BANYUMASEKSPRES.ID, Usai menerima vonis tujuh tahun penjara dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis, 23 April, aktor Ammar Zoni mengambil langkah yang mengejutkan banyak pihak.
Dalam keputusan yang dianggap memberatkan tersebut, Ammar Zoni memutuskan untuk mengganti tim pengacaranya.
Dia memilih Dwana Toligi sebagai kuasa hukum baru, menggantikan Jon Mathias yang selama ini mewakilinya.
Dwana Toligi, pengacara baru Ammar Zoni, mengkonfirmasi bahwa hubungan kerja antara kliennya dan pengacara sebelumnya telah berakhir di tingkat Pengadilan Negeri.
Menurutnya, Ammar merasa perlu adanya tenaga hukum baru untuk membantunya dalam menghadapi proses hukum di tingkat yang lebih tinggi.
“Ammar Zoni menyampaikan, telah mengakhiri hubungan kuasa hukum dengan klien sampai tingkat Pengadilan Negeri. Jadi untuk itu, kami selaku kuasa hukum Ammar Zoni akan melanjutkan apa yang Bang Ammar inginkan,” ucap Dwana Toligi pada malam hari setelah putusan tersebut.
Kekhawatiran Ammar terhadap hasil putusan hakim tidak lepas dari penilaian bahwa keputusan tersebut terlalu berat baginya.
Rekan Dwana, Dimas Ramadan, juga menjelaskan bahwa setelah sidang berlangsung, mereka bertemu dengan Ammar dan mendengarkan keluhannya terkait proses persidangan yang dianggapnya banyak kejanggalan.
“Setelah sidang, kami ketemu Bang Ammar, dan Bang Ammar menceritakan banyak hal-hal yang janggal pada saat proses persidangan berlangsung. Bang Ammar merasa tidak puas dengan hasil putusan Majelis Hakim. Maka dari itu, kami akan mengupayakan banding,” tegas Dimas.
Dengan semangat yang tinggi untuk mencari keadilan, tim pengacara baru Ammar Zoni bergerak cepat dalam menyiapkan dokumentasi banding.
Mereka menargetkan agar berkas banding dapat segera didaftarkan sebelum batas waktu habis dalam tujuh hari ke depan.
Dwana menambahkan, “Dalam 7 hari ini sebagaimana batas waktu diberikan akan diajukan (banding).”
Optimisme pihak Ammar Zoni terlihat jelas ketika mereka berbicara tentang langkah hukum selanjutnya.
Mereka berharap dapat meringankan hukuman aktor terkenal ini di tingkat Pengadilan Tinggi nantinya.
“Bang Ammar cuma pengen nih di upaya hukum ini yang terbaiklah, kalau bisa ya seringan-ringannya menurut Majelis Tinggi ataupun nanti di Mahkamah Agung gitu. Kita tetap akan terus menempuh upaya hukum demi keadilan buat Ammar Zoni,” pungkas Dwana.
Momen ini menjadi sorotan publik dan media massa karena kasus yang menimpa Ammar Zoni bukan hanya sekadar masalah hukum biasa, tetapi juga menyentuh sisi emosional para penggemarnya dan masyarakat luas.
Kasus ini mencerminkan bagaimana keputusan hukum bisa berdampak besar pada kehidupan seseorang, terutama bagi seorang publik figur seperti Ammar Zoni.
Aktor berusia 30 tahun ini dikenal luas oleh masyarakat Indonesia berkat berbagai perannya dalam film dan sinetron yang sukses.
Namun kini, ia harus menghadapi tantangan besar akibat vonis penjara tersebut.
Dalam konteks sosial dan budaya Indonesia saat ini, kisah perjalanan hidup seorang aktor dapat menjadi refleksi bagi banyak orang mengenai konsekuensi dari tindakan dan pilihan hidup.
Penting untuk dicatat bahwa setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan pembelaan hukum yang adil dan setara di mata hukum.
Dalam hal ini, keputusan untuk mengganti tim pengacara merupakan langkah strategis yang diambil oleh Ammar demi memperjuangkan haknya sebagai seorang warga negara.
Dengan dukungan tim pengacara baru yang berkomitmen untuk membawa kasus ini ke jalur banding, harapan akan munculnya keadilan masih tersisa. (*/stch/dda)
















