Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ashanty Ungkap Alasan Berobat ke Psikiater

Ungkap alasan berobat ke psikiaterUngkap alasan berobat ke psikiater

BANYUMASEKSPRES.ID, Ashanty, seorang penyanyi ternama dan istri dari musisi Anang Hermansyah, telah lama dikenal sebagai pribadi yang terbuka dalam membagikan berbagai aspek kehidupannya melalui media sosial.

Namun baru-baru ini Ashanty memperlihatkan sisi lain dari dirinya yang selama ini jarang terungkap ke publik.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu (9/8/2025), ia membagikan pengalaman pribadinya yang mendalam tentang alasan di balik keputusan menjalani pengobatan ke psikiater.

Dalam unggahan tersebut, Ashanty menjelaskan bahwa banyak orang bertanya-tanya mengapa dirinya pergi ke psikiater. Beberapa orang mungkin belum sepenuhnya memahami pentingnya konsultasi dengan ahli kesehatan mental.

“Banyak yang tanya, ‘Kenapa sih aku ke psikiater?‘ Dan mungkin banyak juga yang belum paham, sebenarnya buat apa kita ke psikiater?” demikian tulisnya dalam keterangan foto di Instagram.

Ashanty mengungkapkan bahwa cerita ini belum pernah dibagikannya secara mendetail sebelumnya.

Ia membuka diri mengenai berbagai tantangan kesehatan yang dihadapinya, termasuk penyakit autoimun, trauma masa kecil, serta komentar negatif dari orang-orang yang sering kali membuatnya merasa terpuruk.

Penyakit autoimun yang dideritanya sering kali kambuh ketika dirinya mengalami stres.

“Kalau stres, larinya bikin gatel-gatel sebadan, apalagi kalau malam jadi nggak bisa tidur,” ungkap Ashanty.

Untuk meredakan gejala ini, ia mengandalkan obat steroid yang efektif tetapi memiliki efek samping seperti wajah bengkak atau “moon face.”

Ia menegaskan bahwa perubahan pada wajahnya adalah murni akibat efek obat dan bukan hasil dari prosedur kecantikan atau hal-hal mistis lain sebagaimana spekulasi dari warganet.

“Kalau minum obat steroid jangka panjang pasti begitu. Dan untuk kembali ke semula butuh proses,” jelasnya.

Selain masalah kesehatan fisik, Ashanty juga membuka cerita mengenai trauma masa kecil yang masih terus mempengaruhi kehidupannya hingga saat ini.

Trauma tersebut membuatnya sulit tidur terutama saat rasa takut melanda dan dampaknya masih terasa sampai usia dewasa sekarang ini.

“Setiap stres berat, aku sering gatal sampai berdarah karena menggaruk, bahkan sulit tidur berminggu-minggu,” ujarnya.

Stres yang dialami Ashanty bukan hanya berasal dari satu masalah saja tetapi merupakan akumulasi dari berbagai peristiwa yang terjadi bersamaan dalam hidupnya.

Salah satu usaha yang dirintisnya harus tutup meski sebenarnya masih laku dan berarti baginya secara personal.

Selain itu ia juga pernah menjadi korban penipuan serta terjerat dalam urusan mafia tanah ditambah dengan kesibukan kuliah yang semakin berat.

Meskipun demikian Ashanty menuturkan bahwa kondisinya kini lebih baik dibandingkan sebelumnya meski masih menghadapi berbagai tantangan.

“Mungkin aku lagi kumat autoimunnya karena kerjaan padat usaha tutup ditipu orang masalah tanah belum selesai kuliah susah plus harus bagi waktu sebagai istri dan ibu,” tulisnya menutup cerita tersebut.

Pengalaman hidup Ashanty ini memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana kesehatan mental dan fisik saling berkaitan satu sama lain terutama ketika seseorang harus menghadapi tekanan hidup berkelanjutan.

Langkah berani Ashanty dalam berbagi kisah pribadinya diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mental tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang-orang tercinta di sekitar kita. (*/stch)

Berita Sebelumnya
Ubah kandang sapi jadi ramah lingkungan

Ini Cara Dinas Pertanian Cilacap Ubah Kandang Sapi Jadi Ramah Lingkungan dan Bebas Bau

Berita Selanjutnya
Pegawai bumn dan dokter terima bansos

Fenomena Pegawai BUMN dan Dokter Terima Bansos, Gus Ipul Tegaskan Langkah Cepat Pemerintah