BANYUMASEKSPRES.ID, Perjalanan panjang tengah menanti Timnas Indonesia U-17 dalam menatap kompetisi internasional 2026.
Dalam waktu yang relatif singkat, skuad Garuda Asia harus mempersiapkan diri menghadapi dua turnamen penting yang akan menentukan arah masa depan mereka.
Di bawah arahan Kurniawan Dwi Yulianto, tim ini tidak memiliki banyak waktu untuk membangun fondasi permainan yang solid.
Sekitar dua setengah bulan ke depan akan menjadi periode krusial sebelum tampil di ajang regional dan Asia.
April hingga Mei 2026 menjadi fase penentuan. Dalam rentang tersebut, Indonesia dijadwalkan mengikuti Piala AFF U-17 2026 dan dilanjutkan dengan Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi.
Impian besar untuk tampil di Piala Dunia U-17 2026 di Qatar tentu tidak bisa diraih secara instan.
Garuda Asia harus melewati ujian berat di level ASEAN dan Asia dengan persiapan matang, baik dari segi fisik, teknik, maupun mental bertanding.

Piala AFF U-17 2026 Jadi Ajang Uji Coba Ideal
Piala AFF U-17 2026 yang akan digelar di Indonesia pada 11–23 April 2026 menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia U-17.
Turnamen ini bisa dimanfaatkan sebagai ajang pemanasan sebelum menghadapi persaingan lebih ketat di level Asia.
Meski berstatus kompetisi regional, atmosfer pertandingan tetap diprediksi panas. Apalagi beberapa peserta seperti Australia U-17, Vietnam U-17, Thailand U-17, dan Myanmar U-17 juga akan tampil di Piala Asia U-17 2026.
Kehadiran tim-tim kuat tersebut membuat Piala AFF U-17 bukan sekadar ajang formalitas. Turnamen ini bisa menjadi tolok ukur kesiapan strategi dan kekuatan skuad sebelum melangkah ke panggung Asia.
Selain itu, Malaysia U-17 dan Laos U-17 juga tidak boleh diremehkan. Walau gagal lolos ke Piala Asia, keduanya sempat menunjukkan performa kompetitif saat fase kualifikasi.
Pada edisi sebelumnya, Indonesia yang saat itu dilatih Nova Arianto berhasil finis di posisi ketiga. Sementara gelar juara diraih Australia U-17 usai menaklukkan Thailand melalui drama adu penalti 8-7 di partai final.
Hasil tersebut menjadi cerminan bahwa persaingan di level ASEAN semakin ketat. Oleh karena itu, Piala AFF U-17 2026 harus dimanfaatkan maksimal sebagai simulasi menghadapi tekanan pertandingan sesungguhnya.
Fokus Utama Tetap Piala Asia U-17 2026 Arab Saudi
Meski Piala AFF U-17 penting, target utama tetap tertuju pada Piala Asia U-17 2026 yang berlangsung pada 5–22 Mei 2026 di Arab Saudi. Turnamen ini menjadi gerbang menuju Piala Dunia U-17 2026.
Jarak waktu yang sangat berdekatan antara dua kompetisi tersebut menjadi tantangan tersendiri. Tim pelatih harus cermat mengatur rotasi pemain agar kondisi fisik tetap prima saat memasuki turnamen Asia.
Nama-nama seperti Mierza Firjatullah dan rekan-rekannya dituntut memiliki daya tahan tinggi. Jadwal padat membuat aspek kebugaran menjadi prioritas utama dalam program latihan.
Mantan pelatih Timnas Indonesia U-19, Eduard Tjong, menilai waktu persiapan yang tersedia sangat terbatas.
Ia menekankan pentingnya membangun kekuatan fisik sebagai fondasi utama menghadapi turnamen beruntun.
Menurutnya, stamina menjadi kunci dalam kompetisi yang berlangsung dalam waktu singkat. Tanpa kesiapan fisik maksimal, sulit bagi tim untuk tampil konsisten sepanjang turnamen.
Tantangan Minim Uji Coba Internasional
Salah satu kendala yang dihadapi Garuda Asia adalah terbatasnya laga uji coba internasional. Beberapa negara rival di kawasan ASEAN sudah lebih dulu merasakan atmosfer Kualifikasi Piala Asia U-17.
Minimnya pengalaman menghadapi tim dengan karakter permainan berbeda bisa menjadi hambatan tersendiri.
Oleh sebab itu, setiap pertandingan di Piala AFF U-17 harus dimaksimalkan sebagai ajang adaptasi.
Eduard Tjong juga menegaskan bahwa target tidak semata-mata soal gelar juara di level regional. Ia menilai peningkatan kualitas permainan dan kesiapan fisik jauh lebih penting demi ambisi tampil di Piala Dunia U-17.
Menjadi juara AFF tentu membanggakan, tetapi gagal bersaing di Piala Asia akan membuat target besar menuju Qatar sulit tercapai.
Perspektif ini menjadi pengingat bahwa prioritas utama tetap pada turnamen Asia. Selain itu, terdapat Marteen Paes yang resmi bergabung ke AJAX memberikan potensi popularitas yang melambung menurut Verdonk.
Ujian Berat Kurniawan dan Garuda Asia
Kini, tantangan besar berada di tangan Kurniawan Dwi Yulianto. Waktu yang mepet, ekspektasi publik yang tinggi, serta ketatnya persaingan menjadi kombinasi ujian yang tidak ringan.
Jika ingin menjaga asa menuju Piala Dunia U-17 2026, Timnas Indonesia U-17 harus berbenah secepatnya.
Piala AFF U-17 2026 menjadi langkah awal penting sebelum menatap panggung lebih besar di Arab Saudi.(*/nds)
















