BANYUMASEKSPRES.ID, Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS selalu menjadi agenda rekrutmen yang paling dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Setiap kali pendaftaran dibuka, jutaan pelamar biasanya langsung bersaing untuk mendapatkan posisi sebagai aparatur sipil negara di berbagai kementerian dan lembaga pemerintah.
Meski persaingan sangat ketat, ternyata tidak semua instansi memiliki jumlah pendaftar yang tinggi. Beberapa instansi justru tercatat memiliki jumlah pelamar relatif sedikit sehingga sering disebut sebagai instansi CPNS yang sepi peminat.
Badan Kepegawaian Negara menunjukkan adanya sejumlah instansi dengan jumlah pelamar jauh lebih rendah dibanding instansi favorit. Kondisi ini sering dimanfaatkan sebagian pelamar sebagai strategi untuk meningkatkan peluang lolos seleksi CPNS.
Selain itu, pemerintah juga memberikan sinyal bahwa rekrutmen CPNS 2026 berpotensi kembali dibuka untuk memenuhi kebutuhan aparatur sipil negara. Hal ini terjadi karena jumlah ASN yang memasuki masa pensiun pada 2025 mencapai sekitar 160 ribu orang sehingga membutuhkan pengganti baru.
Daftar Instansi CPNS yang Sepi Peminat
Berdasarkan data rekap pendaftaran seleksi sebelumnya yang menjadi referensi untuk CPNS 2026, terdapat sejumlah instansi yang tercatat memiliki jumlah pelamar relatif rendah. Instansi-instansi ini sering disebut sebagai pilihan alternatif bagi pelamar yang ingin meningkatkan peluang lolos seleksi.
1. Sekretariat Jenderal Kementerian Koordinator PMK
Sekretariat Jenderal Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan termasuk instansi dengan jumlah pelamar yang tidak terlalu banyak. Data menunjukkan instansi ini hanya menerima sekitar 385 pendaftar pada seleksi sebelumnya.
Jumlah tersebut tergolong rendah jika dibandingkan dengan kementerian besar yang bisa mendapatkan puluhan ribu pelamar. Padahal kementerian ini memiliki tugas penting dalam mengoordinasikan kebijakan pembangunan manusia dan kebudayaan di Indonesia.
2. Kementerian PANRB
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi juga termasuk instansi yang relatif sepi peminat. Pada seleksi sebelumnya tercatat sekitar 474 pelamar yang mendaftar ke kementerian ini.
Angka tersebut menunjukkan tingkat persaingan yang tidak terlalu tinggi dibanding instansi populer lainnya. Padahal kementerian ini berperan besar dalam merumuskan kebijakan terkait aparatur sipil negara dan reformasi birokrasi.
3. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN juga masuk dalam daftar instansi dengan jumlah pelamar yang relatif sedikit. Data pendaftaran sebelumnya menunjukkan sekitar 485 pelamar memilih instansi ini.
Padahal BRIN merupakan lembaga yang sangat penting dalam pengembangan riset dan inovasi teknologi nasional. Instansi ini menjadi pusat penelitian berbagai bidang ilmu pengetahuan di Indonesia.
4. Sekretariat Jenderal Komnas HAM
Sekretariat Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia juga termasuk instansi dengan jumlah pelamar tidak terlalu besar. Tercatat sekitar 507 orang mendaftar ke instansi ini pada seleksi sebelumnya.
Jumlah tersebut masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan kementerian atau lembaga lain. Padahal Komnas HAM memiliki peran strategis dalam perlindungan dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia.
5. Sekretariat Jenderal MPR
Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat juga tercatat sebagai instansi yang relatif sepi peminat. Pada seleksi sebelumnya instansi ini hanya menerima sekitar 548 pendaftar.
Jumlah tersebut menunjukkan tingkat persaingan yang lebih rendah dibanding lembaga pemerintah lainnya. Sekretariat ini memiliki fungsi penting dalam mendukung kegiatan kelembagaan MPR.
6. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila juga termasuk lembaga yang jumlah pelamarnya tidak terlalu banyak. Data sebelumnya menunjukkan sekitar 886 pelamar mendaftar ke instansi ini.
Padahal BPIP memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai ideologi Pancasila di tengah masyarakat. Lembaga ini juga berperan dalam pembinaan wawasan kebangsaan.
7. Sekretariat Jenderal Wantannas
Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional termasuk instansi yang juga memiliki jumlah pelamar relatif sedikit. Pada seleksi sebelumnya instansi ini menerima sekitar 896 pendaftar.
Wantannas memiliki tugas penting dalam merumuskan kebijakan strategis terkait ketahanan nasional. Meski demikian, instansi ini masih belum terlalu populer di kalangan pelamar CPNS.
Mengetahui instansi yang memiliki jumlah pelamar sedikit dapat menjadi strategi bagi calon peserta CPNS. Dengan tingkat persaingan yang lebih rendah, peluang untuk lolos seleksi tentu bisa lebih besar.
Namun demikian, pelamar tetap harus memperhatikan kesesuaian kualifikasi pendidikan serta persyaratan jabatan yang dibutuhkan. Persiapan yang matang tetap menjadi faktor utama untuk bisa lolos seleksi CPNS.
Dengan memahami informasi mengenai instansi CPNS yang sepi peminat, pelamar dapat menyusun strategi yang lebih tepat. Hal ini tentu dapat membantu meningkatkan peluang untuk menjadi aparatur sipil negara pada seleksi CPNS 2026. (mdr)
















