Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Art & Culture Corner: Kreativitas Seniman Banjarnegara Galang Dana untuk Korban Longsor Situkung

Kreativitas Seniman Galang Dana Longsor SitukungKreativitas Seniman Galang Dana Longsor Situkung
MERAPAT: Lintas komunitas seni Banjarnegara saat menggelar sarasehan & Charity Banjarnegara dalam Empati di Alun-alun Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pada Sabtu malam (22/11), Joglo Alun-Alun Banjarnegara menjadi saksi berkumpulnya para seniman, musisi, budayawan, serta komunitas kreatif dalam acara Art & Culture Corner (ACC).

Lebih dari sekadar perayaan seni dan budaya, acara ini juga menjadi wadah untuk menumbuhkan empati terhadap para korban longsor di Dusun Situkung, Pandanarum.

Sarasehan n Charity Banjarnegara dalam Empati, yang digagas oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, mengusung misi kemanusiaan di balik seni.

Acara ini tidak hanya menghadirkan diskusi budaya sebagai inti kegiatan tetapi juga diwarnai dengan berbagai aktivitas menarik lainnya.

Mulai dari jam session musisi lokal hingga sosialisasi aplikasi Dikdaya (Data Induk Kebudayaan) dan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku seni, serta peluncuran ACC Project.

Semua elemen ini saling melengkapi untuk menciptakan ekosistem budaya yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Kuat Herry Isnanto selaku Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Banjarnegara menjelaskan bahwa ACC dirancang sebagai platform kolaborasi antara pemerintah dan pelaku seni guna memperkuat ekosistem budaya.

“Tujuan kegiatan ini adalah menjembatani pemerintah dengan pelaku seni agar semua terdata, terakomodir dan bisa seiring sejalan. Target kami ACC digelar dua kali setiap bulan di ruang-ruang publik,” ungkap Kuat dengan penuh semangat.

Ia juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara tersebut.

“Kami juga mengenalkan aplikasi Dikdaya, pentingnya NIB dan menggalang donasi untuk Situkung sebagai wujud kepedulian insan seni Banjarnegara,” tambahnya.

Dari sudut pandang pelaku seni lokal, kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi. Salah satu musisi asal Banjarnegara, Sendhy Noviko menilai bahwa ACC merupakan peluang emas untuk regenerasi dan ekspresi seni.

“Ini bagus sekali. Selain jadi ajang unjuk kreasi, kegiatan ini bisa membuat eksistensi pelaku seni Banjarnegara makin dikenal masyarakat. Saya yakin dalam hal karya, musisi Banjarnegara masih leading di Banyumas Raya,” ujarnya dengan optimisme.

Sementara itu, Hartono Jazzy yang dikenal sebagai musisi pop-jazz turut memberikan pandangannya yang positif terhadap ACC.

Menurutnya, acara ini adalah momentum penting untuk menyatukan berbagai komunitas kreatif sekaligus mendorong ekonomi kreatif lokal.

“Saya sangat mengapresiasi. Ini menyatukan berbagai elemen lintas komunitas. Bisa menjadi kegiatan awal untuk meningkatkan geliat seni, memperluas ruang ekspresi dan mendorong ekonomi kreatif,” tutur Hartono dengan penuh harapan.

Solidaritas yang terjalin pada malam itu tidak hanya sebatas kata-kata tetapi juga diwujudkan dalam bentuk aksi nyata.

Total donasi yang terkumpul mencapai Rp 1.073.000 beserta tiga unit termos air yang akan disalurkan kepada korban bencana longsor di Pandanarum.

Angka ini memang tidak bisa sepenuhnya menghapus luka akibat bencana tetapi menunjukkan bahwa kepedulian dapat hadir melalui medium seni.

Kegiatan ACC malam itu berhasil menegaskan kembali bahwa seni tak sekadar soal estetika tetapi juga tentang empati dan solidaritas sosial.

Di tengah cobaan bencana alam yang melanda Banjarnegara komunitas kreatif menunjukkan bahwa melalui kekuatan budaya solidaritas dapat dibangun dan diperkuat. (jud/dda)

Berita Sebelumnya
Harga Kopi Dunia Anjlok Tajam

Donald Trump Cabut Tarif Impor Brasil, Harga Kopi Global Langsung Anjlok Tajam

Berita Selanjutnya
Rayakan Milad Muhammadiyah dan Hari Guru dengan Aksi Nyata

Aksi Nyata Warnai Perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah dan HGN 2025 di Cilacap