BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pada hari Minggu, 7 Juni, sebanyak 50 warga binaan dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya dilakukan pemindahan ke berbagai lembaga pemasyarakatan yang terletak di Pulau Nusakambangan.
Proses pemindahan ini berlangsung dengan pengawalan ketat dari petugas pemasyarakatan dan kepolisian, serta berjalan dengan aman dan tertib.
Rombongan yang terdiri dari para narapidana tersebut tiba di Dermaga Wijayapura sekitar pukul 08.30 WIB menggunakan dua kendaraan Transpas.
Sesampainya di lokasi, seluruh warga binaan harus menjalani serangkaian pemeriksaan yang meliputi identitas, kelengkapan administrasi, serta kondisi fisik mereka sebelum akhirnya diberangkatkan menuju Nusakambangan.
Koordinator Wilayah UPT Pemasyarakatan se-Nusakambangan dan Cilacap, Irfan, mengonfirmasi bahwa proses pemindahan ini telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.
“Seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan standar pengamanan yang berlaku,” ungkap Irfan.
Setelah pemeriksaan selesai, para warga binaan kemudian diseberangkan menuju Dermaga Sodong Nusakambangan menggunakan Kapal Pemasyarakatan I.
Dari total 50 warga binaan yang dipindahkan tersebut, enam orang ditempatkan di Lapas Batu, sepuluh orang di Lapas Karanganyar, sepuluh orang di Lapas Besi, delapan orang di Lapas Gladakan, delapan orang di Lapas Narkotika, dan delapan orang lainnya di Lapas Ngaseman.
“Selanjutnya mereka ditempatkan di sejumlah lapas sesuai tujuan masing-masing,” tegasnya.
Irfan juga menambahkan bahwa penerimaan warga binaan dari luar daerah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh pihak kepemasyarakatan.
Seluruh proses pemindahan ini dilaksanakan dengan pengamanan berlapis untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Ini kegiatan rutin di lingkungan Kementerian Pemasyarakatan,” pungkas Irfan.
Pemindahan narapidana ke Pulau Nusakambangan bukanlah hal baru, mengingat pulau ini dikenal sebagai salah satu pusat penahanan yang memiliki sistem keamanan tinggi di Indonesia.
Dengan luas wilayah yang cukup besar dan fasilitas yang memadai, Nusakambangan menjadi pilihan strategis untuk menampung sejumlah narapidana dari berbagai daerah. (jul/stch/dda)
















