Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Cara Bikin Video Sinematik AI Pakai Google Veo 3, Cuma Modal Teks

Cara bikin video sinematik ai pakai google veo 3 (1)Cara bikin video sinematik ai pakai google veo 3 (1)
Cara Bikin Video Sinematik AI Pakai Google Veo 3

BANYUMASEKSPRES.ID, Google kembali memperkenalkan inovasi terbaru di dunia kecerdasan buatan dengan merilis model AI generasi ketiga, Veo 3.

Model ini merupakan penerus dari Veo 2 yang telah dikenal sebelumnya.

Dalam versi terbarunya, Google menyematkan sejumlah peningkatan besar, termasuk kemampuan menghasilkan video sinematik hanya dari perintah teks.

Dengan kata lain, pengguna cukup mengetikkan deskripsi adegan, dan AI akan mengubahnya menjadi video berkualitas tinggi.

Eli Colins, selaku Wakil Presiden Google DeepMind, menjelaskan bahwa Veo 3 membawa kemajuan dalam berbagai aspek teknis, termasuk kemampuan mereplikasi fisika dunia nyata secara realistis.

Selain itu, ia juga menyoroti kemampuan sinkronisasi bibir pada karakter yang dihasilkan, yang kini jauh lebih presisi dibandingkan versi sebelumnya.

“Veo 3 unggul dalam menghasilkan fisika dunia nyata dan sinkronisasi bibir yang akurat,” ungkap Eli Colins.

Model AI ini dikembangkan khusus untuk mendukung para pembuat konten kreatif, termasuk filmmaker dan storyteller.

Cara bikin video sinematik ai pakai google veo 3
Cara Bikin Video Sinematik AI Pakai Google Veo 3

Google menyatakan bahwa Veo 3 memungkinkan pengguna untuk menambahkan efek suara, dialog, hingga nuansa sinematik ke dalam video yang mereka buat, hanya dengan mengetikkan narasi atau perintah tertulis.

Fitur lain yang menjadi sorotan adalah peningkatan pemahaman terhadap prompt atau perintah pengguna.

Dengan peningkatan ini, hasil video yang dibuat akan lebih sesuai dengan maksud, gerakan, dan suasana yang diminta oleh pengguna.

Artinya, tindakan yang dilakukan oleh karakter dan tampilan adegannya menjadi lebih konsisten dan masuk akal, meningkatkan kualitas visual dan alur cerita secara keseluruhan.

Saat ini, Veo 3 dapat diakses melalui paket langganan Google AI Ultra di 73 negara.

Google menyebutkan bahwa mereka akan memperluas ketersediaan model ini ke lebih banyak negara dalam waktu dekat.

Sayangnya, hingga saat ini, pengguna di Indonesia belum bisa mengakses Veo 3 secara langsung.

Namun, bagi pengguna Indonesia yang ingin mencoba fitur ini, tersedia solusi sederhana.

Dengan menggunakan layanan VPN, pengguna dapat mengakses Veo 3 dari wilayah yang sudah mendapat dukungan.

Meski tidak tersedia secara resmi, ini menjadi alternatif menarik untuk menjajal teknologi terbaru dari Google.

Selain melalui paket Ultra, pengguna layanan Google AI Pro juga mendapatkan akses terbatas ke Veo 3 melalui platform Flow.

Untuk pengguna Pro, akses Veo 3 juga tersedia lewat aplikasi Gemini, yang sudah dikenal luas sebagai antarmuka AI cerdas dari Google.

Ada dua platform utama yang mendukung penggunaan Veo 3, yakni Gemini dan Flow. Untuk mengakses melalui Gemini, pengguna cukup membuka laman resminya di browser.

Setelah itu, pilih menu Video, lalu masukkan prompt atau perintah teks di kolom yang tersedia.

Semakin rinci dan jelas deskripsi yang diberikan, semakin akurat pula hasil video yang dihasilkan. Setelah itu, cukup klik Kirim, dan video akan diproses secara otomatis oleh sistem.

Sementara itu, melalui platform Flow, langkah-langkahnya sedikit lebih panjang namun tetap mudah dilakukan.

Pengguna dapat mengakses laman Flow, lalu memilih tombol “Create with Flow”. Selanjutnya, klik “New Project”, kemudian pilih opsi “text to video”.

Setelah itu, tekan ikon pengaturan, dan pilih mode “highest quality (experimental audio) Veo 3”. Masukkan perintah teks yang diinginkan dengan detail, kemudian klik Kirim.

Dalam waktu singkat, sistem akan memproses permintaan dan menghasilkan video sesuai dengan prompt yang diberikan.

Penggunaan AI untuk membuat video sinematik secara otomatis ini menjadi salah satu langkah maju yang signifikan dalam dunia kreatif digital.

Teknologi seperti Veo 3 tidak hanya mempermudah proses produksi, tetapi juga membuka peluang baru bagi individu atau kreator konten yang tidak memiliki latar belakang teknis dalam bidang animasi atau perfilman.

Di tengah tren video pendek dan konten visual yang semakin tinggi permintaannya, Veo 3 menjadi alat yang sangat potensial.

Apalagi dengan integrasi fitur canggih seperti audio eksperimental, pengaturan kualitas tertinggi, dan kontrol penuh terhadap adegan melalui teks.

Walaupun masih dalam tahap awal dan belum tersedia secara resmi di Indonesia, Google Veo 3 menunjukkan arah masa depan teknologi AI dalam industri kreatif.

Ke depan, penggunaan video AI sinematik dari teks seperti ini bisa menjadi standar baru dalam produksi konten, terutama bagi kalangan profesional maupun individu yang ingin bereksperimen dengan ide-ide visual mereka sendiri.

Jika Anda berada di Indonesia dan penasaran dengan fitur revolusioner ini, Anda tetap bisa mencobanya dengan bantuan VPN.

Meski memerlukan sedikit usaha tambahan, pengalaman membuat video sinematik hanya dari teks akan sepadan dengan hasilnya.(amp)

Berita Sebelumnya
Jelang pertemuan as china di london, ihsg berpotensi rebound

IHSG Berpeluang Rebound Jika AS-China Capai Kesepakatan Tarif Perdagangan

Berita Selanjutnya
Mobdin listrik pejabat tembus rp 1 m

Kemenkeu Tetapkan Biaya Pengadaan Mobil Dinas Pejabat Eselon I hingga 900 Juta, dan Mobil Listrik 1 Miliar