Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Diduga Korsleting, Gudang Satuan Polisi Air dan Udara Kebumen Kebakaran

Diduga korsleting, gudang satpolairud kebakaranDiduga korsleting, gudang satpolairud kebakaran
Gudang Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Kebumen yang berada di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Logending, Desa/Kecamatan Ayah terbakar.

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Insiden kebakaran yang menghanguskan gudang milik Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Kebumen terjadi di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Logending, Desa/Kecamatan Ayah.

Kejadian ini berlangsung pada Sabtu (2/8) dini hari sekitar pukul 04.35 WIB. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh pihak kepolisian.

Kasi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kebumen, Teguh Sumarno, memberikan keterangan pada Senin (3/8) bahwa api pertama kali diketahui oleh seorang anggota piket jaga yang melihat kobaran api muncul dari dalam bangunan gudang.

“Anggota piket melihat api muncul dari dalam gudang, kemudian langsung memberitahu rekan lainnya dan berusaha memadamkan api secara manual dengan alat pemadam api ringan (APAR),” ungkap Teguh Sumarno kepada awak media.

Gudang yang terbakar memiliki ukuran sekitar 10 x 10 meter dan diketahui menyimpan bahan bakar minyak (BBM) serta sejumlah peralatan operasional.

Kondisi ini memperparah situasi karena bahan-bahan tersebut bersifat mudah terbakar, sehingga upaya pemadaman api menjadi lebih sulit. Meskipun para petugas telah berupaya keras memadamkan api dengan cara manual, kobaran api terus membesar.

Situasi darurat ini kemudian dilaporkan kepada Unit Pemadam Kebakaran Kebumen. Pos Damkar Gombong segera merespons panggilan tersebut dan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 05.15 WIB.

Setelah bekerja keras selama beberapa jam, tim pemadam kebakaran akhirnya berhasil menjinakkan api sepenuhnya pada pukul 08.30 WIB. Selain Pos Damkar Gombong, satu unit tambahan dari Pos Damkar Petahanan turut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman agar lebih efektif.

Ketika ditanya mengenai penyebab kebakaran ini, Teguh Sumarno menyebut bahwa dugaan sementara adalah adanya korsleting listrik di dalam gudang tersebut.

“Hingga saat ini, kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh pihak kepolisian,” ujarnya menambahkan.

Kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi seluruh instansi dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan kelistrikan dan penyimpanan bahan mudah terbakar.

Teguh Sumarno juga menghimbau agar langkah-langkah preventif seperti pemeriksaan rutin instalasi listrik dan penyimpanan bahan berbahaya dilakukan secara berkala untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Peristiwa kebakaran di TPI Logending ini tidak hanya menyoroti pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana tetapi juga menekankan kebutuhan akan sistem keamanan yang lebih baik di fasilitas-fasilitas publik dan instansi pemerintah.

Masyarakat pun diharapkan untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran yang bisa saja terjadi kapan saja tanpa diduga-duga.

Dalam menghadapi ancaman kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu, penggunaan alat-alat pemadam seperti APAR perlu dipahami dengan benar oleh seluruh personel maupun masyarakat umum.

Pelatihan berkala mengenai cara penggunaan APAR dan tindakan darurat ketika terjadi kebakaran harus sering dilakukan agar siap menghadapi situasi serupa dengan lebih baik.

Di samping itu pihak berwenang juga didorong untuk melakukan inspeksi rutin terhadap bangunan-bangunan publik terutama yang menyimpan bahan-bahan berbahaya seperti BBM guna memastikan semua standar keselamatan sudah terpenuhi dengan baik.

Kebakaran ini memberi pelajaran penting bagi kita semua tentang betapa krusialnya peran pencegahan serta kesiapan tanggap darurat dalam menghadapi bencana seperti kebakaran. Dengan langkah-langkah antisipatif yang tepat harapannya kejadian serupa dapat diminimalisir bahkan dicegah sepenuhnya demi keselamatan bersama. (cah/stch)

Berita Sebelumnya
Jalan rusak ancam pengendara

Jalan Rusak di Ruas Banyumas–Mandiracan Ancam Keselamatan Pengendara

Berita Selanjutnya
Kekayaan kepala ppatk naik rp 9,3 m

Kekayaan Kepala PPATK Naik Rp 9,3 M Menurut Data LHKPN 2025