BANYUMASEKSPRES.ID, Komite Nasional Indonesia UNESCO (KNIU) secara resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran beasiswa kuliah di Azerbaijan. Program ini menawarkan pembiayaan penuh untuk mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi di negara tersebut.
“Telah dibuka kesempatan kuliah gratis di Azerbaijan,” tulis akun Instagram resmi @indonesia_unesco.
Beasiswa ini dikenal dengan nama Heydar Aliyev-International Education Grant Program dan diselenggarakan oleh Pemerintah Azerbaijan untuk mahasiswa internasional.
Program ini mencakup jenjang sarjana (S1), kedokteran umum, magister (S2), doktoral (S3), hingga residensi medis. Setiap tahun, beasiswa ini memberikan kesempatan kepada 100 penerima baru dan akan berlangsung selama lima tahun, mulai dari tahun akademik 2026–2027.
Dengan cakupan yang luas, beasiswa ini menjadi salah satu peluang pendidikan internasional yang menarik bagi pelajar Indonesia. Pendaftaran akan ditutup pada 15 April 2026, sehingga para calon peserta perlu menyiapkan dokumen sejak awal.
Para penerima beasiswa Heydar Aliyev akan mendapatkan fasilitas lengkap yang mendukung studi dan kehidupan mereka selama di Azerbaijan.
Biaya kuliah ditanggung sepenuhnya, termasuk program persiapan bahasa yang membantu adaptasi akademik. Selain itu, peserta juga mendapatkan tiket pesawat satu kali setiap tahun akademik.
Uang saku bulanan senilai 800 AZN atau sekitar Rp 7,9 juta diberikan selama sepuluh bulan per tahun akademik. Asuransi kesehatan sebesar 200 AZN (sekitar Rp 1,9 juta) juga disediakan untuk memastikan perlindungan medis selama studi.
Peserta juga memperoleh visa masuk satu kali dan izin tinggal sementara selama masa pendidikan. Beasiswa ini menetapkan batas usia tertentu untuk setiap jenjang studi.
Untuk S1 dan kedokteran umum, peserta maksimal berusia 35 tahun di awal tahun akademik. Untuk program S2 dan residensi medis, batas usia peserta adalah 40 tahun, sementara untuk S3 maksimal 45 tahun.
Dokumen pendaftaran yang harus disiapkan meliputi formulir nominasi, salinan ijazah dan transkrip nilai, bukti capaian akademik minimal 70/100 atau setara, serta paspor yang masih berlaku.
Peserta juga wajib menyerahkan Curriculum Vitae (CV), dokumen penghargaan lokal maupun internasional jika ada, serta bukti kemampuan bahasa sesuai program studi yang dipilih.
Kondisi kesehatan peserta menjadi persyaratan penting, termasuk surat keterangan sehat yang memuat pemeriksaan HIV/AIDS, Hepatitis B, dan C. Dokumen ini harus lengkap agar pendaftaran dapat diproses.
Calon peserta mengirimkan pendaftaran melalui email ke KNIU di alamat kniu@kemdikbud.go.id, dengan cc ke incu.moec@gmail.com.
Kandidat terpilih akan dihubungi oleh KNIU untuk memastikan pendaftaran tahap kedua di SIACAS (Study in Azerbaijan Centralized Admission Service), platform resmi pendaftaran akademik di Azerbaijan.
Tahapan pendaftaran dan seleksi berlangsung bertahap. Penutupan pendaftaran ke KNIU dijadwalkan pada 15 April 2026, kemudian KNIU melakukan peninjauan dan evaluasi kandidat dari 16 April hingga 16 Mei 2026.
Setelah itu, peserta terpilih mendaftar aplikasi di SIACAS antara 18 Mei hingga 1 Juni 2026. Peninjauan dan evaluasi kandidat di SIACAS berlangsung dari 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan antara 1 Juli hingga 1 Agustus 2026. Tahun akademik baru di Azerbaijan dimulai pada 15 September 2026, dengan batas akhir kedatangan peserta pada 30 September 2026.
Program beasiswa ini merupakan peluang emas bagi pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi dengan biaya ditanggung penuh, sekaligus memperoleh pengalaman akademik dan budaya internasional.
Selain membebaskan biaya kuliah, peserta mendapatkan dukungan finansial dan fasilitas pendukung yang memungkinkan fokus penuh pada studi. Bagi pelajar yang tertarik, penting untuk menyiapkan dokumen lengkap dan mengirimkannya sebelum tenggat 15 April 2026.
Kesempatan kuliah di Azerbaijan melalui Beasiswa Heydar Aliyev tidak hanya menghadirkan pengalaman belajar internasional, tetapi juga membuka jaringan akademik global yang luas bagi mahasiswa Indonesia.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Azerbaijan, program ini menjadi salah satu beasiswa internasional yang paling menarik bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan S1, S2, S3, kedokteran umum, atau residensi medis di luar negeri. (vip)
















