Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Operasi SAR Pantai Menganti Kisik Ditutup Setelah Dua Korban Terseret Ombak Ditemukan

Dua Korban Ditemukan MeninggalDua Korban Ditemukan Meninggal
EVAKUASI : Petugas Basarnas mengevakuasi korban terseret arus Pantai Menganti Kisik dalam kondisi meninggal dunia

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Terseret Ombak di Pantai Menganti Kisik, Cilacap – Sebuah tragedi menimpa enam remaja yang sedang bersenang-senang di kawasan Pantai Menganti Kisik, Kabupaten Cilacap.

Pada Kamis, 4 Juni, sekitar pukul 15.30 WIB, dua dari mereka terseret ombak yang cukup besar.

Akibat kejadian tersebut, empat orang berhasil selamat, sementara dua remaja lainnya dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian tim gabungan.

Proses pencarian dimulai segera setelah laporan kejadian diterima.

Pada hari kedua pencarian, tepatnya pada Jumat malam (5 Juni), pukul 20.30 WIB, tim gabungan mendapatkan kabar baik ketika salah satu korban, yang diketahui bernama W (14), ditemukan oleh seorang nelayan.

Sayangnya, kondisi W sudah tidak bernyawa saat ditemukan, dan jenazahnya terletak sekitar 500 meter ke arah timur dari lokasi awal kejadian.

Koordinator Tim SAR Gabungan, Fajar Wajdi, memberikan penjelasan mengenai proses evakuasi W.

“Setelah ditemukan, korban dievakuasi oleh tim gabungan menuju RSUD Cilacap untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya pada Minggu (7 Juni).

Pencarian pun dilanjutkan untuk menemukan satu korban lainnya yang masih dinyatakan hilang.

Memasuki hari ketiga pencarian, pada Sabtu (6 Juni) pukul 05.45 WIB, berita duka kembali menyelimuti keluarga dan masyarakat setempat.

Korban terakhir yang bernama Adiansyah Putra Setiawan (16) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh penjaga Pantai Lengkong.

Lokasi penemuan Adiansyah berada sekitar 1,6 kilometer ke arah barat dari titik awal kejadian.

Setelah menerima informasi tentang penemuan Adiansyah, tim gabungan dengan sigap melakukan evakuasi dan membawa jenazahnya ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya kedua korban tersebut, maka seluruh remaja yang terseret ombak kini telah berhasil ditemukan.

Fajar Wajdi menegaskan bahwa dengan ditemukannya kedua korban ini, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) diusulkan untuk ditutup.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua unsur SAR gabungan, nelayan, relawan, serta masyarakat yang telah membantu selama proses pencarian berlangsung.

Dari total enam remaja yang terlibat dalam insiden tersebut, empat orang berhasil selamat.

Mereka adalah Abrar (14), Dania Aditia Pratama (14), Dimas Trianto (13), dan Elev Fahrian Araf (15).

Namun demikian, kehilangan dua nyawa dalam kejadian ini tetap menjadi duka mendalam bagi keluarga dan teman-teman mereka.

Kejadian tragis ini merupakan pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di pantai.

Ombak laut bisa sangat berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa jika tidak dihargai dengan benar.

Masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti petunjuk dan peringatan dari pihak berwenang ketika berada di area pantai atau tempat wisata lainnya.

Pihak berwenang juga menghimbau agar para orang tua lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka ketika bermain di dekat laut.

Pengetahuan mengenai bahaya ombak haruslah disebarluaskan agar tidak ada lagi insiden serupa yang terjadi di masa depan.

Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh awak media, situasi cuaca pada hari kejadian juga dapat mempengaruhi kondisi ombak di pantai tersebut.

Angin kencang dan gelombang tinggi sering kali terjadi saat musim tertentu sehingga meningkatkan risiko keselamatan bagi para pengunjung pantai.

Selain itu, keberadaan patung peringatan atau bendera sebagai tanda bahaya harus diperhatikan dengan seksama oleh setiap individu yang mengunjungi pantai tersebut.

Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pengunjung mengenai kondisi laut yang sedang tidak aman.

Pentingnya edukasi keselamatan laut tidak boleh dianggap sepele. Kegiatan sosialisasi mengenai keselamatan saat berada di pantai perlu dilakukan secara berkala oleh pihak berwenang dan komunitas lokal guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi bahaya yang ada.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya dalam penanganan kasus serupa, penting bagi semua pihak untuk bersinergi dalam menjaga keselamatan bersama saat berwisata ke area pantai atau destinasi alam lainnya.

Dalam banyak kasus, tindakan cepat dan sigap dari tim SAR gabungan telah terbukti menyelamatkan banyak jiwa.

Walaupun tragedi ini membawa kesedihan yang mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat sekitar Pantai Menganti Kisik, hal ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan dan perhatian terhadap keselamatan diri sendiri serta orang-orang terdekat saat menikmati keindahan alam. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tiga Ribu Kontainer Menumpuk di Pelabuhan

Tiga Ribu Kontainer Menumpuk di Pelabuhan, Menkeu Purbaya Denda Importir yang Tunda Pengambilan Barang

Berita Selanjutnya
33 Penghulu Baru Belum Bisa Bertugas

Terkendala Regulasi Pusat, 33 Penghulu Muda Kemenag Purbalingga Belum Bisa Bertugas