Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

BPBD Kebumen Gelar Pelatihan Kawasan Tangguh Bencana, Bahas Prosedur Bantuan Eskavator

Warga Keluhkan Akses Bantuan Eskavator Saat BencanaWarga Keluhkan Akses Bantuan Eskavator Saat Bencana
ANTISIPASI: BPBD Kebumen melakukan penanganan tanggul kritis di Sungai Kemit untuk mengantisipasi terjadinya bencana beberapa waktu lalu

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Warga Kecamatan Karanganyar mengungkapkan keluhan terkait prosedur akses bantuan alat berat saat menghadapi bencana.

Dalam menanggapi hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen memberikan penjelasan mengenai mekanisme permintaan bantuan eskavator serta instansi yang memiliki kewenangan dalam hal tersebut.

Keluhan ini disampaikan oleh Murdiono, salah seorang peserta pelatihan kebencanaan, pada kegiatan Latihan Bersama Kawasan Tangguh Bencana yang diadakan oleh BPBD Kebumen di Kecamatan Karanganyar.

Berdasarkan pengalamannya, Murdiono menyatakan bahwa masyarakat sering kali mengalami kebingungan saat membutuhkan alat berat untuk penanganan bencana.

Dalam situasi darurat yang memerlukan tindakan cepat, proses permintaan bantuan dinilai belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat.

“Misalnya eskavator. Saat kami meminta bantuan kami malah mengalami tarik ulur. Kami tidak tahu apakah eskavator ini kewenangan dari BPBD, ormas, atau donatur,” ujar Murdiono.

Menanggapi keluhan tersebut, Wisnu, salah satu personel BPBD Kabupaten Kebumen, menjelaskan bahwa penggunaan eskavator untuk penanganan bencana merupakan kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa alat berat tersebut dapat diakses melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kebumen, sehingga masyarakat diharapkan dapat mengajukan permohonan melalui kedua instansi tersebut.

“Selain itu (di luar BBWS dan Dinas PUPR), untuk penggunaan eskavator ada sharing biaya sewa,” jelas Wisnu.

Hal ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa opsi yang bisa dipilih oleh masyarakat ketika memerlukan bantuan alat berat dalam situasi bencana.

Sementara itu, Heri Purwoto selaku Bako Humas BPBD Kabupaten Kebumen mengungkapkan bahwa kegiatan bertajuk Latihan Bersama Kawasan Tangguh Bencana dalam Sub Kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kabupaten/Kota Tahun 2026 menjadi salah satu agenda berkelanjutan dari BPBD.

Pada tahun ini, pelatihan serupa direncanakan akan dilaksanakan di empat kecamatan berbeda, sedangkan untuk Kecamatan Karanganyar sendiri dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni 2026.

“Untuk Kecamatan Karanganyar, pelatihan akan digelar pada 24 Juni 2026,” ungkap Heri dalam konferensi pers yang berlangsung pada Jumat (25/6).

Menurut Heri, tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta memperkuat koordinasi antarinstansi.

Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme penanganan bencana kepada masyarakat setempat.

“Melalui latihan bersama ini, diharapkan terwujud masyarakat yang lebih tangguh, sigap, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana di Kabupaten Kebumen,” kata Heri dengan penuh harapan.

Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana memang merupakan hal yang sangat penting bagi setiap masyarakat demi mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh bencana alam.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya penanganan bencana secara cepat dan tepat, pihak BPBD juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pelatihan ini.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan warga setempat dalam memahami prosedur serta mekanisme penanganan bencana, diharapkan dapat membangun ketahanan komunitas terhadap risiko bencana. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pemuda Tenggelam di Sungai Pekacangan

Pemuda 18 Tahun Tenggelam di Sungai Pekacangan Purbalingga Saat Akan Menjala Ikan

Berita Selanjutnya
Grup G Masih Membara

Mesir Hanya Butuh Imbang, Belgia Incar Juara Grup G Piala Dunia 2026