Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Bupati Lilis Soroti Pergaulan Bebas Remaja, Pernikahan Dini Jadi Ancaman Serius di Kebumen

Bupati Soroti Pergaulan Bebas RemajaBupati Soroti Pergaulan Bebas Remaja
SAMBUTAN: Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani, memberikan sambutan saat Pengajian Selapanan Muslimat NU di Desa Kalirejo, Kecamatan Kebumen, Kamis (25/6)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani baru-baru ini menghadiri acara Pengajian Selapanan yang diadakan oleh Muslimat NU Ranting Kalirejo, sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa.

Acara yang berlangsung di Majelis Ta’lim Ar Rohmah, Desa Kalirejo, Kecamatan Kebumen, pada Kamis (25/6), menjadi momen penting untuk membahas isu-isu sosial yang relevan dengan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Lilis mengangkat perhatian yang mendalam terhadap maraknya kasus pergaulan bebas di kalangan remaja yang berpotensi meningkatkan angka pernikahan dini.

Ia mengingatkan orang tua, khususnya ibu-ibu dari komunitas Muslimat NU, untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka serta penggunaan gawai atau smartphone.

“Anak-anak menghabiskan waktu lebih lama di rumah daripada di sekolah. Oleh karena itu, pengawasan orang tua selama 24 jam sangat krusial. Tolong perhatikan dengan siapa mereka berteman. Fondasi agama adalah nomor satu agar anak-anak kita tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang salah,” tegas Bupati Lilis.

Pernyataan tersebut sejalan dengan meningkatnya keprihatinan tentang dampak negatif dari penggunaan gadget dan pengaruh luar yang dapat merusak moral anak-anak.

Bupati Lilis menegaskan bahwa peran orang tua sangat vital untuk membentuk karakter dan akhlak anak.

Ia berharap agar para orang tua dapat menjaga komunikasi yang baik dengan anak-anak mereka, sehingga dapat saling berbagi informasi dan pengalaman.

Selain menyoroti isu penting ini, Bupati Kebumen juga memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus Muslimat NU Kalirejo serta para donatur dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan acara santunan tersebut.

Menurutnya, aksi nyata seperti ini menunjukkan bahwa Muslimat NU terus berkontribusi positif dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi di tengah masyarakat Kebumen.

“Kegiatan ini adalah contoh nyata dari kepedulian kita terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Acara santunan tersebut tidak hanya memberikan bantuan material tetapi juga menguatkan tali persaudaraan antara anggota masyarakat.

Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan sosial ini, diharapkan akan muncul rasa saling peduli dan membantu satu sama lain.

Di akhir sambutannya, Bupati Lilis juga menyampaikan informasi penting mengenai bursa kerja (Job Fair) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen di Gedung Pertemuan Kebumen.

Pameran lowongan kerja tersebut berlangsung hingga esok hari dan menyediakan berbagai peluang karir bagi masyarakat, baik di perusahaan dalam negeri maupun luar negeri seperti Jepang dan Malaysia.

“Bagi Ibu-Ibu yang putra-putrinya belum bekerja, silakan datang ke Job Fair. Cari tahu syarat dan prosesnya. Ini adalah komitmen pemerintah untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kebumen,” pungkasnya.

Acara ini menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat Kebumen untuk mendapatkan informasi terkait peluang kerja yang lebih luas.

Dalam situasi ekonomi saat ini, keberadaan job fair sangat diperlukan untuk membantu mengurangi angka pengangguran serta memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri mereka.

Berdasarkan data statistik terbaru, tingkat pengangguran di Kabupaten Kebumen masih terbilang tinggi.

Oleh karena itu, inisiatif pemerintah daerah melalui penyelenggaraan job fair merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut.

Pemerintah berusaha keras menciptakan lapangan pekerjaan melalui kemitraan dengan berbagai perusahaan lokal maupun internasional.

Kegiatan seperti ini juga menjadi sarana bagi para pencari kerja untuk langsung berinteraksi dengan perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan, sehingga mereka dapat lebih memahami kualifikasi apa saja yang dibutuhkan serta cara mendaftar kerja secara efektif.

Dalam konteks perkembangan zaman saat ini, banyak generasi muda cenderung lebih memilih pekerjaan dengan fleksibilitas tinggi dan lingkungan kerja yang mendukung inovasi.

Maka dari itu, pemahaman tentang kebutuhan industri menjadi sangat penting bagi para pencari kerja agar mereka dapat bersaing di pasar tenaga kerja global.

Pentingnya pendidikan dan pelatihan juga tak dapat dipandang sebelah mata dalam meningkatkan kesiapan para pencari kerja menghadapi dunia profesional saat ini.

Pelaksanaan job fair semacam ini diharapkan dapat memberi wawasan lebih kepada peserta tentang jenis keterampilan apa saja yang perlu dikembangkan agar dapat memenuhi ekspektasi perusahaan.

Bupati Lilis menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta sangat penting dalam menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.

“Kami berharap semua pihak dapat bersinergi demi kesejahteraan bersama,” ujarnya optimis.

Di samping itu, kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan dhuafa juga menunjukkan betapa pentingnya rasa empati dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.

Tindakan berbagi kepada sesama tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan tetapi juga membantu memperkuat ikatan sosial antar warga.

Bupati Lilis juga berharap agar kegiatan-kegiatan serupa terus dilakukan secara berkala sehingga dapat menjangkau lebih banyak lagi individu atau kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan langsung dari pemerintah maupun organisasi sosial lainnya.

Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak dalam hal peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan serta pemberdayaan ekonomi lokal, diharapkan kedepannya akan ada perubahan signifikan dalam taraf hidup masyarakat Kebumen. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Banyumas Miliki IPSKA Mandiri

IPSKA Resmi Berdiri di Banyumas, Permudah Proses Ekspor bagi Pengusaha Lokal

Berita Selanjutnya
Job Fair Jangan Sekadar Seremonial

Setya Arinugroho Dorong Evaluasi Pasca Job Fair untuk Optimalisasi Penyerapan Tenaga Kerja