BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Kebumen kembali memicu bencana alam, menambah deretan peristiwa yang membuat warga setempat waspada.
Peristiwa terbaru terjadi ketika hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang di Desa Seboro, Kecamatan Sadang, dan menimpa rumah warga.
Meski tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam insiden ini, kerusakan material dirasakan oleh pemilik rumah.
Peristiwa nahas ini berlangsung pada Selasa sore (18/11), di mana pohon besar tumbang dan menghantam rumah milik dua warga, yakni Nuryanto dan Lilis Yunani.
Wakapolres Kebumen, Kompol Faris Budiman, menjelaskan bahwa kedua penghuni rumah mendengar suara gemuruh dari atap yang rusak akibat tertimpa pohon.
“Keduanya mendengar suara gemuruh dari atap rumah. Saat memeriksa, mereka mendapati genteng dan rangka atas rumah rusak disertai air hujan yang mulai masuk ke dalam bangunan,” ungkap Kompol Faris Budiman pada Rabu (19/11).
Demi keselamatan diri, penghuni rumah segera mengambil langkah pencegahan dengan mematikan aliran listrik untuk menghindari risiko korsleting kemudian mengungsi ke rumah tetangga terdekat.
Setelah itu, kejadian tersebut segera dilaporkan kepada kepala dusun serta kepala desa setempat dan diteruskan ke Polsek Sadang untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, bencana lainnya juga melanda Desa Logandu di Kecamatan Karanggayam. Hujan deras menyebabkan tebing sepanjang 20 meter dengan ketinggian 5 meter longsor dan menerjang halaman belakang dua rumah warga di Dukuh Karanganyar RT 03 RW 03.
Meskipun material longsor menumpuk di sekitar bangunan milik Diran dan Edi Susanto, untungnya tidak ditemukan kerusakan yang berarti pada struktur bangunan.
Kompol Faris Budiman menegaskan bahwa langkah-langkah tanggap cepat telah dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
Polsek berkoordinasi dengan pemerintah desa serta Forkopimcam guna merumuskan tindak lanjut penanganan kerusakan yang terjadi.
“Kami pastikan penanganan dilakukan segera agar aktivitas warga kembali normal,” tambahnya.
Wakapolres juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan warga terutama saat musim penghujan tiba karena kondisi ini sangat rawan akan bencana tanah longsor dan pohon tumbang yang dapat mengancam keselamatan dan kenyamanan hidup masyarakat sehari-hari.
Dalam konteks ini, kejadian bencana alam seperti pohon tumbang dan tanah longsor tidak hanya berdampak pada fisik bangunan tetapi juga menguji kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Koordinasi antara pihak kepolisian lokal dengan pemerintah desa serta elemen masyarakat lainnya menjadi kunci penting dalam mitigasi bencana agar dampaknya dapat diminimalisir sedini mungkin.
Lebih jauh lagi, kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar turut berperan dalam upaya pencegahan bencana serupa di masa depan.
Misalnya melalui penanaman pohon di area yang rawan longsor atau melakukan pemangkasan rutin terhadap pohon-pohon besar yang berada dekat dengan pemukiman warga untuk mencegah insiden serupa terulang kembali.
Di balik segala tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Kebumen akibat cuaca ekstrem ini terdapat pelajaran penting tentang solidaritas dan gotong royong dalam menghadapi bencana alam.
Kemampuan untuk saling bahu membahu tidak hanya mempercepat proses pemulihan tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga sehingga tercipta rasa aman bersama meski dalam situasi sulit sekalipun. (cah/dda)
















