Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Enam SPPG Muhammadiyah Diresmikan di Banjarnegara, Libatkan Petani Lokal untuk Suplai Bahan Baku

SPPG Muhammadiyah Komitmen Layanan GiziSPPG Muhammadiyah Komitmen Layanan Gizi
BERKERUMUN: Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendi saat meresmikan SPPG milik Muhammadiyah Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dalam momentum yang penuh makna, Penasihat Presiden RI Bidang Haji sekaligus Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendi, melaksanakan peresmian bagi enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammadiyah di Banjarnegara.

Acara tersebut berlangsung pada puncak peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 yang diadakan di Alun-alun Banjarnegara.

Langkah ini tidak hanya menjadi tonggak penting dalam memperkuat layanan gizi bagi masyarakat tetapi juga berpotensi menggerakkan roda perekonomian lokal secara lebih signifikan.

Dalam sambutannya yang sarat apresiasi, Muhadjir Effendi menekankan bahwa pendirian enam unit layanan ini merupakan langkah strategis.

Ia menggarisbawahi pentingnya tata kelola yang amanah dalam menjalankan SPPG.

“Kami ucapkan selamat atas berdirinya enam SPPG. Kelola dengan sebaik-baiknya serta penuh amanah,” ujar Muhadjir.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa orientasi dari SPPG haruslah berfokus pada manfaat nyata bagi masyarakat ketimbang keuntungan semata.

“Jangan terburu-buru mengejar untung, yang penting memberi manfaat dan membantu pemerintah,” tambahnya saat memberikan sambutan pada Selasa (18/11/2025).

Salah satu strategi utama yang ditekankan Muhadjir adalah penggunaan bahan baku dari petani lokal.

Dalam pandangannya, keterlibatan aktif para petani sangat penting untuk memastikan kelangsungan rantai pasok.

Jaringan petani Muhammadiyah yang tergabung dalam Jamaah Petani Muhammadiyah (Jatam) maupun petani umum diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan baku SPPG secara efisien.

“Para petani diarahkan fokus memproduksi bahan baku yang dibutuhkan SPPG sesuai kebutuhan jaringan,” jelasnya.

Muhadjir juga menyatakan bahwa pelibatan para petani lokal tidak hanya terbatas pada anggota Muhammadiyah tetapi juga terbuka untuk petani lainnya.

Ia meyakini strategi ini dapat memperpanjang sirkulasi dana pemerintah di Banjarnegara sehingga membawa dampak positif terhadap ekonomi daerah tersebut.

“Dengan cara ini, uang ratusan miliar dari pemerintah pusat tidak segera kabur,” katanya.

Ia menekankan bahwa semakin lama dana pemerintah bertahan di Banjarnegara, semakin cepat pula pertumbuhan ekonomi lokal terwujud.

Pernyataan ini sejalan dengan harapan Presiden Prabowo mengenai pemanfaatan dana untuk memajukan masyarakat setempat.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara, H. Sobri, memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai distribusi enam SPPG tersebut yang tersebar di wilayah atas dan bawah kabupaten.

Tiga dari enam SPPG telah lebih dulu beroperasi di Susukan, Merden dan Wanayasa. Sedangkan tiga lainnya akan segera menyusul yakni di Kutabanjarnegara, Pandanarum dan Pingit.

“SPPG Kutabanjarnegara merupakan milik Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan lima lainnya milik Cabang Muhammadiyah,” ungkap Sobri.

Menurut Sobri, total penerima manfaat dari semua SPPG mencapai 14.227 orang.

Program ini dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok termasuk siswa TK hingga SMA santri pesantren ibu hamil dan menyusui balita bayi hingga ibu pasca melahirkan.

Harapannya kehadiran seluruh SPPG ini dapat memperluas jangkauan layanan gizi serta meningkatkan kesehatan masyarakat Banjarnegara secara merata.

Inisiatif seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana sebuah organisasi dapat mengambil peran aktif dalam mendukung program pemerintah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat setempat. (jud/dda)

Berita Sebelumnya
Rumsing Karanglewas Beroperasi Bulan Depan

Dinsospermades Banyumas Pastikan Rumah Singgah Karanglewas Mulai Beroperasi Bulan Depan

Berita Selanjutnya
BPBD Kirim Tim Bantu Bencana Banjarnegara

BPBD Kebumen Kirim Tim Gabungan Bantu Penanganan Korban Longsor Banjarnegara