BANYUMASEKSPRES.ID, Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, tidak hanya di kalangan masyarakat Indonesia tetapi juga wisatawan mancanegara.
Seiring meluasnya kerja sama pembayaran lintas negara, QRIS kini semakin banyak dimanfaatkan oleh turis asing untuk bertransaksi selama berada di Indonesia.
Data yang dirilis Bank Indonesia (BI) pada pertengahan 2026 menunjukkan nilai transaksi QRIS oleh wisatawan asing jauh melampaui penggunaan QRIS oleh warga negara Indonesia (WNI) yang bertransaksi di luar negeri.
Capaian tersebut menjadi indikator positif bagi perkembangan sistem pembayaran digital nasional sekaligus mendukung sektor pariwisata dan ekonomi domestik.
Tren peningkatan transaksi QRIS lintas negara menjadi gambaran penting mengenai semakin luasnya adopsi pembayaran digital Indonesia di tingkat internasional.
Transaksi QRIS Inbound Melampaui Outbound
Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai transaksi QRIS inbound, yaitu penggunaan QRIS oleh wisatawan asing di Indonesia, mencapai sekitar Rp4,3 triliun hingga Mei 2026.

Sementara itu, transaksi QRIS outbound atau penggunaan QRIS oleh masyarakat Indonesia saat bertransaksi di luar negeri tercatat sekitar Rp1,47 triliun pada periode yang sama.
Perbedaan tersebut menunjukkan aktivitas pembayaran digital oleh wisatawan asing selama berada di Indonesia lebih tinggi dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di negara mitra yang terhubung dengan sistem QRIS.
Bank Indonesia menilai capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya tingkat penerimaan QRIS sebagai metode pembayaran yang praktis, cepat, dan aman bagi wisatawan internasional.
Malaysia, China, dan Singapura Jadi Penyumbang Terbesar
Pertumbuhan transaksi QRIS lintas negara didorong oleh semakin eratnya kerja sama sistem pembayaran digital dengan sejumlah negara mitra.
Bank Indonesia mencatat peningkatan penggunaan QRIS paling besar berasal dari wisatawan yang datang dari:
- Malaysia.
- China.
- Singapura.
Ketiga negara tersebut menjadi koridor utama transaksi QRIS lintas batas karena telah memiliki integrasi sistem pembayaran dengan Indonesia.
Melalui skema pembayaran berbasis kode QR, wisatawan tidak perlu lagi menukarkan uang tunai dalam jumlah besar atau menggunakan kartu pembayaran internasional untuk melakukan transaksi sehari-hari.
Mereka cukup memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal yang telah terhubung dengan jaringan QRIS, sehingga proses pembayaran menjadi lebih mudah dan efisien.
QRIS Dorong Kemudahan Belanja Wisatawan
Semakin banyaknya wisatawan asing yang menggunakan QRIS memberikan manfaat bagi berbagai sektor usaha di Indonesia.
Pelaku UMKM, restoran, hotel, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata kini semakin mudah melayani wisatawan mancanegara tanpa harus menyediakan berbagai metode pembayaran asing.
Di sisi lain, wisatawan juga memperoleh pengalaman transaksi yang lebih praktis karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut turut mendukung percepatan digitalisasi ekonomi nasional sekaligus memperkuat daya saing sektor pariwisata Indonesia di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan internasional.
QRIS Tap Juga Terus Mengalami Pertumbuhan
Selain transaksi lintas negara, Bank Indonesia juga mencatat peningkatan penggunaan QRIS Tap, yaitu metode pembayaran berbasis teknologi Near Field Communication (NFC).
Metode ini yang memungkinkan pengguna cukup mendekatkan ponsel ke perangkat pembaca untuk menyelesaikan transaksi.
Layanan ini semakin luas digunakan pada sektor transportasi umum maupun ritel. Saat ini, QRIS Tap telah diterapkan di berbagai moda transportasi di kawasan Jabodetabek, antara lain:
- KRL Commuter Line.
- MRT Jakarta.
- LRT Jabodebek.
- TransJakarta.
Perluasan implementasi tersebut membuat proses pembayaran menjadi lebih cepat, terutama pada layanan transportasi dengan volume penumpang yang tinggi.
Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS Tap mengalami kenaikan sekitar 3,06 persen secara bulanan hingga mencapai 634 ribu transaksi.
Dari sisi nilai transaksi, QRIS Tap juga mencatat pertumbuhan sekitar 5,1 persen dibandingkan bulan sebelumnya dengan nominal mencapai sekitar Rp6,3 triliun.
Pembayaran Digital Diprediksi Terus Berkembang
Pertumbuhan transaksi QRIS, baik untuk wisatawan asing maupun masyarakat Indonesia, menunjukkan bahwa pembayaran digital telah menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Dengan semakin banyaknya negara yang menjalin kerja sama pembayaran lintas batas bersama Indonesia, peluang peningkatan transaksi QRIS diperkirakan masih terbuka lebar pada masa mendatang.
Selain memberikan kemudahan bagi wisatawan, integrasi sistem pembayaran digital juga berpotensi meningkatkan transaksi sektor pariwisata, memperkuat ekosistem ekonomi digital.
Hal ini serta dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan konsumennya. Selain QRIS, ada juga sistem registrasi SIM Card yang perkenalkan persyaratan Face Recognition.
Ke depan, pengembangan fitur-fitur baru seperti QRIS Tap, perluasan kerja sama internasional, serta peningkatan keamanan transaksi diperkirakan akan semakin mendorong penggunaan QRIS.
Salah satunya sebagai salah satu metode pembayaran digital andalan di Indonesia. Dengan tren tersebut, QRIS tidak hanya menjadi solusi pembayaran domestik saja.
Melainkan juga berperan sebagai jembatan transaksi lintas negara yang semakin mudah diakses oleh masyarakat dan wisatawan mancanegara. (*/nds)














