BANYUMASEKSPRES.ID, Yayasan Khouw Kalbe kembali membuka pendaftaran Beasiswa Djitu 2026. Program ini merupakan singkatan dari Disiplin, Jujur, Inovatif, Tanggung Jawab, dan Unggul, yang dirancang khusus untuk mendukung pelajar perempuan dari wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal atau 3T di Indonesia.
Pendaftaran Beasiswa Djitu 2026 dibuka hingga 31 Maret 2026 melalui tautan bit.ly/DaftarBeasiswaDJITU2026. Program beasiswa kuliah ini menyasar peserta yang berasal dari Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Melalui program ini, penerima akan mendapatkan bantuan pendidikan untuk jenjang D3, D4, hingga S1 di berbagai kampus di Indonesia. Nilai bantuan yang diberikan maksimal mencapai Rp 10 juta per semester untuk mendukung kebutuhan biaya kuliah.
Tidak hanya dukungan finansial, Beasiswa Djitu juga memberikan pelatihan pengembangan diri serta mentoring selama masa studi.
Harapannya, para penerima beasiswa dapat tumbuh menjadi agen perubahan yang unggul secara akademik dan memiliki kesiapan untuk kembali membangun daerah asalnya.
Mengacu pada Buku Panduan Program Beasiswa Djitu 2026 yang dikutip pada Kamis (26/2/2026), terdapat sejumlah persyaratan umum yang wajib dipenuhi oleh calon pendaftar.
Peserta harus merupakan warga negara Indonesia dan berjenis kelamin perempuan. Usia pendaftar berada pada rentang 17 hingga 22 tahun dan belum menikah saat mendaftar.
Calon penerima juga wajib berasal dari 22 provinsi target yang dibuktikan melalui kartu tanda penduduk atau kartu keluarga. Selain itu, peserta harus memiliki tekad kuat untuk berkontribusi kembali ke daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.
Aktif berorganisasi, terlibat dalam kegiatan sosial, atau memiliki prestasi akademik maupun nonakademik menjadi nilai tambah. Pendaftar tidak boleh sedang menerima beasiswa lain dengan komponen yang sama selama masa kuliah.
Peserta juga harus bersedia menjadi YKK Ambassador di kampus serta berkomitmen penuh mengikuti seluruh rangkaian program DJITU hingga selesai.
Dari sisi kualifikasi akademik, siswi kelas 12 SMA atau SMK diwajibkan memiliki nilai rata-rata rapor minimal 80 pada setiap semester dari semester 1 hingga 5.

Untuk lulusan SMA atau SMK dengan status gap year maksimal dua tahun, nilai rata-rata rapor minimal 80 juga berlaku dari semester 1 sampai 6.
Sementara itu, mahasiswa aktif jenjang D3, D4, atau S1 maksimal semester 2 dapat mendaftar dengan syarat memiliki indeks prestasi semester 1 minimal 3,30 dari skala 4,00.
Program Beasiswa Djitu 2026 memprioritaskan bidang studi agrikultur, bisnis dan ekonomi, serta kesehatan. Selain itu, bidang STEM yang meliputi sains, teknologi, teknik, dan matematika juga menjadi fokus utama, termasuk pendidikan guru di bidang STEM.
Dalam proses pendaftaran beasiswa, peserta wajib mengunggah sejumlah dokumen. Dokumen tersebut meliputi scan KTP, kartu keluarga, serta pas foto ukuran 4×6 dengan latar polos dalam format PNG atau JPG.
Bagi pelajar SMA atau SMK aktif, rapor semester 1 hingga 5 harus dilampirkan. Untuk lulusan gap year, rapor semester 1 sampai 6 wajib diunggah. Mahasiswa aktif semester 2 perlu menyertakan rapor semester 1 hingga 6 dan kartu hasil studi semester 1.
Selain itu, mahasiswa aktif juga diwajibkan melampirkan surat keterangan sebagai mahasiswa aktif dan pernyataan tidak sedang menerima beasiswa lain sesuai format yang ditentukan.
Salah satu syarat penting dalam Beasiswa Djitu 2026 adalah penulisan esai orisinal.
Esai wajib ditulis tangan pada satu lembar kertas A4 dengan panjang minimal 250 kata dan maksimal 450 kata agar cukup dalam satu halaman. Dokumen esai tersebut kemudian dipindai dan diunggah dalam format PDF.
Pertanyaan yang harus dijawab dalam esai berbunyi, “Ceritakan bagaimana rencanamu agar cita-cita yang kamu perjuangkan dapat tercapai? Dan bagaimana kamu dapat mengoptimalkan sistem pendukung di sekitarmu untuk meraih masa depan yang kamu inginkan?”
Program ini terbuka bagi peserta dari 22 provinsi target. Wilayah Kalimantan mencakup Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.
Wilayah Sulawesi meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan.
Dari kawasan Maluku terdapat Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Sementara Bali dan Nusa Tenggara mencakup Bali, Nusa Tenggara Timur, serta Nusa Tenggara Barat.
Untuk wilayah Papua, provinsi yang menjadi target antara lain Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Seleksi Beasiswa Djitu 2026 terdiri dari beberapa tahapan.
Proses dimulai dengan pendaftaran dan seleksi administrasi secara daring melalui pengisian formulir serta pengunggahan dokumen di tautan resmi pendaftaran. Peserta wajib memastikan tombol submit atau kirim telah ditekan sebelum batas waktu.
Tahap berikutnya adalah tes akademik berdurasi 180 menit yang terbagi dalam dua bagian. Tes potensi akademik terdiri dari 30 soal pilihan ganda yang menguji kemampuan numerikal, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, serta pengetahuan umum.
Selain itu terdapat tes penulisan esai dengan tiga pertanyaan, di mana setiap jawaban minimal terdiri dari 250 kata.
Peserta yang lolos akan mengikuti tes wawancara dengan sistem panelis. Pada tahap ini, calon penerima beasiswa akan berhadapan langsung dengan dua atau lebih pewawancara ahli.
Tahapan akhir adalah pertemuan induksi dan onboarding. Pertemuan induksi memberikan pengarahan terkait tata cara dan kelengkapan dokumen untuk registrasi ulang. Setelah itu, proses onboarding dilakukan melalui penandatanganan perjanjian serta orientasi program.
Dari sisi manfaat, Beasiswa Djitu 2026 memberikan bantuan finansial maksimal Rp 10 juta per semester yang mencakup SPI, SPP atau UKT, hingga biaya penelitian. Terdapat pula dana penunjang pengembangan sebesar Rp 1,2 juta per semester.
Manfaat nonfinansial juga menjadi bagian penting program ini. Penerima akan memperoleh pelatihan karakter, peningkatan kapasitas, mentoring transisi dunia kampus dan karier, hingga kesempatan menginisiasi proyek sosial.
Mereka juga akan tergabung dalam YKK Safe Learning Ecosystem sebagai bagian dari jejaring pembelajaran yang aman dan suportif.
Adapun jadwal seleksi Beasiswa Djitu 2026 dimulai dengan pendaftaran pada 25 Februari hingga 31 Maret 2026. Seleksi administrasi berlangsung pada April 2026 dan pengumumannya dijadwalkan pada 2 Mei 2026.
Tes akademik dilaksanakan pada 9 Mei 2026 dengan pengumuman pada 20 Mei 2026. Tes wawancara berlangsung 23 Mei hingga 14 Juni 2026 dan hasilnya diumumkan 17 Juni 2026.
Pertemuan induksi dijadwalkan pada 20 Juni 2026, dilanjutkan registrasi ulang dan onboarding pada Juni 2026, serta orientasi pada 5 Juli 2026.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui buku panduan resmi di tautan ini. Bagi pelajar perempuan dari wilayah 3T yang memenuhi syarat, Beasiswa Djitu 2026 menjadi peluang besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan dukungan komprehensif. (vip)
















