Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Angka Kemiskinan di Cilacap Tengah Tinggi, 37.193 Jiwa Masuk Desil 1-5

37 Ribu Warga Cilacap Tengah Berpenghasilan Rendah37 Ribu Warga Cilacap Tengah Berpenghasilan Rendah
RAKOR : Rapat koordinasi Pejabat Pemkab Cilacap dengan kecamatan menyoroti masih tingginya jumlah warga berpenghasilan rendah di Kecamatan Cilacap Tengah

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap menunjukkan keprihatinan terhadap tingginya angka warga berpenghasilan rendah di Kecamatan Cilacap Tengah.

Data terbaru yang dirilis menunjukkan bahwa sebanyak 37.193 jiwa termasuk dalam kategori desil 1 hingga desil 5, yang merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah.

“Berdasarkan hasil validasi terakhir, terdapat 13.058 kepala keluarga yang terdiri dari 37.193 jiwa yang masuk dalam desil 1 sampai desil 5. Ini menjadi perhatian bersama dalam upaya pengentasan kemiskinan,” ujar Camat Cilacap Tengah, Agung Wibowo, pada Kamis (21/5).

Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi masalah ini dan menandakan perlunya langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Kecamatan Cilacap Tengah terdiri dari lima kelurahan, yaitu Donan, Gunungsimping, Sidanegara, Lomanis, dan Kutawaru.

Dari kelima wilayah tersebut, Kelurahan Kutawaru menjadi wilayah terluas dengan kondisi geografis yang khas.

Akses menuju Kelurahan Kutawaru cukup menantang karena memerlukan penyeberangan. Hal ini tentunya berdampak pada mobilitas serta aksesibilitas bagi warganya.

Meskipun Kecamatan Cilacap Tengah dihadapkan pada tantangan kemiskinan, Agung Wibowo menekankan potensi ekonomi yang dimiliki oleh daerah ini.

Terdapat sektor industri yang cukup besar, termasuk keberadaan PT Pertamina RU IV dan Pertamina Patra Niaga, yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal.

Selain itu, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta perikanan juga memiliki peranan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.

Namun demikian, masih ada tantangan besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan UMKM.

Agar potensi ekonomi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal, perlu adanya dukungan dan bimbingan dari pemerintah serta stakeholder terkait.

Peningkatan kapasitas dan keterampilan bagi pelaku UMKM menjadi salah satu kunci untuk membantu mereka beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Cilacap, Annisa Fabriana menjelaskan bahwa persoalan kemiskinan dan stunting masih menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Dalam konteks ini, pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan harus terus ditingkatkan agar masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih baik terhadap layanan publik tersebut.

“Intinya pelayanan kepada masyarakat harus optimal selain permasalahan kesejahteraan masyarakat yang tetap menjadi prioritas,” tegas Annisa Fabriana.

Upaya peningkatan pelayanan dasar ini adalah langkah strategis untuk mengurangi angka kemiskinan serta meningkatkan kualitas hidup warga di Kecamatan Cilacap Tengah.

Pemerintah Kabupaten Cilacap berkomitmen untuk melakukan berbagai program dan kebijakan guna mengatasi masalah kemiskinan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu langkah yang dapat diambil adalah memperkuat kerjasama antara pemerintah daerah dengan instansi terkait dan organisasi non-pemerintah dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat.

Dengan adanya kerjasama ini diharapkan bisa tercipta sinergi yang baik antara berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama yaitu pengentasan kemiskinan dan peningkatan taraf hidup masyarakat di Kecamatan Cilacap Tengah. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Nilai Tukar Rupiah Anjlok

Kurs Rupiah Sentuh Rp17.700-an, Benarkah BI Akan Naikkan Suku Bunga Acuan?

Berita Selanjutnya
Persibangga Uji Tanding Siang Hari

Persibangga Purbalingga Siapkan Dua Uji Coba Sebelum Masuki Babak 64 Besar Liga 4 Piala Presiden 2025/2026