BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Tim Pos Damkar Majenang berhasil mengevakuasi dua ekor ular kobra dari sebuah rumah warga yang terletak di Desa Panulisan Tengah, Kecamatan Dayehluhur pada Minggu malam, 7 Juni.
Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB ketika pemilik rumah, Anto, yang berusia 60 tahun, hendak memasuki dapur.
Saat itu, ia melihat gerakan mencolok di belakang lemari piring. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, Anto menemukan bahwa ada dua ekor ular kobra bersembunyi di dalam rumahnya.
Merasa khawatir akan keselamatan anggota keluarganya, Anto segera menghubungi Pos Damkar Majenang untuk meminta bantuan dalam mengevakuasi ular tersebut.
Petugas yang menerima laporan tersebut langsung bertindak cepat dengan mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk menangani satwa liar.
Tim Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 23.00 WIB dan segera melakukan pencarian serta evakuasi terhadap ular-ular tersebut.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, menjelaskan bahwa proses evakuasi berjalan dengan lancar tanpa menemui kendala berarti.
“Petugas berhasil mengevakuasi dua ekor ular kobra dari rumah warga. Ular pertama memiliki panjang sekitar 2,5 meter dan ular kedua sekitar 1 meter. Seluruh proses penanganan berlangsung aman dan selesai dalam waktu kurang lebih 15 menit,” ungkap Gatot pada hari Senin, 8 Juni.
Evakuasi ini bukan hanya sekadar tindakan penyelamatan semata, tetapi juga merupakan bagian dari upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Setelah evakuasi selesai, petugas memberikan informasi kepada Anto tentang cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah ular kembali memasuki area rumah mereka.
Gatot mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama pada saat musim hujan atau ketika kondisi lingkungan sekitar rumah banyak ditumbuhi semak-semak atau terdapat tumpukan barang yang dapat menjadi tempat persembunyian ular.
“Apabila menemukan ular atau satwa liar berbahaya lainnya, masyarakat sebaiknya tidak mencoba menangkap sendiri. Segera hubungi petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara aman,” pungkasnya.
Kejadian ini menggambarkan pentingnya kewaspadaan dan pengetahuan tentang satwa liar di lingkungan sekitar kita.
Dalam beberapa tahun terakhir, laporan mengenai penemuan ular kobra di kawasan permukiman semakin sering terjadi.
Hal ini mungkin disebabkan oleh perubahan iklim dan habitat alami yang semakin menyusut akibat pembangunan infrastruktur.
Ular kobra dikenal sebagai salah satu spesies ular berbisa yang cukup berbahaya bagi manusia.
Mereka dapat menyerang jika merasa terancam dan bisa menyebabkan luka serius bahkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat.
Oleh karena itu, memahami perilaku ular kobra dan cara menanganinya adalah hal yang sangat penting bagi setiap orang yang tinggal di daerah rawan.
Dalam konteks ini, edukasi tentang keberadaan satwa liar seperti ular menjadi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan dan tindakan yang perlu diambil saat menghadapi situasi darurat semacam ini.
Pengetahuan tentang cara mengenali ciri-ciri ular berbahaya dan bagaimana menjaga lingkungan rumah agar tetap aman dari masuknya satwa liar adalah hal-hal yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, masyarakat juga perlu memahami bahwa keberadaan satwa liar bukanlah sesuatu yang harus ditakuti secara berlebihan.
Ular kobra memainkan peran penting dalam ekosistem sebagai pengendali populasi hewan kecil seperti tikus dan serangga.
Meskipun begitu, interaksi antara manusia dan satwa liar harus dikelola dengan bijaksana untuk mencegah konflik yang dapat merugikan kedua belah pihak. (jul/stch/dda)
















