Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Benturan Keras di San Siro, Ruben Loftus-Cheek Jalani Operasi Rahang

Rahang Patah dan Gigi CopotRahang Patah dan Gigi Copot

BANYUMASEKSPRES.ID, Ruben Loftus-Cheek, gelandang berbakat asal Inggris yang kini membela AC Milan, mengalami insiden yang sangat mengkhawatirkan saat pertandingan melawan Parma di Serie A pada Senin, 23 Februari.

Insiden tersebut terjadi pada awal laga di Stadion San Siro, ketika Loftus-Cheek terlibat dalam duel sengit untuk merebut bola di kotak penalti.

Benturan keras yang dialaminya membuatnya terjatuh dan segera memerlukan penanganan medis di lapangan.

Keadaan Loftus-Cheek sempat mengundang perhatian banyak pihak ketika ia terkapar dan tampak kesakitan.

Tim medis bergerak cepat untuk menanganinya, dan karena adanya kekhawatiran mengenai kemungkinan gegar otak, pemain berusia 30 tahun ini kemudian ditandu keluar lapangan dengan menggunakan penyangga leher.

Insiden ini menyoroti risiko cedera serius yang bisa dialami para atlet dalam olahraga contact seperti sepak bola.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terungkap bahwa cedera yang dialami Loftus-Cheek jauh lebih parah dari yang diperkirakan sebelumnya.

Ia didiagnosis mengalami fraktur alveolar, yaitu patah pada bagian rahang yang menopang gigi.

Dalam benturan tersebut, tidak hanya rahangnya yang terluka, tetapi beberapa gigi juga copot akibat dampak keras dari tabrakan dengan kiper Parma, Edoardo Corvi.

Momen tersebut menjadi semakin dramatis ketika diketahui bahwa Loftus-Cheek harus menjalani operasi untuk memperbaiki kerusakan pada rahangnya dan mendapatkan perawatan tambahan dari dokter gigi.

Operasi dilakukan di departemen Bedah Maksilofasial dan Klinik Gigi ASST Santi Paolo e Carlo dengan Dr. Luca Autelitano sebagai dokter bedah utama.

Proses operasi berjalan sukses dan bertujuan untuk mengurangi serta menstabilkan fraktur pada rahang Loftus-Cheek.

Setelah prosedur dilakukan, kondisi Loftus-Cheek dinyatakan baik dan ia diperbolehkan pulang ke rumah meskipun wajahnya masih terlihat bengkak akibat operasi.

Melalui akun media sosial Instagramnya, Loftus-Cheek berbagi kabar tentang kondisinya pascaoperasi kepada penggemar dan pengikutnya.

Dalam unggahan tersebut, ia menunjukkan wajahnya yang membengkak dan mengungkapkan rasa syukur kepada tim medis yang telah merawatnya.

Ia menuliskan, “Ini pukulan berat, tetapi yang terburuk telah berlalu. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua staf medis yang telah mendukung saya selama beberapa jam terakhir dengan profesionalisme dan kepedulian.”

Ungkapan ini menunjukkan keteguhan hatinya meski menghadapi situasi sulit.

Insiden ini tentunya memberikan dampak besar tidak hanya bagi Loftus-Cheek secara pribadi tetapi juga bagi AC Milan secara keseluruhan.

Sebagai salah satu pemain kunci di lini tengah Milan, kehilangan Loftus-Cheek dapat memengaruhi performa tim dalam beberapa pertandingan mendatang.

Pelatih dan manajemen tim pasti akan memantau perkembangan pemulihan pemain ini dengan serius mengingat kontribusi pentingnya bagi skuad.

Penting untuk dicatat bahwa cedera seperti ini tidak jarang terjadi dalam dunia sepak bola profesional.

Setiap tahun, ratusan pemain mengalami berbagai tingkat cedera akibat benturan keras di lapangan.

Hal ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa meskipun sepak bola adalah olahraga yang sangat diminati di seluruh dunia, risiko cedera selalu ada dan harus diperhatikan dengan serius oleh para pemain serta tim medis.

Dalam konteks karier sepak bolanya, Loftus-Cheek telah melalui perjalanan panjang sebelum bergabung dengan AC Milan.

Sebelumnya, ia dikenal sebagai salah satu talenta muda Inggris yang menjanjikan saat bermain untuk Chelsea FC.

Setelah beberapa tahun berjuang untuk mendapatkan tempat di tim utama Chelsea, ia kemudian dipinjamkan ke klub-klub lain sebelum akhirnya beralih ke AC Milan sebagai langkah baru dalam kariernya.

Milan sendiri merupakan klub dengan sejarah panjang dan prestisius di kancah sepak bola Eropa.

Harapan tinggi diletakkan pada setiap pemain yang bergabung dengan klub ini agar dapat memberikan kontribusi maksimal dalam meraih kesuksesan tim.

Loftus-Cheek menjadi bagian dari proyek pembangunan kembali tim setelah masa-masa sulit sebelumnya.

Sementara itu, rekan-rekan setim Loftus-Cheek juga menyampaikan dukungan mereka melalui berbagai cara setelah insiden tersebut.

Solidaritas antar pemain sangat penting dalam menjaga semangat tim terutama ketika salah satu anggota mereka mengalami kesulitan seperti cedera serius.

Ke depan, AC Milan tentu berharap bahwa proses pemulihan Loftus-Cheek berjalan lancar sehingga ia dapat segera kembali beraksi di lapangan hijau.

Dukungan dari fans juga akan menjadi faktor penting bagi pemulihannya nanti.

Secara keseluruhan, insiden yang dialami Ruben Loftus-Cheek bukan hanya sekadar catatan dalam buku sejarah pertandingan antara AC Milan melawan Parma tetapi juga sebuah pelajaran berharga tentang risiko dan tantangan dalam dunia olahraga profesional. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Baru Ramai Pesanan Saat Dekat Ramadan

UMKM Beduk Desa Keniten Banyumas Raup Omzet hingga 60 Juta di Awal Ramadan

Berita Selanjutnya
KPop Demon Hunters borong piala Annie Awards

KPop Demon Hunters Borong Penghargaan Annie 2026