
Situasi tersebut menarik perhatian Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah, yang segera menemui para mahasiswa untuk mendengarkan tuntutan mereka.
Koordinator Lapangan Aksi Demonstrasi, Anugrah Setiyadi, menyatakan bahwa tujuan utama dari aksi tersebut adalah untuk menghapuskan MBG dan KDMP.
“Kita sebagai aliansi mahasiswa Kebumen dan masyarakat sipil juga menyatakan sikap untuk menghapus MBG,” ungkapnya dengan tegas.
Tuntutan ini didasari oleh keyakinan bahwa kedua program tersebut tidak memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat.
Mereka berpendapat bahwa ada potensi bagi terjadinya korupsi di dalam pelaksanaan program-program tersebut, yang seharusnya ditujukan untuk membantu warga.
Mendengar keluhan para mahasiswa, Wakil Bupati Zaeni Miftah menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif dari pemerintah pusat yang dirancang untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak-anak.
Ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Kebumen telah berkomitmen untuk melibatkan potensi lokal dalam pelaksanaan dapur MBG.
Dengan kata lain, setiap dapur yang beroperasi dalam program ini diwajibkan untuk menyerap bahan pangan dari wilayah Kebumen itu sendiri.
Lebih lanjut, Zaeni menambahkan bahwa Pemkab juga memastikan agar mobil operasional MBG menggunakan pelat nomor khusus Kebumen.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memastikan bahwa dana dan sumber daya yang digunakan benar-benar berasal dari wilayah setempat dan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.
Sebagai tambahan informasi penting, Wakil Bupati juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengevaluasi kinerja dapur-dapur MBG yang dianggap tidak memenuhi standar.
Evaluasi ini diharapkan dapat memperbaiki pelaksanaan program sehingga ke depannya dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Setelah melakukan aksi di depan Pendopo Kabumian, para mahasiswa kemudian melanjutkan perjuangan mereka dengan bergerak menuju gedung DPRD Kebumen.
Di sini, mereka kembali menyuarakan aspirasi dan tuntutan mereka agar pemerintah mendengarkan suara rakyat.
Dalam suasana demonstrasi tersebut, terlihat jelas semangat solidaritas di antara para peserta aksi yang ingin memastikan kebijakan publik benar-benar berpihak kepada masyarakat.
Penting untuk dicatat bahwa gerakan mahasiswa ini bukan hanya sekadar bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah daerah tetapi juga merupakan cerminan dari kekhawatiran mereka akan masa depan pembangunan sosial dan ekonomi di daerah mereka.
Aksi seperti ini menunjukkan betapa pentingnya peran serta generasi muda dalam pengambilan keputusan publik dan pengawasan terhadap program-program pemerintah.
Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat sipil dalam isu-isu kebijakan publik seperti ini, harapannya adalah agar pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan dasar rakyat dan lebih transparan dalam pengelolaan anggaran serta program-program bantuan sosial. (*/stch/dda)
















