BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Kebakaran yang melanda rumah milik Wasito (62) di Dusun Warureja, Desa Margasari, Kecamatan Sidareja, terjadi pada hari Selasa, 16 Juni, sekitar pukul 16.30 WIB.
Insiden ini diduga disebabkan oleh korsleting listrik yang mengakibatkan api dengan cepat membesar dan membakar bagian belakang rumah.
Menurut Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, laporan mengenai kebakaran tersebut diterima oleh Pos Damkar Sidareja pada pukul 16.33 WIB.
Setelah menerima laporan dari warga setempat, tim pemadam kebakaran segera berangkat menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman.
“Setelah menerima laporan, petugas segera berangkat ke lokasi. Api berhasil dipadamkan bersama warga sekitar sehingga tidak merembet ke bangunan lain,” ungkap Gatot dalam keterangan persnya pada Rabu, 17 Juni.
Ketika kebakaran terjadi, seorang saksi melihat kepulan asap tebal dan api berkobar dari bagian belakang rumah Wasito.
Saksi tersebut segera meminta bantuan dari warga sekitar untuk memadamkan api yang semakin membesar.
“Karena api semakin membesar, warga menghubungi Pos Damkar Sidareja. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman dan pendinginan hingga api benar-benar padam,” lanjut Gatot menjelaskan situasi saat itu.
Beruntung dalam insiden ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan. Meskipun demikian, kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan.
Rumah permanen berukuran 6 x 12 meter tersebut mengalami kerusakan parah, bersama dengan sejumlah barang berharga lainnya seperti kulkas, mesin cuci, lemari, dan berbagai perabotan rumah tangga lainnya yang juga terdampak oleh kobaran api.
“Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai sekitar Rp 100 juta,” tegas Gatot.
Gatot juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang dapat disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak terawat.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala untuk mencegah terjadinya kebakaran serupa di masa mendatang.
“Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran,” tandasnya.
Dalam penanganan kejadian ini, petugas pemadam kebakaran menghabiskan sekitar 6.000 liter air untuk memadamkan api dan melakukan proses pendinginan agar api tidak muncul kembali.
Kesiapsiagaan tim Damkar serta kerjasama warga menjadi faktor kunci dalam mencegah meluasnya kebakaran ke bangunan lain di sekitarnya.
Insiden kebakaran ini bukan hanya sekadar peristiwa tragis bagi keluarga Wasito, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat luas tentang bahaya potensi kebakaran akibat kelalaian dalam pengelolaan instalasi listrik di rumah-rumah mereka.
Kejadian ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesadaran akan keselamatan dan perlunya tindakan pencegahan yang tepat.
Kebakaran yang terjadi di Dusun Warureja ini mencerminkan kebutuhan mendesak akan edukasi mengenai keselamatan kebakaran di lingkungan masyarakat desa.
Edukasi tentang cara-cara pencegahan kebakaran serta tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat sangatlah vital agar masyarakat dapat lebih siap dan waspada terhadap potensi bencana semacam ini.
Oleh karena itu, pihak berwenang seperti Satpol PP dan Dinas Pemadam Kebakaran perlu lebih aktif dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran serta langkah-langkah pencegahan yang bisa diambil.
Hal ini dapat dilakukan melalui seminar atau pelatihan yang melibatkan warga sebagai peserta aktif.
Selain itu, kolaborasi antara pihak pemerintah daerah dengan komunitas lokal juga sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dari risiko kebakaran.
Dengan meningkatkan komunikasi dan kerja sama antara petugas pemadam kebakaran dengan masyarakat setempat, diharapkan bisa terbentuk sistem peringatan dini yang efektif untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan. (jul/stch/dda)
















