Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Nona Rayu (Serayu): Lukisan Menyala yang Menyentuh Hati di ART HEY 6
Pemkab Kebumen Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Pelaku Usaha Berikan Data Jujur dan Akurat

Pemkab Kebumen Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Pelaku Usaha Berikan Data Jujur dan Akurat

Bupati Canangkan Sensus EkonomiBupati Canangkan Sensus Ekonomi
RESMI: Bupati Kebumen, Lilis Nuryani resmi mencanangkan pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi (SE) Tahun 2026 tingkat kabupaten, Sabtu (13/6)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam langkah strategis untuk memperkuat perekonomian daerah, Pemerintah Kabupaten Kebumen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi meluncurkan pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi (SE) Tahun 2026 pada Sabtu, 13 Juni.

Acara yang digelar di Front One Hotel Gombong ini menandai dimulainya agenda nasional yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali, bertujuan untuk memetakan lanskap perekonomian daerah secara menyeluruh dan akurat.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Forkopimcam Sempor dan Gombong.

Partisipasi ratusan petugas lapangan juga menjadi sorotan penting dalam peluncuran ini.

Pelaksanaan pencacahan dan pendataan yang bersifat komprehensif dijadwalkan berlangsung selama dua setengah bulan, dimulai dari tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang.

Dalam sambutannya, Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani menekankan bahwa Sensus Ekonomi memiliki makna yang sangat krusial bagi pemerintah daerah.

Dengan percepatan teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat saat ini, ada kebutuhan mendesak akan data yang riil dan akurat agar kebijakan yang dirumuskan dapat tepat sasaran.

“Pemerintah Kabupaten Kebumen terus berkomitmen untuk memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan UMKM dan penguatan iklim investasi. Melalui data Sensus Ekonomi 2026, kita dapat melihat sektor-sektor yang tumbuh pesat, usaha yang menghadapi kendala, hingga potensi baru yang bisa dikembangkan,” ujar Hj Lilis Nuryani.

Lebih lanjut, Bupati Lilis mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha—baik dari skala mikro, kecil, menengah hingga industri besar—untuk memberikan data yang jujur, lengkap dan sesuai dengan kondisi riil mereka.

Menurutnya, data valid tersebut akan menjadi pijakan utama dalam membuka lapangan kerja baru serta memperkuat daya saing Kebumen di masa depan.

Di sisi lain, Kepala BPS Kabupaten Kebumen Danisworo menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan sebanyak 1.647 petugas lapangan terlatih untuk menjalankan tugas ini.

Para petugas tersebut telah mengikuti pelatihan teknis sejak tanggal 28 Mei lalu.

Gelombang terakhir pemantapan pelatihan pun rampung sebelum acara pencanangan berlangsung.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas data ekonomi di Kebumen, Danisworo menjelaskan bahwa dalam kurun waktu satu dekade terakhir struktur ekonomi di Kabupaten Kebumen mengalami pergeseran signifikan.

Salah satu indikator utama perubahan tersebut adalah peralihan dari mekanisme pasar konvensional menuju ekosistem digital atau e-commerce.

Selain itu, layanan transportasi berbasis daring juga semakin menjamur di kalangan masyarakat.

“Melalui momentum tahun 2026 ini, meskipun narasi utamanya adalah sensus ekonomi, instrumen kami di lapangan juga dirancang terintegrasi untuk menangkap indikator kependudukan serta kondisi perumahan warga secara spesifik,” papar Danisworo.

Dalam konteks teknis pelaksanaan Sensus Ekonomi ini, BPS melaporkan bahwa pendataan untuk sektor Usaha Besar Menengah (UBM) sudah mulai dicicil secara bertahap sejak Mei lalu.

Hal ini dilakukan karena proses pendataan membutuhkan kedalaman dokumen keuangan sebagai acuan.

Sementara itu, untuk klaster rumah tangga dan pelaku usaha mikro kecil, pengumpulan data serentak di lapangan akan dimulai pada Senin, 15 Juni 2026 mendatang.

Menanggapi isu-isu keamanan dan penipuan yang marak terjadi di masyarakat terkait pelaksanaan sensus ini, Danisworo menegaskan bahwa seluruh personel BPS wajib mengenakan atribut resmi saat menjalankan tugas mereka.

Petugas lapangan akan dilengkapi dengan rompi khusus serta kartu identitas (id card) dan Surat Tugas resmi sebagai bukti otorisasi mereka dalam melakukan pendataan.

Sinergi antara BPS dan berbagai pihak terkait dipastikan berjalan optimal dengan dikeluarkannya Surat Edaran (SE) dari Bupati Kebumen yang menginstruksikan aparatur wilayah tingkat kecamatan hingga desa untuk mengawal jalannya sensus tersebut.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat ini diharapkan mampu mendorong tingkat partisipasi warga secara aman dan tepercaya demi kesuksesan pembangunan daerah di masa mendatang.

Dalam situasi perekonomian global yang terus berubah dengan cepat saat ini, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya akan memberikan gambaran jelas tentang kondisi ekonomi lokal tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pengambilan keputusan berbasis data oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya Sensus Ekonomi 2026 ini, diharapkan para pelaku usaha dapat lebih memahami dinamika pasar serta kesempatan-kesempatan baru yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan ekonomi mereka. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Lukisan Nona Rayu Jadi Sorotan

Nona Rayu (Serayu): Lukisan Menyala yang Menyentuh Hati di ART HEY 6