Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Jelang Nikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Jalani Prosesi Siraman Penuh Makna

Jalani Prosesi SiramanJalani Prosesi Siraman

BANYUMASEKSPRES.ID, Kebahagiaan yang mendalam dan penuh harapan melingkupi hati artis muda Syifa Hadju, menjelang hari istimewanya: pernikahan dengan El Rumi. Pada hari Jumat, 24 April, Syifa menjalani serangkaian prosesi adat yang sarat makna di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Dalam tradisi Jawa yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan budaya, proses pengajian dan siraman menjadi momen penting sebelum memasuki babak baru dalam hidupnya.

Sebagai calon pengantin wanita, Syifa Hadju mempersiapkan diri dengan sangat baik.

Konsep siaraman kali ini diadaptasi dari kearifan lokal dengan berbagai ritual yang mencerminkan kebudayaan Jawa, termasuk salah satu bagian yang terpenting yaitu ritual tolak bala.

Dalam ritual tersebut, Syifa melepaskan seekor ayam, sebuah simbol untuk menolak segala halangan dan gangguan dalam perjalanan hidupnya ke depan.

Melalui prosesi ini, tidak hanya sebagai sebuah tradisi, tetapi juga menjadi doa agar pernikahannya dilimpahi berkah dan kebahagiaan.

Dalam acara tersebut, penampilan Syifa sangat memukau. Ia mengenakan kebaya modern berwarna biru muda atau sering disebut juga soft sage.

Kebaya ini tidak hanya cantik tetapi juga melambangkan kesederhanaan dan kemewahan yang seimbang.

Detail payet halus pada busana tersebut menambah kesan elegan tanpa berlebihan.

Warna biru muda ini sangat harmonis dengan kulit cerahnya, memberikan aura segar dan menyejukkan pandangan setiap tamu yang hadir.

Lebih dari sekadar busana, makeup yang diaplikasikan pada wajahnya pun menjadi sorotan.

Syifa memilih gaya makeup flawless yang tidak hanya menonjolkan kecantikan alaminya tetapi juga membuatnya tampil bersinar.

Polesan eyeshadow tipis memberikan dimensi pada matanya tanpa mengurangi kesan natural, sedangkan lip gloss berwarna segar semakin mempercantik tampilan wajahnya sehingga tampak bercahaya (glowing).

Sebagai penunjang penampilan tradisionalnya, rambut Syifa diatur dalam gaya sanggul klasik yang dihiasi ronce melati.

Aksesori alami ini bukan hanya sekadar hiasan tetapi juga menambah nuansa tradisional yang kental pada keseluruhan penampilannya.

Kombinasi antara kebaya modern dan elemen tradisional ini menggambarkan sosok Syifa yang menghargai akar budayanya sekaligus mampu tampil elegan di era modern.

Suasana khidmat dan sakral selama prosesi berlangsung perlahan berubah menjadi kemeriahan saat ritual tolak bala dilakukan.

Tamu-tamu undangan bersorak gembira ketika Syifa melepas ayam sebagai simbol harapan akan masa depan pernikahan yang penuh berkah.

Momen tersebut tidak hanya menyentuh aspek spiritual tetapi juga menjadi titik temu antara tradisi dan modernitas dalam perayaan cinta mereka.

Perjalanan menuju hari pernikahan memang selalu dipenuhi berbagai persiapan dan harapan.

Bukan hanya bagi kedua pasangan pengantin, tetapi juga untuk keluarga dan teman-teman terdekat mereka.

Dalam konteks ini, acara siraman yang dilakukan oleh Syifa mencerminkan harapan akan masa depan yang bahagia serta saling mendukung antara kedua belah pihak keluarga.

Keluarga El Rumi pun nampak hadir dalam suasana penuh sukacita ini. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap ikatan suci yang akan segera terjalin antara dua keluarga besar tersebut.

Ritual-ritual seperti pengajian dan siraman adalah bentuk penguatan ikatan bukan hanya antara pengantin tetapi juga antar keluarga besar masing-masing.

Di tengah kebahagiaan itu, tentu ada banyak harapan dan doa dari orang-orang terdekat agar perjalanan hidup mereka berdua dipenuhi cinta dan keberkahan.

Setiap elemen dalam prosesi adat ini memiliki makna tersendiri dan membawa pesan tentang pentingnya saling menghargai serta memahami satu sama lain dalam hubungan pernikahan.

Dengan begitu banyak perhatian terhadap detail dalam persiapan hingga pelaksanaan acara siraman ini, terlihat bahwa baik Syifa maupun El Rumi sangat menghargai tradisi budaya mereka sekaligus mengedepankan nilai-nilai kekinian. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kasus Firli Mandek, SPDP Dikembalikan

Kasus Firli Bahuri Mandek, Kejati DKI Kembalikan SPDP ke Polisi

Berita Selanjutnya
Sertifikasi Wakaf Terkendala Status Lahan

Kemenag Kebumen Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, Sudah Tembus 1.023 Lokasi