Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Sidang Kasus Laka Maut Pelajar Sokaraja Masuki Tahap Akhir, Putusan Ditunggu 2 Juli
Erling Haaland Beli Buku Langka Seharga 2 Miliar, Langsung Disumbangkan ke Perpustakaan Norwegia

Erling Haaland Beli Buku Langka Seharga 2 Miliar, Langsung Disumbangkan ke Perpustakaan Norwegia

Beli Buku Rp2 Miliar untuk PublikBeli Buku Rp2 Miliar untuk Publik
Erling Haaland

BANYUMASEKSPRES.ID, Nama Erling Haaland kembali mencuri perhatian dunia di tengah gelaran Piala Dunia 2026, tetapi kali ini sorotan tidak jatuh pada kehebatannya mencetak gol di lapangan, melainkan pada tindakan mulianya dalam menjaga warisan sejarah Norwegia.

Penyerang bintang yang saat ini menjadi andalan tim nasional Norwegia tersebut diketahui telah melakukan sebuah langkah luar biasa dengan membeli sebuah buku langka dalam sebuah lelang yang berlangsung pada bulan Desember tahun lalu.

Bersama ayahnya, Alf-Inge Haaland, ia menggelontorkan dana sekitar USD 134.000 atau lebih dari Rp2 miliar untuk mendapatkan buku bersejarah yang memiliki makna mendalam bagi identitas budaya Norwegia.

Buku yang diborong oleh Haaland adalah edisi tahun 1594 dari karya terkenal “Sagas Para Raja”, yang ditulis oleh Snorri Sturluson pada sekitar tahun 1230.

Karya monumental ini berisi catatan sejarah para raja Norwegia dari masa awal, menggabungkan fakta-fakta sejarah dengan elemen legenda yang kaya, hingga periode Abad Pertengahan.

Edisi tahun 1594 ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi dan dianggap sebagai salah satu cetakan paling awal yang memperkenalkan kisah para raja Norwegia kepada masyarakat luas.

Sebelum dicetak, naskah asli hanya ada dalam bentuk manuskrip yang sulit diakses oleh publik selama berabad-abad, sehingga keberadaan edisi cetak ini menjadi bagian penting dari perjalanan literasi Norwegia.

Dalam laporan-laporan terbaru, terungkap bahwa saat ini hanya tersisa satu eksemplar buku edisi tersebut di dunia.

Kelangkaan ini tentu saja membuat nilai buku tersebut semakin melambung tinggi dan menjadikannya salah satu buku paling berharga dalam sejarah literasi Norwegia.

Namun, meskipun memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi, Haaland tidak berniat menyimpan buku tersebut sebagai koleksi pribadi.

Ia memilih untuk menyumbangkannya kepada perpustakaan umum di Bryne, kota kelahirannya tempat ia memulai karier sepak bola.

Keputusan Haaland untuk mendonasikan buku langka ini memberikan dampak signifikan bagi masyarakat setempat.

Ia bahkan menetapkan syarat khusus saat menyumbangkan buku tersebut: agar tetap terbuka untuk umum sehingga siapa pun dapat datang dan membacanya.

Langkah ini mendapat banyak pujian dari berbagai kalangan di Norwegia, termasuk tokoh masyarakat dan penggemar sepak bola.

Banyak pihak menilai tindakan Haaland menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap identitas budaya serta sejarah bangsa yang harus dilestarikan.

Kisah mulia ini kembali menjadi perbincangan hangat setelah Haaland berhasil mencetak dua gol pada pertandingan pertama timnas Norwegia di Piala Dunia 2026.

Di tengah statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia, ia menunjukkan bahwa kontribusinya kepada negara tidak hanya terbatas pada prestasi di lapangan hijau.

Tindakan mulianya dalam mempertahankan warisan budaya membuatnya semakin dihormati dan dicintai oleh rakyat Norwegia.

Bagi masyarakat Bryne, sumbangan dari Haaland bukan sekadar sebuah buku langka bernilai miliaran rupiah.

Buku tersebut menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan sejarah panjang Norwegia yang telah diwariskan selama ratusan tahun.

Inisiatifnya juga mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami asal-usul serta perjalanan bangsa mereka melalui pembacaan karya-karya klasik seperti “Sagas Para Raja”.

Melalui langkah ini, Erling Haaland tidak hanya mengukuhkan posisinya sebagai bintang sepak bola internasional tetapi juga sebagai sosok panutan yang peduli dengan warisan budaya bangsanya.

Dalam dunia yang semakin modern dan digitalisasi informasi berlangsung pesat, upaya Haaland untuk menjaga keberadaan buku-buku bersejarah patut dicontoh oleh generasi muda lainnya.

Ini merupakan panggilan untuk menghargai sejarah dan budaya lokal demi memperkuat identitas bangsa di kancah global.

Dengan semua prestasinya baik di lapangan maupun kontribusinya terhadap kebudayaan Norwegia, Erling Haaland menjadi contoh nyata bahwa seorang atlet bisa membawa dampak positif bagi masyarakat luas melalui tindakan-tindakan kecil namun bermakna. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Terdakwa Laka Maut Minta Dibebaskan

Sidang Kasus Laka Maut Pelajar Sokaraja Masuki Tahap Akhir, Putusan Ditunggu 2 Juli