Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Bulan Apit di Cilacap Diramaikan dengan Ritual Sedekah Bumi dan Kirab Gunungan

Desa Gelar Ritual Adat di Bulan ApitDesa Gelar Ritual Adat di Bulan Apit
TRADISI : Festival adat seperti gondang lesung di Sidareja cukup menarik minat masyarakat

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Memasuki bulan Zulkaidah, yang oleh masyarakat Jawa dikenal sebagai bulan Apit, berbagai desa di Kabupaten Cilacap mulai mempersiapkan diri untuk menggelar rangkaian ritual adat serta tradisi budaya.

Kegiatan yang meliputi Sedekah Bumi, Memetri Bumi, hingga kirab gunungan kembali diadakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat serta upaya untuk menjaga kelestarian tradisi leluhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cilacap, Budi Narimo, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan adat tahun ini tergolong sangat tinggi.

Banyak warga setempat yang secara swadaya berpartisipasi dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan acara di desa masing-masing.

“Bulan ini banyak desa yang melaksanakan kegiatan Sedekah Bumi, atau ada yang menyebutnya Memetri Bumi dan Slametan Bumi. Antusiasme masyarakat juga sangat luar biasa,” ujarnya pada Selasa (12/5).

Menurut Budi Narimo, sejumlah desa di Cilacap telah menyiapkan berbagai agenda budaya selama bulan Apit.

Di Desa Jetis, misalnya, digelar ritual adat berupa budaya gunungan dan doa bersama untuk memohon keselamatan serta kesejahteraan bagi masyarakat.

Sementara itu, di Desa Karangtengah Kecamatan Sampang, terdapat arak-arakan budaya yang meriah serta festival gunungan sebagai bagian dari perayaan tersebut.

Kegiatan budaya lainnya juga berlangsung di Desa Karanggedang Kecamatan Sidareja dengan diselenggarakannya Festival Gondang Lesung, yang merupakan salah satu tradisi khas daerah tersebut.

Di samping itu, masyarakat Desa Kuripan Kidul melaksanakan Memetri Bumi sekaligus tradisi tanam kepala sapi sebagai simbol harapan akan hasil pertanian yang melimpah.

Tak kalah menariknya, di Desa Bunton Kecamatan Adipala juga menggelar Memetri Bumi dan kirab gunungan yang menjadi daya tarik bagi warga sekitar.

“Dukungan pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) terus berupaya mendorong pelaksanaan kegiatan budaya di berbagai wilayah,” lanjutnya.

Dukungan ini bukan hanya sekadar pemberian anggaran atau fasilitas, tetapi juga bertujuan untuk menjaga tradisi lokal agar tetap hidup serta memperkuat daya tarik wisata budaya daerah.

Selain ritual adat desa yang menampakkan keragaman budaya lokal, agenda besar lainnya yang akan segera digelar tahun ini adalah Festival Nelayan atau Sedekah Laut.

Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada bulan Juli mendatang, tepatnya saat bulan Sura dalam penanggalan Jawa.

“Untuk nelayan kita di Cilacap, insya Allah festival akan dilaksanakan pada 7 Juli, tepatnya Selasa Kliwon. Konsep dari festival ini tetap mempertahankan tradisi yang sudah ada sebagai wujud syukur para nelayan,” tandasnya.

Budi Narimo berharap agar semangat masyarakat dalam menjaga adat dan budaya daerah dapat terus dipertahankan.

Menurutnya, tradisi lokal merupakan bagian penting dari identitas budaya Kabupaten Cilacap.

Dengan demikian, setiap kegiatan yang dilakukan tidak hanya sekadar seremonial belaka tetapi memiliki makna mendalam tentang rasa syukur kepada Tuhan atas segala karunia-Nya. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Jadi Cameo Tiga menit Dibayar Rp 40 M

Lady Gaga Dibayar 40 Miliar untuk Jadi Cameo 3 Menit di The Devil Wears Prada 2

Berita Selanjutnya
Masih Betah Menduda

Desta Bantah Rumor Nikahi Anindya Salsha, Pilih Fokus Urus Anak