Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Korban Tenggelam di Sungai Kramacenil Cilacap Ditemukan 2,1 Kilometer dari Lokasi Awal

Tiga Hari Dicari, Ditemukan MeninggalTiga Hari Dicari, Ditemukan Meninggal
DITEMUKAN : Petugas gabungan mengevakusi korban yang tenggelam di aliran Sungai Kramacenil Desa Cilibang

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebuah tragedi menyedihkan terjadi di Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, ketika seorang pria bernama Sakim (42) dinyatakan tenggelam di Sungai Kramacenil.

Penemuan jenazah korban berlangsung pada Minggu (7/6), setelah pencarian yang melibatkan tim gabungan dan masyarakat setempat.

Kejadian ini bermula pada Kamis (4/6) ketika Sakim dilaporkan hilang setelah tenggelam saat beraktivitas di sungai tersebut.

Tim SAR dari Kantor SAR Cilacap, yang dipimpin oleh Koordinator Bima Kalih Kahar, langsung bergerak cepat untuk melakukan pencarian.

Tim dibagi menjadi dua kelompok utama; satu kelompok melakukan penyisiran darat dan yang lainnya melakukan penyisiran permukaan air dengan metode body rafting.

Metode ini dipilih untuk memaksimalkan jangkauan pencarian di aliran sungai yang cukup luas.

“Saat itu kami menghadapi tantangan kondisi cuaca dan arus sungai yang cukup deras,” ungkap Bima.

Setelah melakukan pencarian intensif selama beberapa hari, upaya tim sempat terhenti sementara pada siang hari karena kendala visibilitas dan belum adanya tanda-tanda keberadaan korban.

Namun, harapan tidak padam dan pencarian kemudian dilanjutkan kembali.

Pada hari Minggu sekitar pukul 13.15 WIB, warga setempat menemukan jenazah Sakim sekitar 2,1 kilometer dari lokasi awal dilaporkan tenggelam.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kami segera mengevakuasi jenazahnya untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas Bima lebih lanjut.

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah Sakim dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.

Proses ini tentunya menjadi momen yang sangat emosional bagi keluarga dan masyarakat setempat yang merasa kehilangan.

Kehadiran tim SAR dan dukungan masyarakat selama proses pencarian menunjukkan betapa pentingnya solidaritas dalam menghadapi tragedi semacam ini.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai.

Semua unsur yang terlibat dalam pencarian kemudian kembali ke satuan masing-masing dengan harapan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel dan warga yang telah membantu kami dalam proses pencarian hingga akhirnya dapat menemukan korban,” tutup Bima.

Kejadian tragis seperti ini menggugah keprihatinan kita semua terhadap keselamatan di perairan umum.

Penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di dekat aliran sungai, terutama saat memasuki musim hujan ketika arus bisa sangat deras dan berbahaya. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kemudahan bertransaksi

Ipsos Berikan Alasan Masyarakat Indonesia Lebih Memilih Transaksi Secara Digital

Berita Selanjutnya
Jukir Liar Beroperasi Setiap Malam

Jukir Ilegal Tarik Rp2.000 Tanpa Karcis di Alun-alun Purbalingga