Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

4 Kebiasaan Sepele Yang Bisa Merusak Kesehatan Jantung

Pola Hidup Sehatkan JantungPola Hidup Sehatkan Jantung

BANYUMASEKSPRES.ID, Menjaga kesehatan jantung sering kali dikaitkan dengan olahraga rutin, menghindari makanan berlemak, atau berhenti merokok.

Padahal, ada sejumlah kebiasaan kecil yang dilakukan pada siang hari yang juga dapat memengaruhi kondisi jantung dalam jangka panjang.

Banyak orang tidak menyadari bahwa rutinitas seperti terlalu lama duduk saat bekerja dan melewatkan makan siang.

Bahkan hingga mengonsumsi camilan manis untuk mengatasi rasa kantuk dapat berdampak pada tekanan darah, kadar gula darah, metabolisme tubuh, hingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Meski informasi ini telah dipublikasikan beberapa waktu lalu, anjuran para ahli kesehatan tersebut masih relevan diterapkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Dengan melakukan perubahan sederhana secara konsisten, risiko gangguan jantung dapat ditekan sejak dini.

Kebiasaan Meminimalisasi Jantung

1. Duduk Terlalu Lama Tanpa Diselingi Aktivitas Fisik

Bekerja di depan komputer selama berjam-jam membuat banyak orang lupa bergerak. Padahal, kebiasaan duduk lama dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung.

Menurut dokter spesialis jantung Jayne Morgan, duduk dalam waktu lama dapat menyebabkan penurunan pembakaran kalori, meningkatkan kadar gula darah, menurunkan sensitivitas insulin, hingga memicu kenaikan berat badan.

Seluruh kondisi tersebut merupakan faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.

Menariknya, risiko tersebut tetap dapat terjadi meskipun seseorang rutin berolahraga. Oleh karena itu, aktivitas fisik ringan tetap diperlukan sepanjang hari.

Para ahli menyarankan untuk berdiri atau berjalan kaki selama dua hingga lima menit setiap satu jam. Kebiasaan ini membantu melancarkan sirkulasi darah, mengurangi kekakuan otot, sekaligus menjaga metabolisme tubuh tetap aktif.

2. Terlalu Sering Mengonsumsi Camilan Manis Saat Energi Menurun

Menjelang sore hari, rasa kantuk dan lelah sering muncul sehingga banyak orang memilih mengonsumsi makanan atau minuman manis sebagai penambah energi instan.

Kue, biskuit, permen, minuman bersoda, maupun minuman berpemanis memang mampu meningkatkan energi dalam waktu singkat. Namun, efek tersebut biasanya tidak berlangsung lama.

Menurut Jayne Morgan, lonjakan gula darah yang berulang akibat konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan penumpukan lemak visceral.

Bahkan hingga memicu peradangan dalam tubuh. Ketiga kondisi tersebut diketahui berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung.

Selain itu, setelah kadar gula darah turun kembali, tubuh justru akan merasa lebih lemas sehingga memicu keinginan mengonsumsi makanan manis secara berulang.

Sebagai alternatif, pilih camilan yang mengandung kombinasi protein dan serat, seperti yoghurt tanpa pemanis, kacang-kacangan, buah segar, atau hummus dengan potongan sayuran.

Jenis camilan ini mampu memberikan energi lebih stabil sekaligus membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

3. Mengonsumsi Kafein Berlebihan pada Siang hingga Sore Hari

Secangkir kopi di pagi atau siang hari umumnya masih dianggap aman bagi sebagian besar orang. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah wajar dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat.

Namun, konsumsi kafein secara berlebihan, terutama menjelang sore atau malam, perlu diperhatikan. Selain itu, inilah beberapa buah yang sering dikaitkan dengan larangan minum air putih menurut ahli.

Jayne Morgan menjelaskan bahwa kafein yang diminum terlalu dekat dengan waktu tidur berpotensi mengganggu kualitas istirahat, meningkatkan tekanan darah, dan memicu jantung berdebar pada orang yang sensitif.

Selain kopi, minuman energi juga patut diwaspadai. Dokter spesialis jantung Mary Greene menjelaskan bahwa minuman energi dapat meningkatkan kadar adrenalin.

Sehingga membuat denyut jantung dan tekanan darah meningkat. Jika dikonsumsi secara rutin, kondisi ini juga dapat memengaruhi sensitivitas insulin.

Apabila mulai merasa lelah pada sore hari, cobalah memenuhi kebutuhan cairan terlebih dahulu atau berjalan santai beberapa menit agar tubuh kembali segar tanpa harus mengandalkan tambahan kafein.

4. Terbiasa Melewatkan Makan Siang

Kesibukan pekerjaan membuat sebagian orang memilih menunda bahkan melewatkan makan siang. Kebiasaan ini terlihat sederhana, tetapi dapat memengaruhi pola makan sepanjang hari.

Menurut Jayne Morgan, melewatkan makan siang membuat seseorang merasa sangat lapar saat malam hari sehingga cenderung makan porsi berlebihan atau memilih makanan tinggi lemak, gula, dan garam.

Selain itu, pola makan yang tidak teratur juga menyebabkan fluktuasi gula darah menjadi lebih besar.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyulitkan pengendalian berat badan sekaligus meningkatkan risiko gangguan metabolisme yang berkaitan dengan kesehatan jantung.

Karena itu, usahakan tetap mengonsumsi makan siang bergizi seimbang meskipun dalam porsi sederhana.

Kombinasi karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, sayuran, dan buah dapat membantu menjaga energi tetap stabil hingga sore hari.

Kebiasaan Sederhana yang Dapat Membantu Menjaga Jantung Tetap Sehat

Selain menghindari empat kebiasaan di atas, para ahli juga menyarankan beberapa langkah sederhana yang mudah diterapkan setiap hari.

Berjalan kaki ringan setelah makan siang dapat membantu mengontrol lonjakan gula darah sekaligus meningkatkan sirkulasi darah.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga penting agar rasa lelah tidak selalu diatasi dengan kopi atau minuman berkafein.

Di sisi lain, meluangkan waktu beberapa menit untuk peregangan, latihan pernapasan, atau teknik relaksasi sederhana dapat membantu mengendalikan stres yang juga berpengaruh terhadap kesehatan jantung.

Meski terlihat sepele, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten pada rutinitas siang hari dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Dengan menerapkan pola hidup yang lebih seimbang, risiko penyakit kardiovaskular dapat diminimalkan sekaligus mendukung kualitas hidup yang lebih baik. (*/nds)

Berita Sebelumnya
MBG

BGN Tegaskan Larangan Dapur MBG Pakai Minyakita hingga Beras SPHP