Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Cilacap Diterpa Bencana Cuaca Ekstrem, Rumah Warga di Dua Kecamatan Alami Kerusakan

Delapan Rumah Diterjang Angin KencangDelapan Rumah Diterjang Angin Kencang
RUSAK : Rumah milik warga di wilayah Cilacap yang terdampak angin kencang

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah daerah di Kabupaten Cilacap pada akhir pekan lalu, tepatnya pada hari Sabtu (7/3) dan Minggu (8/3).

Fenomena cuaca ini menyebabkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan, khususnya pada bagian atap.

Wilayah yang terdampak paling parah adalah Kecamatan Cilacap Utara dan Kecamatan Kesugihan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Taryo, mengungkapkan bahwa tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Meskipun demikian, banyak rumah yang mengalami kerusakan parah di bagian atap akibat terjangan angin kencang.

“Sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah yang terhempas angin. Saat ini petugas sudah melakukan pendataan dan warga melakukan perbaikan sementara secara gotong royong,” jelas Taryo dalam keterangannya pada hari Senin (9/3).

Di Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara, tercatat sedikitnya dua rumah warga menderita kerusakan akibat cuaca buruk ini.

Salah satu rumah yang berada di Jalan Palem mengalami atap yang terhempas angin.

Taryo menjelaskan, “Rumah berukuran sekitar 10 x 12 meter tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa.”

Tidak hanya di Jalan Palem, peristiwa serupa juga terjadi di Jalan Jaha RT 01 RW 06, Kelurahan Gumilir.

Atap rumah milik warga berukuran sekitar 6 x 9 meter terhempas akibat angin kencang yang melanda. Rumah ini juga dihuni oleh satu kepala keluarga dengan tiga jiwa.

Selain itu, di Kelurahan Mertasinga yang juga terletak di Kecamatan Cilacap Utara, sebuah rumah di Jalan Landak RT 01 RW 03 mengalami kerusakan pada bagian atapnya.

“Rumah berukuran sekitar 12 x 21 meter tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan tiga orang,” ungkap Taryo menambahkan.

Dampak dari angin kencang tidak hanya dirasakan di wilayah Cilacap Utara saja, tetapi juga menyebar ke Desa Karangkandri yang terletak di Kecamatan Kesugihan.

Di desa ini, setidaknya lima rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap akibat badai tersebut.

Taryo memperkirakan bahwa kerugian akibat kerusakan rumah di wilayah Cilacap Utara mencapai sekitar Rp 1,5 juta untuk masing-masing rumah yang terdampak.

Sementara itu, total kerugian di Desa Karangkandri diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 juta.

Tim petugas dari UPTD PKBD Cilacap bersama relawan Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB) serta warga setempat telah bergerak cepat untuk melakukan peninjauan lokasi serta pendataan dampak kerusakan pasca kejadian ini.

Tindakan cepat ini penting untuk memastikan bahwa semua informasi mengenai kerusakan dapat dicatat dengan akurat agar bantuan dapat segera disalurkan kepada para korban.

Taryo pun menekankan pentingnya gotong royong antarwarga dalam menghadapi situasi sulit seperti ini.

“Selain itu, warga juga bergotong royong memperbaiki sementara atap rumah yang rusak sambil menunggu bantuan bahan bangunan seperti seng, paku, asbes, genteng, dan terpal,” pungkas Taryo menutup penjelasannya.

Peristiwa bencana cuaca seperti ini menunjukkan betapa rentannya masyarakat terhadap perubahan iklim dan fenomena cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi belakangan ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan intensitas hujan lebat dan angin kencang menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang serta masyarakat umum.

Upaya mitigasi bencana serta edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu terus ditingkatkan agar masyarakat dapat lebih siap menghadapi situasi serupa di masa depan.

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan semakin seringnya kejadian ekstrem seperti ini, masyarakat perlu lebih waspada terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Genangan Air Surut, Petani Khawatir Kualitas Panen

Genangan Air di Sawah Adimulyo Kebumen Mulai Surut, Petani Khawatir Kualitas Padi Terdampak

Berita Selanjutnya
Salat Ied Kembali di Alun alun Purwokerto

Alun-alun Purwokerto Kembali Jadi Lokasi Sholat Idul Fitri, Bisa Menampung 5000 Jamaah