BANYUMASEKSPRES.ID, Timnas Putri Indonesia kembali mengukir prestasi gemilang di level Asia Tenggara.
Garuda Pertiwi berhasil mempertahankan gelar juara Piala AFF Wanita 2026 setelah menang telak 5-0 atas Laos pada laga final yang berlangsung di Stadion Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (22/7/2026).
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian bersejarah karena Indonesia menjadi negara pertama yang mampu menjuarai Piala AFF Wanita dalam dua edisi berturut-turut sejak turnamen ini mulai digelar pada 2024.
Dominasi Garuda Pertiwi sudah terlihat sejak pertandingan dimulai. Meski sempat mendapat perlawanan dari Laos pada babak pertama, Indonesia akhirnya berhasil membuka keunggulan melalui gol Sydney Sari Hopper pada menit ke-33.
Memasuki babak kedua, permainan Timnas Putri Indonesia semakin sulit dihentikan.
Empat gol tambahan lahir dari kaki Isabelle Nottet pada menit ke-46, Estella Raquel Loupattij pada menit ke-55, Felicia Victoria de Zeeuw pada menit ke-68, dan Emily Julia Frederica Nahon pada menit ke-83.
Lima gol yang dicetak oleh lima pemain berbeda menunjukkan kualitas merata yang dimiliki skuad asuhan pelatih asal Jepang, Satoru Mochizuki.
Keberhasilan Indonesia meraih gelar juara juga dibangun melalui perjalanan yang sangat impresif sepanjang turnamen.
Garuda Pertiwi tidak sekalipun mengalami kekalahan sejak fase grup hingga partai final.
Indonesia membuka turnamen dengan kemenangan atas Timor Leste sebelum bermain imbang 1-1 melawan Kamboja pada fase grup.
Pada babak semifinal, Garuda Pertiwi kembali tampil solid dengan mengalahkan Singapura 2-0 sebelum akhirnya berpesta gol ke gawang Laos di laga puncak.
Prestasi tersebut sekaligus mempertahankan gelar yang sebelumnya diraih Indonesia pada edisi perdana tahun 2024.
Saat itu, Timnas Putri Indonesia berhasil menundukkan Kamboja dengan skor 3-1 di partai final.
Pelatih Satoru Mochizuki mengaku bangga melihat perkembangan para pemain sepanjang turnamen.
Menurutnya, gelar juara ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim, baik pemain maupun ofisial.
“Sangat senang kali ini kami bisa juara. Kami bisa juara karena kerja keras para pemain dan bantuan tim ofisial. Saya ingin mengucapkan selamat dan terima kasih kepada mereka semua,” ujar Mochizuki.
Meski sukses mempertahankan gelar, pelatih asal Jepang tersebut mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat merasa puas.
Ia menilai tantangan yang lebih besar sudah menanti Indonesia pada kompetisi berikutnya.
“Kami tidak ingin merasa puas sampai di sini saja. Kami ingin bersiap lebih baik menghadapi ASEAN Women’s Championship 2027,” katanya.
Selain mengangkat trofi juara, Timnas Putri Indonesia juga mendominasi penghargaan individu dalam turnamen kali ini.
Sheva Imut Furyzcha dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala AFF Wanita 2026 berkat performa konsistennya sepanjang kompetisi.
Sementara penghargaan Kiper Terbaik berhasil diraih Laita Roati Masykuroh yang tampil kokoh di bawah mistar gawang Indonesia.
Adapun gelar pencetak gol terbanyak atau top skor diraih pemain Singapura, Danelle Tan Li Ern, dengan koleksi empat gol.
Sheva mengaku sangat bangga bisa membantu Indonesia mempertahankan gelar juara sekaligus membawa pulang penghargaan individu.
“Pasti bangga, senang, sedih, terharu, campur aduk semuanya. Bersyukur juga karena kami mendapatkan kesempatan buat mempertahankan juara,” ungkapnya.
Keberhasilan menjadi juara juga memastikan Indonesia lolos ke ASEAN Women’s Championship 2027 bersama Laos dan Singapura sebagai tiga tim terbaik Piala AFF Wanita 2026.
Di turnamen tersebut, Garuda Pertiwi akan menghadapi persaingan yang lebih berat karena sudah ditunggu sejumlah kekuatan sepak bola putri Asia Tenggara seperti Australia, Vietnam, Thailand, Filipina, dan Myanmar.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir turut memberikan apresiasi atas pencapaian bersejarah tersebut.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar membuktikan perkembangan sepak bola putri Indonesia berjalan ke arah yang positif.
Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, serta pengorbanan seluruh pemain dan tim pelatih selama menjalani turnamen.
Erick juga memastikan PSSI akan terus memperkuat ekosistem sepak bola putri melalui peningkatan kualitas pemain, pengembangan pelatih, serta memperbanyak kesempatan bertanding di level internasional agar prestasi Garuda Pertiwi dapat terus berlanjut.
Dengan keberhasilan mempertahankan gelar Piala AFF Wanita 2026, Timnas Putri Indonesia tidak hanya mencetak sejarah baru di kawasan ASEAN, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat bahwa Garuda Pertiwi kini menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola putri Asia Tenggara dan siap bersaing di level yang lebih tinggi pada ASEAN Women’s Championship 2027. (*/stch/dda)














