Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Lulusan SMA Dominasi Pengangguran di Purbalingga, Capai 18.588 Orang

Lulusan SMA Dominasi PengangguranLulusan SMA Dominasi Pengangguran
CARI KERJA: Para pencari kerja (pencaker) saat mengunjungi Job Fair 2025. Pengangguran di Purbalingga didominasi lulusan SMA

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Di Kabupaten Purbalingga, fenomena pengangguran terbuka mencolok terjadi pada tahun 2025, di mana lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat mendominasi angka ini.

Dari total 29.581 orang yang terdaftar sebagai pengangguran, sebanyak 18.588 orang atau lebih dari 62 persen berasal dari lulusan SMA.

Data ketenagakerjaan ini menunjukkan adanya ketimpangan signifikan jika dibandingkan dengan jenjang pendidikan lainnya.

Lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat yang menganggur tercatat sebanyak 3.850 orang, sedangkan lulusan Sekolah Dasar (SD) ke bawah mencapai angka 4.684 orang.

Meski demikian, secara keseluruhan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Purbalingga mengalami tren penurunan menjadi 4,83 persen pada tahun yang sama.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun angka pengangguran meningkat pada lulusan SMA, ada perkembangan positif dalam penurunan TPT secara keseluruhan.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja (PPTK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Purbalingga, Yesu Dewayana, menyatakan bahwa dominasi lulusan SMA dalam angka pengangguran menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Dalam pernyataannya pada Senin (8/6/2026), ia mengungkapkan, “Data ini menunjukkan bahwa PR terbesar kita ada pada angkatan kerja lulusan sekolah menengah. Seringkali terjadi ketidaksesuaian kompetensi antara keahlian yang dimiliki lulusan SMA umum dengan spesifikasi teknis yang dibutuhkan oleh industri dan pasar kerja saat ini.”

Kondisi ini menciptakan tantangan besar bagi lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Banyak dari mereka tidak memiliki keterampilan vokasi yang cukup untuk bersaing dalam dunia kerja yang semakin kompetitif.

Akibatnya, mereka menjadi rentan tersisih dalam proses rekrutmen tenaga kerja, terutama di sektor industri yang cenderung menuntut keahlian spesifik.

Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, Dinperinaker Purbalingga kini memfokuskan program-programnya pada peningkatan keterampilan bagi lulusan SMA melalui pelatihan berbasis kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK).

Yesu Dewayana menambahkan, “Fokus utama Dinperinaker saat ini adalah mengintervensi kelompok penganggur lulusan SMA ini melalui masifikasi pelatihan berbasis kompetensi di BLK.”

Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan daya saing angkatan kerja terdidik agar lebih cepat terserap oleh pasar kerja.

Salah satu inisiatif penting yang dijalankan oleh pemerintah daerah adalah penyelenggaraan job fair sebagai jembatan antara pencari kerja dan dunia industri.

Dengan adanya job fair, pencari kerja dapat bertemu langsung dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Ini merupakan kesempatan berharga bagi lulusan SMA untuk mencari peluang kerja dan menunjukkan kemampuan mereka. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kesal Masuk Daftar Artis Terkaya

Masuk Daftar Artis Terkaya Indonesia, Inul Daratista Bantah Miliki Harta 300 Miliar

Berita Selanjutnya
Pria Paruh Baya Hamili Anak Disabilitas

Pria Paruh Baya di Banyumas Setubuhi Anak Disabilitas hingga Hamil Enam Bulan