Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Aksi Pencurian Handphone di Banjarnegara Terekam CCTV, Pemilik Toko Rugi 2 Juta

Modus Pura pura Belanja tapi Curi HPModus Pura pura Belanja tapi Curi HP
PELAKU PENCURIAN: Screenshot rekaman CCTV aksi pencurian di toko kelontong di Desa Derik, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (13/5/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Kejadian pencurian handphone terjadi di sebuah toko kelontong yang terletak di Desa Derik, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara pada Selasa sore, tepatnya tanggal 12 Mei 2026 sekitar pukul 17.00.

Peristiwa ini menjadi viral di berbagai platform sosial media setelah pemilik warung, Darwanto, mengunggah rekaman CCTV yang menunjukkan aksi pencurian tersebut.

Video tersebut langsung menarik perhatian publik dan memicu diskusi tentang keamanan di lingkungan setempat.

Darwanto menceritakan kronologi kejadian dengan jelas dan detail. Saat itu, dia sedang duduk tidak jauh dari tempatnya berjualan.

Istrinya yang biasanya membantu menjaga toko sedang berada di belakang, sibuk mencuci gelas.

Dalam keadaan toko yang sepi itu, seorang laki-laki datang mengendarai sepeda motor sambil mengenakan masker.

Hal ini membuat Darwanto awalnya tidak curiga dan menganggap pria tersebut adalah pembeli biasa yang datang untuk bertransaksi.

“Waktu orang itu datang, ibu tukang sate yang jualan dekat toko saya manggil ke belakang, katanya ada yang beli,” ungkap Darwanto dengan nada yang masih mengekspresikan rasa kaget atas kejadian tersebut.

Dalam situasi seperti itu, pelaku kemungkinan besar memanfaatkan ketidakwaspadaan Darwanto dan istrinya untuk melancarkan aksinya.

Sebagaimana diceritakan oleh Darwanto, saat dia melihat ke arah etalase toko, handphone miliknya tergeletak begitu saja.

“Biasanya hp ditaruh di bawah, tapi kebetulan waktu itu sedang ditaruh begitu saja,” tambahnya.

Hal ini menunjukkan bahwa pelaku telah melakukan pengamatan sebelumnya sebelum akhirnya mengambil tindakan pencurian.

Setelah berhasil mendapatkan handphone tersebut, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Salah satu saksi mata dalam kejadian ini adalah penjual sate yang berada tidak jauh dari toko kelontong tersebut.

Ia menyaksikan pelaku keluar dari toko dan pergi menggunakan sepeda motornya ke arah barat.

“Ibu penjual sate juga lihat pas orang itu keluar, terus naik motor ke arah barat, sempat balik lagi katanya terus baru pergi lagi,” jelas Darwanto menambahkan keterangan dari saksi lain yang berada di tempat kejadian.

Kerugian yang dialami oleh Darwanto akibat tindakan pencurian ini mencapai Rp 2 juta. Angka ini bukanlah jumlah kecil bagi seorang pedagang kecil seperti dirinya.

Selain kehilangan handphone, peristiwa ini juga membawa dampak psikologis yang cukup berat baginya dan keluarganya.

Terlebih lagi, Darwanto mengungkapkan bahwa kasus pencurian serupa bukanlah hal baru di wilayahnya.

Kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya dan bahkan bisa dihitung hingga sepuluh kali.

“Di sini itu emang udah sering terjadi pencurian, kalau dihitung bisa sampai sepuluh kali. Banyak yang diambil, rokok pernah, uang, tabung gas, hewan ternak juga pernah,” tutur Darwanto sambil mengingat kembali sejumlah kejadian serupa yang pernah menimpa dirinya dan tetangga sekitar.

Kejadian pencurian ini mencerminkan masalah serius terkait keamanan di wilayah Desa Derik dan sekitarnya.

Masyarakat setempat kini semakin merasa khawatir akan keselamatan harta benda mereka ketika beraktivitas sehari-hari.

Rasa ketidakamanan ini tentu perlu adanya perhatian lebih baik dari pihak berwenang maupun masyarakat untuk saling menjaga satu sama lain.

Hingga saat ini, Darwanto belum melaporkan tindakan pencurian tersebut kepada pihak kepolisian setempat.

Dia berharap agar pelaku memiliki itikad baik untuk mengembalikan barang-barang yang telah dicuri tanpa harus melalui proses hukum lebih lanjut.

Namun harapan ini terkesan idealistis mengingat banyaknya kasus pencurian serupa yang terjadi tanpa ada tindak lanjut dari pihak berwenang.

Dalam konteks keamanan masyarakat umum, fenomena pencurian seperti ini menjadi peringatan bagi semua warga Desa Derik dan sekitarnya agar lebih waspada terhadap lingkungan sekitar.

Apalagi dengan maraknya berita tentang tindakan kriminal di berbagai daerah lainnya membuat masyarakat semakin prihatin akan keamanan lingkungan mereka sendiri.

Masyarakat Desa Derik pun perlu membangun kesadaran akan pentingnya saling menjaga satu sama lain serta menciptakan sistem pengawasan informal agar setiap aktivitas mencurigakan dapat segera dilaporkan kepada pihak berwenang atau setidaknya kepada tokoh masyarakat setempat.

Penting bagi pemerintah daerah maupun kepolisian untuk meningkatkan patroli keamanan terutama pada jam-jam rawan seperti sore hari ketika banyak pedagang kecil beroperasi.

Dengan langkah preventif seperti ini diharapkan dapat menekan angka kriminalitas serta memberikan rasa aman bagi para pedagang dan warga secara umum. (far/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pulau gili iyang

Pulau Gili Iyang Dijuluki Pulau Oksigen, Ini Fakta Menarik dan Daya Tariknya

Berita Selanjutnya
60 Jemaah Haji Dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi

60 Jemaah Haji Dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, Cuaca dan Kelelahan Diduga Jadi Tantangan