Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Ruben Onsu Semprot Kuasa Hukum Sarwendah Usai Disebut "Mantan Ayah"
Optimisme Perajin Batik Gumelem Banjarnegara Menyambut DCF 2026 dengan Produk Unggulan

Optimisme Perajin Batik Gumelem Banjarnegara Menyambut DCF 2026 dengan Produk Unggulan

Batik Gumelem Siapkan Lima Ribu SelendangBatik Gumelem Siapkan Lima Ribu Selendang
KONSENTRASI: Perajin Batik Sukarno Gumelem menyelesaikan proses penyantingan kain batik menjelang DCF 2026

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Banjarnegara, sebagai salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan budaya dan seni, kini bersiap menyambut gelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2026.

Acara tahunan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga memberikan angin segar bagi pelaku usaha lokal di sekitar kawasan Dieng.

Salah satu yang merasakan dampak positif dari festival ini adalah para perajin batik, terutama Batik Gumelem yang berada di Banjarnegara.

Liana, pemilik Batik Sukarno Gumelem, mengungkapkan bahwa setelah mendapatkan informasi resmi mengenai pelaksanaan DCF tahun ini dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Banjarnegara, pihaknya langsung memulai persiapan.

“Kami sangat senang dan antusias. Begitu mendapat informasi DCF tahun ini akan digelar, kami langsung bersiap membuat produk-produk baru,” ujarnya dengan semangat.

Persiapan yang dilakukan oleh Liana tidak hanya sebatas menambah stok dagangan.

Ia juga menerima pesanan khusus dari panitia DCF untuk memproduksi selendang Batik Gumelem sebanyak empat ribu hingga lima ribu lembar.

Dalam memenuhi pesanan tersebut, Liana berkomitmen untuk menciptakan desain baru yang sesuai dengan tema festival, sehingga produk yang diterima oleh panitia atau pengunjung benar-benar menjadi karya spesial untuk DCF tahun ini, bukan sekadar stok lama.

“Kami akan membuat desain yang lebih fresh. Setelah desain final, proses pengerjaan diperkirakan sekitar 25 hari,” jelasnya.

Hasil karya selendang ini tidak hanya melibatkan Liana seorang diri. Lima perajin utama akan dilibatkan dalam proses produksi bersama sejumlah pembatik lainnya, menjadikan kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan variasi produk yang ditawarkan kepada pengunjung festival.

Dalam menghadapi DCF 2026, Liana juga menyiapkan berbagai jenis produk lainnya seperti baju batik, kain batik, tas, dompet hingga totebag yang akan dijual selama festival berlangsung.

Hal ini menunjukkan keseriusan Batik Gumelem dalam memperluas jangkauan pasar dan menarik minat wisatawan yang datang ke Dieng.

Optimisme menyambut DCF 2026 bukan tanpa alasan. Pada pelaksanaan di tahun lalu, penjualan produk Batik Gumelem mengalami lonjakan signifikan.

Liana mengungkapkan bahwa seluruh stok baju yang dibawa ke lokasi festival sebanyak 45 potong habis terjual dalam waktu singkat.

Bahkan produk lain seperti kain batik juga ludes diborong oleh pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan budaya Dieng.

“Tahun lalu omzet kami bisa mencapai Rp 18 juta dalam sehari. Tahun ini Insya Allah targetnya bisa lebih dari Rp 20 juta per hari,” ungkap Liana sambil tersenyum penuh harapan.

Angka ini tentu saja menjadi motivasi tersendiri bagi para perajin batik untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka.

Salah satu faktor yang membuat Batik Gumelem semakin diminati adalah keberanian para perajin dalam mengikuti tren pasar tanpa mengabaikan identitas asli batik itu sendiri.

Sebelumnya, motif batik cenderung memiliki nuansa klasik dan tradisional.

Namun kini, Batik Gumelem hadir dengan warna serta motif yang lebih modern dan sesuai dengan selera konsumen masa kini.

“Sekarang pembeli banyak yang suka warna-warna cerah dengan motif remek. Kami mengikuti perkembangan pasar, jadi tidak selalu memakai motif klasik yang terlalu kental,” pungkasnya menjelaskan strategi mereka dalam menarik perhatian pembeli baru.

Dieng Culture Festival (DCF) sendiri merupakan salah satu festival budaya terkemuka di Indonesia yang setiap tahunnya menarik perhatian ribuan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Festival ini menampilkan berbagai atraksi budaya seperti pertunjukan musik tradisional, tari-tarian khas daerah, serta pameran kerajinan lokal.

Dalam konteks inilah Batik Gumelem berusaha tampil menonjol dengan menawarkan produk berkualitas tinggi kepada pengunjung.

Saat festival berlangsung, pengunjung tidak hanya dapat menikmati keindahan alam Dieng tetapi juga merasakan kekayaan budaya melalui kerajinan tangan seperti batik yang memiliki nilai artistik tinggi.

Ini adalah kesempatan emas bagi pelaku usaha lokal untuk mempromosikan produk mereka secara langsung kepada calon konsumen yang haus akan keunikan khas daerah.

Dengan persiapan matang dan inovasi dalam setiap produk yang ditawarkan, Batik Gumelem siap memberikan pengalaman berbelanja terbaik bagi para wisatawan serta membuktikan bahwa kerajinan lokal mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif saat ini. (far/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tak Terima Disebut Mantan Ayah

Ruben Onsu Semprot Kuasa Hukum Sarwendah Usai Disebut "Mantan Ayah"